
Pagi itu Cathy berangkat kuliah bersama Kay. Mereka satu universitas, dalam perjalanan ke kampus. Ponsel Kayla berdering. Kay melihat layar hp nya. Gadis itu terdiam sejenak.
"Siapa?" Cathy yang menyetir menoleh sekilas lalu kembali melihat kedepan.
"Entahlah, Nomor asing."
Kay menekan tombol hijau.
📞:"Hallo?"
📞:["Kayla, Aku Daniel, ayah Gara."]
Kay tersenyum kecut. Netra nya menajam seketika.
"Jadi apakah kau ingin menyerang ku langsung Paman?" batin Kayla.
📞:["Ayo kita bertemu."]
****
"Apa?"
"Tidak ada."
"Tapi wajahmu..."
"Jangan khawatir. Aku bisa mengatasinya. Jika ada apa-apa aku akan memanggil mu." ucap Kay dengan senyuman.
Kay menggenggam erat hp nya, sejenak berdiam. Gadis itu mengirim pesan singkat pada Daddy Malvin.
***
###
Cathy selesai mata kuliahnya hari ini lebih awal, di kantin Cathy menghubungi Kay. Jika dia mungkin pulang lebih dulu.
Cathy berjalan kearah parkiran, tak sengaja melihat Sera di sebrang jalan kampusnya. Gegas Cathy menghampiri.
"Tante!"
"Sera!"
Sera menoleh merasa namanya dipanggil.
"Cathy?"
"Hay! Sendiri an Tante?"
"Cathy, jangan memanggil ku Tante." protes Sera dengan cemberut.
"Aaa... Iya. Aku panggil Mbak?"
"Aku bukan orang Jawa Cathy."
Jiahh.. Mana Cathy tau kamu orang Jawa atau bukan? Apa sih maunya dia? batin Cathy dengan senyum palsu.
"Jadi, Mau dipanggil apa?"
"Sera, atau Kaka saja."
"Hmm.. begitu. Baiklah Sera." ucap Cathy mengubah panggilan yang paling nyaman buatnya."Kenapa kau sendiri? Dimana Max?"
"Aahh, pria berkulit eksotis itu?"
Apa? kenapa dia menyebut pacarnya begitu? sungguh aneh. Batin Cathy lagi.
"Kupikir Max pacarmu."
"Memang. Apa yang kamu lakukan disini,Cat?"
"Aku kuliah di universitas ini." Jawab Cathy menunjukkan bangunan dibelakang nya.
"Wah, anak orang kaya memang berbeda."
"Mereka yang masuk ditentukan oleh prestasi, Sera."
"Baiklah. Aku sedang gabut nih, temani aku belanja."
Yaahh . Toh aku juga tidak ada kerjaan. Tidak masalah kan jika hanya sekedar menemani nya belanja. Lagi pula aku sudah lama tidak berbelanja. Batin Cathy
"Baiklah ayo." Cathy menyetujui."Apa kau bawa mobil?"
__ADS_1
"Iya!"
"Kalau begitu tunggu sebentar." Cathy berlari ke arah gedung beberapa saat kemudian dia keluar.
"Ayo."
Cathy pun masuk kedalam mobil Sera. Mereka berkendara menuju ke pusat perbelanjaan di kota.
***
Kayla menatap kunci mobil ditangan nya. Kunci mobil milik Cathy yang diserahkan pada nya tadi. Kay menggenggam nya erat.
Dibelakang nya muncul beberapa orang pria berpakaian hitam. Kay menoleh, dan tersenyum pada mereka.
"Gantilah pakaian kalian dengan baju biasa. Jangan sampai ada yang menyadari jika kalian bersamaku."
"Baik Nona." tunduk mereka bersamaan.
Tatapan mata Kay menajam.
"Setidaknya aku harus menjaga diri. Mengantisipasi kemungkinan terburuk. Walau aku tau, apa tujuannya ingin bertemu dengan ku." gumam Kayla dengan pandangan sendu.
***
Di sebuah kafetaria Daniel duduk menatap taman air yang yang mengalir. Tenang hati dan damai jiwa jika melihatnya.
Laos datang mendekat dengan sedikit membungkuk padanya.
"Tuan."
Daniel menoleh padanya.
"Nona Kayla sudah tiba."
Daniel tersenyum dan melihat pada Kay yang berdiri dibelakang Laos.
"Duduklah."
Kayla duduk diseberang Daniel.
"Ada apa Paman mencari ku?"
"Aku hanya ingin bertemu."
Daniel terkekeh.
"Kalau begitu, aku ingin memberitahu mu juga memberimu peringatan."
Kay mengulas senyum.
"Silahkan. Saya akan mendengar kan."
