Gadis Berdarah Panas

Gadis Berdarah Panas
Bab 62 : Masih sedikit hare jare


__ADS_3

Pagi itu mentari bersinar di ufuk timur, membelah kabut, mengusir pekatnya malam dengan kilauan cahayanya. Mata Ken mengerjap, sinar mentari menerpa wajahnya melalui celah diantara dinding kayu jati. Pagi hari yang disambut senyuman oleh nya, wajah Cattylah yang pertama dia lihat ketika membuka mata.


Pagi masih sangat dingin meski sinar matahari mencoba menghangatkan bumi sehabis gelap. Ken mengeratkan pelukannya. Mungkin karena terlalu lelah, Caty bahkan tidak bergerak sedikitpun. Atau karena disampingnya adalah Kennan, hingga tidurnya tidak bar-bar seperti saat Honey menyelinap tidur diranjangnya.


(Duuhh, ci Othor jadi ngebayangin nih readers, gimana ya kalau pas tidur sama kennan terus kena hantaman kaki dan tangan Catty yang bar- bar, keknya seru nih kalau bikin scen Kenken babak belur😁)


Skip.


Kennan mengulas senyumnya,


"Apa begini ya kalau sudah punya istri? Pagi aja jadi malas bangun. Karena hawa dingin membuat gairah meningkat tajam." pikir Kennan mengangkat dagu Catty yang masih terlelap, menyesapnya kuat-kuat. Menggelitiki bibir yang masih setia mengatup rapat.


Ken menjadi tak sabar, menatap wajah istrinya dengan kesal. Netranya memicing sebelah, Ken melepas pelukannya, tanganya mulai nakal menjelajahi tubuh istrinya. Satu bermain dengan pucuk beracun, dan satu lagi bermain dengan lidah ganas dibawah sana. Mulut Cathy reflek terbuka, dengan cepat tanpa menyia-nyiakan kesempatan Ken melummatt mulut Cathy, menyusup jauh kedalam rongga mulutnya. Membelit lidah dengan antusias.


"Sial malah jadi on fire nih." batin Kennan,


Kennan berguling, menindih tubuh Cathy, membelah lagi kaki istrinya, memposisikan diri siap menembak. Dia masih di mulut goa. Siap menerjang masuk menyemburkan hawa panas kedalam nya.


Tangan dan bibir Ken bermain-main dengan permen abadi. Menggulum dan menggigit kecil, jari-jemarinya mengulik lalu menyentil pelan. Cathy melenguh, ditengah kantuknya yang mendera. Godaan yang Ken berikan memaksanya untuk sadar perlahan. Menikmati deyaran yang menyebar di seluruh tubuhnya.


Dalam posisi itu, Kennan sangat siap memasuki goa yang terus menariknya semakin kedalam.


Cathy melenguh,


"Om...."


Ken terdiam, menghentikan aktivitas nya. Melepas gulumannya, menatap wajah Cantik Cathy yang memang sudah menggemaskan dan semakin menggemaskan pagi ini. Mata gadis itu masih terpejam.


"Om...."


Ken menjatuhkan tubuhnya kesamping Cathy.


"Sialan!"umpatnya menutup matanya dengan lengan kirinya.


Beberapa saat hanya seperti itu. Lalu Ken bangkit dan menyelimuti tubuh Cathy yang masih meneruskan tidurnya. Ken memasuki kamar mandi yang memang di siapkan di belakang bangunan kayu itu. Mengguyur tubuhnya dalam hawa dingin yang semakin dingin dengan air yang menyegarkan pagi itu.


Ken sudah bersiap, mendekati Cathy yang masih memejamkan matanya. Ken menggoncangkan bahu gadis itu.


"Cat!"

__ADS_1


"Cathy!"


"Jadi mau beli baju nggak?"


"Jadilah." jawab Cathy tanpa membuka matanya.


"Bangun, terus mandi."


"MMM..."


Cathy membuka matanya malas, berjalan sambil mengusap matanya yang masih mengantuk.


"Om!" Panggil Cathy setelah beberapa saat lamanya berada di dalam kamar mandi.


"Apa Cat?" Ken berjalan mendekat hingga ke depan pintu kamar mandi.


Pintu dibuka sedikit, kepala Cathy melongok.


"Om, aku nggak punya baju ganti." ocehnya.


"Yang kemarin?"


"Apa yang di koper cuma ada linggeri?"


"Om kan sudah liat semalam."


"Bentar."


Kennan melangkah lebar membuka koper miliknya dan mengambil satu bajunya. Lalu kembali lagi kedepan pintu kamar mandi.


"Nih, pake ini dulu." Ken menyodorkan baju yang dia bawa. Cathy mengambilnya dengan wajah senang.


Sesaat kemudian dia keluar dengan pakaian Ken yang melekat ditubuhnya. karena hanya kemeja saja yang muat, sehingga paha mulus nya terekspos sempurna. Ken mengernyit,


"Kamu nggak usah ikut aja deh."


"Eh? kenapa?" Catty tampak bingung.


"Keluar dengan penampilan begini, tidak sopan! Apa lagi di desa." Ken mengetuk-ngetuk kepala Cathy dengan telunjuk nya.

__ADS_1


"Yaaahhh...." suara Cathy kecewa.


"Aku juga mana rela mata orang-orang melihatmu seperti ini." batin Kennan.


"Sudahlah seharian ini kamu disini saja. Nanti aku bawakan sarapan kemari."


"Eehh?"


"Jangan melawan. Duduk diam disini!" titah Ken tegas.


Ken berjalan keluar dan menutup pintunya rapat-rapat. Setelahnya kembali lagi dengan membawa sarapan pagi untuk berdua. Usai sarapan, Ken berpesan, jika Cathy tak boleh keluar dengan pakaian seperti itu.


Setelah pamit dengan istri kecilnya, Ken akhirnya pergi. Cathy hanya duduk diam di dalam ruangan berdinding kayu itu.


Pintu diketuk dari luar. Cathy yang sedang bermain game online meletakkan hp nya. Berjalan mendekat ke pintu. Cathy membukanya sedikit. Mak Yun ada diluar pintu, tersenyum kepadanya, dibelakang nya ternyata berderet orang-orang desa yang membuat mata Cathy membulat sempurna. Dia tersenyum canggung.


"Kenapa hanya didalam sana, ayo keluar, ibu bawa kamu keliling kampung." ucap Mak Yun.


"Aaahhh,, Aku sangat mau, tapi..."


Bersambung lagi...


Wah, kira kira apa yang akan dikatakan Cathy ya? Terus, bagaimana reaksi para tetua dan orang desa itu?


Ayook, jawab di komen....😁


______^_^_____


My reader, kasih author ini semangat dong biar up terus setiap hari.


Like


Komen


Terima kasih.


salam hangat


ā˜ŗļø

__ADS_1


__ADS_2