Gadis Berdarah Panas

Gadis Berdarah Panas
Bab 87


__ADS_3

Daniel menatap tajam pada anaknya.


"Apa kau bermaksud menghabisi ku, anakku?"


"Aku hanya ingin mengakhiri ini, ayah." menatap tajam pada Daniel dengan tangan yang masih tetap menodongkan pistol.


"Ha-ha-ha, kau sudah menjadi menantu nya, dan sekarang kau berbalik menyerang ku?"


"Sepertinya kau tau cukup banyak."


Daniel kembali terkekeh, ia memulai langkahnya mendekat. Dengan tangan yang dia sembunyikan ke dalam saku celananya.


"Untuk kedua kalinya, kau menentang ku. Untuk kedua kalinya, kau menghianati ku. Dan untuk kedua kalinya, itu demi wanitamu." Daniel kian mendekat, hingga jaraknya hanya satu meter saja dari Gara."Seberapa berartinya dia untukmu?"


Daniel memangkas jarak dengan cepat kaki panjangnya melayang di udara siap menerjang kepala Gara. Dengan cepat pula Gara menunduk menghindari. Tangannya terayun mengenai perut ayahnya. Daniel terdorong mundur dua langkah dengan tubuh yang sedikit membungkuk akibat pukulan Gara tadi. Gara memangkas jarak, pandangan mata Daniel siaga. Tangan Daniel menarik kebelakang punggung. Tepat saat Gara menempelkan pistolnya di kepala sang Ayah, saat itu juga tangan Daniel terangkat ke jantung anaknya dengan menggenggam pistol kaliber 11mm.


Tatapan mata Gara begitu dingin dan tajam. Daniel terkekeh dengan sedikit demi sedikit menegakkan punggungnya.


"Apa kau meninggalkannya dalam penjagaan yang tepat...."suaranya dengan nada cemoohan,"Nak?"


Mata Gara melebar, jelas dia mencoba menguasai dirinya.Termasuk emosi dan egonya.


...****************...

__ADS_1


Malam itu Embun terbangun dalam dekapan suaminya yang hangat. Embun terduduk, dan turun dari ranjangnya dengan perlahan, agar sang suami tidak terbangun. Setelah menyelesaikan urusan nya di kamar mandi. Embun berjalan keluar kamarnya, entah kenapa malam itu ia sangat ingin melihat kedua anak kembarnya, Sean dan Kian.


Waktu menunjukkan pukul sebelas malam. Suara hujan masih terdengar mengguyur tempat itu. Walau hanya rintikan saja. Embun berdiri didepan kamar Twins, tangannya menyentuh handel pintu, perlahan dia mendorong. Akan tetapi pintu itu tak bergeming, tetap ditempatnya.


"Apa ini? Masak mereka mengunci nya?" gumam Embun."Hmm.. sepertinya anak-anak lelakiku sudah mulai besar. Pintu kamarnya saja sudah dikunci."


Embun membuang nafasnya, melangkahkan kakinya kembali ke kamar nya.


Didalam kamar Twins.


Netra Sean tampak lurus menatap kedepan, akan tetapi bola matanya bergerak kesana kemari. Jarinya seolah kompak dengan pergerakan tangan kembarannya.


"Kak."


"Twins, sepertinya kalian suka permainan ini." Kay mengulas senyum dengan jari jemari nya yang sibuk."Kakak lelah, kalian juga tidurlah."


"Ok."


"Permainan ini juga sudah berakhir."


Sean dan Kian menguap bersamaan. Kian melirik jam dinding diatas tempat tidurnya. Matanya langsung melebar.


"Jam dua?"

__ADS_1


"Sean! Ayo tidur. Kita masih harus bangun pagi." ujar Kian melompat ke kasur berbentuk mobil itu.


Sementara itu, Kayla keluar dari ruangan khusus yang berisi perangkat komputer dimana dia melakukan tugasnya. Kay berjalan perlahan, rasanya hati nya begitu tak tenang. Langkah kakinya secara tak sengaja melangkah ke pintu utama. Menatap pintu yang menutup itu. Kayla melangkah mendekat kepintu, jarak saat ini masih lebih dari lima meter, karena ruangan itu begitu luas.


Pintu terbuka, Kay mematung ditempatnya dadanya berdebar kencang. Pintu itu makin lebar terbuka suara petir yang beradu dengan suara hujan yang makin deras, terdengar kian jelas. Kilatan petir terlihat menyala di balik pintu yang terbuka itu. Sosok seorang berdiri dan bersandar pada pinggiran pintu. Bayangannya terpantul dari cahaya kilatan petir yang menyambar dibelakangnya. menciptakan siluet yang membuat Kayla bergidik. Netra melebar, dan mulutnya ternganga. Tangannya bergerak terangkat menutup agar tak kemasukan lalat.


Siapakah sosok yang bersandar itu? Kenapa kedatangannya membuat Kayla sampai ternganga? Mungkinkah Salah satu utusan Daniel? Ataukah Gara? atau mungkin Readers lebih memilih begu alias hantu saja, biar makin nggak jelas genre nya ini nopelšŸ˜‚šŸ˜‚šŸ˜‚


____^_^____


Readers, jangan lupa dukung si Othor ya


like


komen


vote


gift


terima kasih


salam

__ADS_1


šŸ„°ā˜ŗļø


__ADS_2