Gadis Somplak Milik Cassanova

Gadis Somplak Milik Cassanova
71


__ADS_3

Pengantin baru tersebut baru saja akan terlelap lagi, tetapi panggilan dari Arga membuat Pandu bermalas-malasan turun dari tempat tidur. Ketika pintu kamar tersebut telah dibuka terlihatlah Arga datang bersama dengan seorang pelayan yang membawa troli berisi makanan.


Arga membungkuk hormat ketika berhadapan dengan Pandu. Dengan segera Pandu menyuruh Arga dan pelayan tersebut untuk masuk dan menaruh makanan di atas meja. Setelahnya pelayan segera berpamitan keluar.


"Selamat menikmati makanannya, Tuan." Arga membungkuk hormat kembali sebelum berpamitan dari sana. Namun, Pandu justru mengekor Arga sampai ke depan pintu hingga membuat lelaki itu menjadi curiga.


"Adakah lagi yang harus saya bantu, Tuan?" tanya Arga. Berbalik dan menatap wajah Pandu dengan lekat.


"Ga, siapkan kejutan untuk istriku." Kening Arga mengerut mendengar permintaan dari atasannya tersebut.


"Kejutan? Kejutan apa, Tuan?" tanya Arga heran. Pandu tidak menjawab, tetapi dia berbisik tepat di telinga Arga. Memberitahu hal apa yang sedang direncanakan.


Bola mata Arga membulat sempurna mendengar permintaan dari Pandu. Bahkan, dia menatap Pandu dengan begitu menelisik untuk meyakinkan bahwa pendengarannya tidaklah salah. Seakan paham dengan kebingungan Arga, Pandu pun mengangguk tanda mengiyakan.


"Tapi, Tuan?" Arga tampak ragu.


"Aku memberi perintah bukan untuk dibantah, Ga." Pandu berkata dengan tegas. Embusan napas kasar pun terdengar keluar dari mulut Arga.


"Baiklah." Arga pun pasrah dan berpamitan pergi.


Setelah bayangan Arga menghilang dari pandangan, Pandu segera masuk kembali ke apartemen dan mengajak Rasya untuk makan.


Melihat makanan mewah yang tersaji di depannya membuat Rasya begitu antusias saat menyantap. Pandu yang melihat itu pun menjadi begitu gemas.


"Om, ini enak sekali." Rasya mengusap perutnya yang kekenyangan. Pandu tidak menyahut, hanya meletakkan sendok dan garpu secara tertelungkup.

__ADS_1


"Kamu mau lagi?" tanya Pandu menawari. Namun, Rasya menggeleng dengan cepat.


"Kalau perutku meledak gimana, Om." Rasya langsung terdiam saat Pandu tiba-tiba mencium bibirnya. Melum*tnya dengan begitu lembut. Perlahan, tetapi pasti. Rasya membuka mulut dan membiarkan lidah Pandu mengakses seluruh rongga mulutnya.


Pandu tanpa sadar menidurkan Rasya di sofa lalu menindih tubuh istrinya. Ciuman mereka tidak terlepas sama sekali, bahkan lidah mereka kini saling berbelit. Tangan Pandu berada di bukit kenyal milik Rasya dan merem*snya dengan perlahan. Desah*n Rasya langsung terdengar saat ciuman tersebut baru saja terlepas.


"Kamu masih datang bulan?" Napas Pandu terdengar memburu karena napsu yang sudah naik ke ubun-ubun.


"Masih, Om. Belum bersih." Rasya merasa tidak enak hati saat melihat kekecewaan memenuhi wajah suaminya. "Maafin aku, Om."


"Maaf? Untuk apa?" tanya Pandu heran.


"Karena belum bisa melaksanakan kewajiban sebagai seorang istri," sahut Rasya. Kepalanya sedikit tertunduk.


Pandu menangkup wajah Rasya supaya gadis itu mau menatapnya. "Aku tidak akan menuntut kamu harus melayaniku saat ini."


"Itu hanyalah masa lalu. Aku janji, mulai saat ini aku tidak akan bermain wanita lagi. Dulu aku hanya ingin menghapus perasaan untuk Amira, tapi sekarang hatiku sudah milikmu." Pandu tersenyum melihat wajah Rasya yang mulai merona. Bahkan, senyum di bibir gadis itu tercetak dengan jelas.


"Om, terima kasih banyak." Rasya memeluk Pandu dan langsung dibalas erat oleh lelaki itu.


"Sekarang bantu aku," pinta Pandu.


"Bantu apa, Om?" Rasya mendongak dan menatap curiga saat melihat bibir Pandu tersenyum licik.


"Tidurin adik kecilku," sahut Pandu.

__ADS_1


"Enggak mau!" Rasya melepas pelukannya dan melipat tangan di depan dada.


"Kenapa?" tanya Pandu kecewa.


"Aku enggak mau nelan yang asin-asin lagi. Aku tuh pecinta manis bukan asin, Om."


"Kemarin aku tidak sengaja. Kalau seperti itu 'kan tidak sadar." Pandu menimpali dengan kesal.


"Aku bantu pakai ini saja, tapi sebisanya aja ya, maklum masih amatiran." Rasya mengangkat tangan kiri dan menaik-turunkan alisnya.


Pandu tidak membuka suara. Dia langsung mengangkat tubuh Rasya dan membopong istrinya tersebut menuju ke kamar.


••••


Thor kapan MP nya si Kurap Panu?


Ciee, nungguin ya?


Bentar lagi, Insya Allah.


pokoknya sebelum puasa Othor pastikan Panu celup keris ya 😁


Jangan lupa dukungan kalian buat Othor dibanyakin.


Bab selanjutnya masih proses ngetik 😉

__ADS_1


Selamat pagi dan jangan lupa awali harimu dengan senyuman 🥰


__ADS_2