Gadis Somplak Milik Cassanova

Gadis Somplak Milik Cassanova
89


__ADS_3

Setelah puas melampiaskan kekesalan. Pandu akhirnya mengizinkan Rasya menghubungi Gatra meski dalam hati dia merasa begitu tidak ikhlas. Dia menelepon Arga supaya mengirim kembali nomor Gatra ke ponsel Rasya. Andra pun merasa tidak enak hati, tetapi dia tidak bisa pergi begitu saja. Masih terbayang tatapan Pandu kepadanya yang begitu tajam.


Gatra merasa heran dan terkejut saat Rasya menghubungi dirinya. Bahkan, awalnya dia merasa begitu ragu untuk mengangkat panggilan tersebut. Setelah menimbang dan memikirkan, Akhirnya Gatra menerima panggilan tersebut dan hanya bisa mengiyakan permintaan Rasya.


"Sudah?" tanya Pandu saat Rasya baru saja mematikan panggilan tersebut lima detik yang lalu.


"Dah! Aku enggak macam-macam 'kan?" Rasya tersenyum meledek ke arah Pandu yang justru memasang wajah malas.


"Ndra, besok kamu ke restoran Gama dan aku yang akan mengantarmu ke sana."


"Kamu yang benar saja! Aku tidak mengizinkan!" sela Pandu sewot.


"Kita berdua yang akan mengantar. Kamu puas?" Lama-kelamaan Rasya dongkol sendiri menghadapi kebucinan Pandu.


Pandu hendak protes lagi, tetapi melihat Rasya sudah mendelik ke arahnya, Pandu pun mengurungkan niatnya dan lebih memilih untuk menyanggupi. Setelahnya, Rasya menyuruh Andra untuk pulang. Lelaki itu bersyukur dan bergegas pergi sembari mengembuskan napas lega berkali-kali.


Setelah Andra tidak lagi terlihat, Rasya dan Pandu pun segera masuk kembali. Dalam hati Pandu merapalkan doa supaya tidak ada lagi pengganggu karena cacing di perutnya sudah meronta meminta di isi makan.

__ADS_1


"Akhirnya elu balik juga, Ra." Zety tersenyum semringah melihat kedatangan sahabatnya.


"Hmm." Rasya menjawab malas. Dia duduk di samping Pandu dan membiarkan lelaki itu mengambilkan makanan untuknya.


Ketiga sahabat Rasya merasa makin cemburu melihat betapa perhatiannya Pandu kepada Rasya. Termasuk Arga yang sedikit tidak percaya. Pandu tidak mengucapakan sepatah kata pun dan lebih memilih mengisi perutnya dengan cepat karena sudah kelaparan sedari tadi. Bahkan, dia sedikit tidak acuh pada keluarga yang begitu sibuk mengobrol.


***


Malam hari di rumah pribadi Pandu. Lelaki itu merasa begitu gelisah sejak pulang dari rumah sakit. Bayangan Rasya yang bertemu dengan Gatra begitu mengusik pikirannya. Pandu sudah berusaha keras mengusir, tetapi bayangan tersebut seolah menggoda dan terus saja hadir.


Rasya yang baru selesai mandi pun merasa heran saat melihat Pandu sedang duduk di atas tempat tidur, dan lelaki tersebut terlihat menggeleng berkali-kali. Rasya segera mendekati suaminya dan duduk di samping lelaki tersebut.


"Tidak papa. Kamu sudah selesai?" Pandu balik bertanya. Dia begitu tergoda saat aroma shampo dari rambut Rasya menguar dan masuk ke indera penciumannya.


"Udah. Kamu mandi sana, gih. Udah bau asem," goda Rasya. Dia terkejut saat Pandu menarik tubuhnya masuk dalam dekapan lelaki itu secara tiba-tiba. Pandu mencium puncak kepala Rasya, dan menghirup wangi itu secara dalam. Namun, Pandu mendadak gelisah saat merasakan tubuhnya sedikit memanas.


"Mandikan aku," pinta Pandu. Rasya mendongak dan tatapan mereka berdua pun bertemu. Pandu dengan gemasnya mendaratkan ciuman di kening istrinya.

__ADS_1


"Kamu udah gede, Mas. Masa iya minta dimandiin sama aku yang notabene masih anak kecil," goda Rasya.


"Anak kecil? Mana ada anak kecil, tapi udah pinter bikin anak kecil juga." Pandu terkekeh meledek istrinya.


"Heh, aku tuh sebenarnya polos, Mas. Aku pinter bikin anak kecil juga karena kamu yang jadi gurunya 'kan? Guru yang udah sangat berpengalaman dan profesional," ucap Rasya setengah menyindir.


Pandu pun merasa, dia bergegas bangun dan membopong Rasya menuju ke kamar mandi. Tentu saja Rasya menolak karena dia baru saja selesai mandi. Namun, Pandu tidak peduli dan tetap berjalan santai dengan beberapa kali menciumi wajah Rasya.


"Aku enggak mau mandi lagi!" Rasya berbicara ketus tanpa melepaskan rangkulan tangannya di leher Pandu.


"Aku akan membuat sebuah kejutan sebelum kamu bertemu lelaki itu besok pagi."


Rasya menelan ludahnya kasar saat melihat senyum seringai tampak terlihat jelas di sudut bibir Pandu. Dalam hati dia berdoa semoga Pandu tidak akan melakukan hal yang aneh-aneh padanya.


••••


Hayo loh, kejutan apa lagi?

__ADS_1


enggak ada yang kangen Othor kah?


😅😅😅


__ADS_2