"Jangan dekati anakku." Daniel melempar beberapa lembar foto dimeja depan Kayla.
Kay tersenyum kecut.
"Putramu yang datang padaku."jelas Kay. "Jika tak ingin dia menemui ku, kurung saja dia dikamar." ucap Kay mencemooh.
Daniel terkekeh.
"Benar-benar putri Malvin. Kau sangat berani."
"Terima kasih. Dia ayah yang hebat buat saya."
Daniel melembar selembar undangan ke arah Kayla.
"Datanglah besok."
Kay melirik undangan berwarna merah itu. Hatinya bergemuruh, sesak tiba-tiba menyeruak menghimpit dadanya. Kayla bernafas berat.
"Itu sebagai peringatan untukmu. Untuk tidak mengganggu Gara, dia akan segera bertunangan."
Kay mengulas senyum terindah nya. Walau hatinya tercabik saat itu.
"Saya akan datang."
"Tentu saja. Kau harus datang." tegas Daniel dengan sorot mata tajam.
Daniel beranjak, mengambil langkah meninggalkan Kayla dengan senyum kemenangan diwajahnya.
"Ini adalah bayaran karena kau sudah meretas dan mengambil terlalu banyak." gumam Daniel dengan langkah pelan dan senyum sinis.
__ADS_1
Kayla masih terdiam duduk ditempat nya. Matanya menatap beberapa lembar foto didepannya. Kay mengambil satu lembar. Foto saat dia dan Gara di kolam renang. Juga saat mereka berciuman di gubuk di gunung. semua berserakan di atas meja.
Air mata Kay lolos begitu saja. Tangannya meremas ujung foto itu. Semua sesak menghimpit dadanya. Membuatnya kesulitan untuk bernafas. Kay menepuk dadanya, mencoba merontokkan semua rasa sakit di sana.
Isak kecil terdengar lirih. Saat matanya terpantik pada lembar undangan berwarna merah. Kay meraihnya dan membuka, undangan pertunangan Gara dengan seorang gadis cantik bernama Sanum.
"Jangan lemah Kay. Kau harus lebih tegar."Isak nya lirih.
***
####
Cathy dan Sera berjalan-jalan disebuah Mall. Kedua wanita itu, memasuki satu toko ke toko yang lainnya. Sera dengan tentengan, Sedang Cathy hanya membeli sepasang pakaian dan dalaman.
"Kamu hanya beli itu?" tanya Sera memastikan.
"Yaahh, hanya ini yang kubutuhkan."
"Hmmm... Begitu. Oohh ya, bagaimana hubungan mu dengan Ken?"
"Yah, karena suatu alasan kami menikah."
"Aaa... Jadi kalian sudah menikah.." Sera terdiam sejenak seolah baru sadar.
"Whaaatt??" teriaknya histeris tak percaya.
"Kalian sudah menikah? Kau? dan Kenan?" serunya lagi memastikan dengan sangat tidak percaya.
"Kenapa reaksi mu seperti itu?"
"Tentu saja ini sangat mengejutkan."ucap Sera dengan wajah yang masih tampak terkejut yang tidak dapat disembunyikan.
Cathy tersenyum kikuk.
"Yaahh.. banyak yang terjadi, jadi akhirnya kami menikah."
"Siapa yang menikah?" suara seorang pria muncul dari belakang kedua gadis itu.
Sera dan Cathy menoleh bersamaan,
"Max?"
"Dia! Bocah ini dengan Ken. Kau terkejut kan?"
Max sedikit memundurkan tubuhnya dengan tangan yang dia tempatkan dibawah janggutnya.
"Benarkah?"
Cathy lagi-lagi tersenyum kikuk.
"Tapi, aku baru saja melihat Ken dengan seorang berambut panjang." Max menunjuk kearah belakang.
"Apa?" Sera dan Cathy sama-sama memekik terkejut.
Mata Cathy langsung melebar melihat arah yang Max tunjuk.
"Ooommmm Keeennnn.." geram Cathy, diujung belakang Max melihat suaminya dengan seorang wanita berambut panjang..
Sera pun melongok melihat, mulutnya membulat.
"Itu kaann..."
Sera menoleh pada gadis disampingnya, Sera terlonjak, tubuh gadis itu sudah berkobar siap membakar apa saja yang ada didekatnya.
"Ya Tuhan, bakal jadi perang nih." seru Sera dengan senyum dipaksakan.
"Sssttt.... diam saja! ini bakal menarik." Max merangkul pundak Sera.
____
Waahh, Readers, kira-kira apa ya yang bakal terjadi?😅
_____^_^_____
My reader, kasih author ini semangat dong biar up terus setiap hari.
Like
Komen
Terima kasih.
__ADS_1
salam hangat
☺️