
"Tuan, saya mohon jangan bawa ke klinik." Zahra menangkup kedua tangan di depan dada dengan begitu memohon.
Arga menoleh ke arah Zahra sekilas, lalu kembali fokus pada setir kemudi. "Kenapa? Aku yang akan tanggung biayanya."
"Terima kasih banyak, Tuan. Tapi tidak perlu, lebih baik Anda bawa saya ke apartemen saja, biar nanti Suketi sama Markonah yang bantu mengobati." Zahra berkata yakin, sedangkan Zety dan Margaretha saling berpandangan.
"Bantu pakai apa?" tanya Arga menuntut.
Zahra menoleh ke arah sahabatnya yang saat ini justru sedang menatap penuh tanya. Zahra menggerakkan bibir untuk memberi kode, tetapi baik Zety maupun Margaretha tidak ada yang paham sama sekali.
"Ehem!" Arga berdeham, mengejutkan Zahra hingga membuat tubuh gadis tersebut terlonjak. "Sudah selesai bisik-bisiknya?" sindir Arga ketus.
"Em ... em ...."
"Jadi, mereka akan sembuhin kamu pakai apa?" Arga kembali mengajukan pertanyaan karena tadi belum juga mendapat jawaban.
"Pakai apa!"
"Minyak Nyong-nyong," sahut Zahra asal. "Astaga!" pekikan gadis tersebut terdengar menggema di mobil karena Zety yang duduk di belakang sudah memukul kepala Zahra dengan cukup kencang.
"Elu yang bener aja, Zae!" cebik Zety kesal.
"Sakit, Suk!" Zahra mengusap kepala sembari menggerutu, mengumpati sahabatnya.
"Lagian elu aneh-aneh aja, Zae. Mana ada minyak Nyong-nyong di Amerika. Elu pikir kita deket sama warungnya Mpok Saodah!" protes Zety. Dia merasa sangat kesal dengan sahabatnya tersebut.
__ADS_1
Namun, Zahra justru tidak merasa bersalah dan kembali memberi kode yang sialnya tidak dimengerti oleh Zety maupun Margaretha. Arga yang melihat itu pun hanya menggeleng dengan bibir tersenyum tipis.
"Zae! Elu ngomong yang kenceng napa! Kita bukan lagi bisik-bisik tetangga!" Margaretha yang giliran sewot dan langsung mendapat tatapan tajam dari Zahra.
"Elu bisa kecilin suara enggak, sih!" Zahra bersidekap dan memasang wajah sebal.
Tiba-tiba tubuh Zahra membeku saat mobil Arga berhenti di depan rumah sakit. Dia tidak menyadari kalau ternyata mereka bukan pulang ke apartemen. Zahra makin merasa gelisah. Zety dan Margaretha pun menatap heran ke arah sahabatnya.
"Zae, elu kenapa?" tanya Zety.
"Gue malu." Zahra mengusap wajah untuk mengurangi kegugupannya.
"Kenapa mesti malu? Tadi Tuan Arga udah bilang bakal bayar biaya pengobatan kamu. Jadi, kita enggak bakal utang," timpal Margaretha santai. Zahra menatap Arga yang baru saja keluar dari mobil.
"Bukan itu masalahnya." Zahra tampak makin gelisah.
"Em ...." Belum juga Zahra menjawab, Arga sudah membuka pintu mobil dan bersiap untuk menggendong Zahra.
"Tuan, mau apa?" tanya Zahra bingung.
"Mau bunuh kamu!"
"Astaga." Zahra memegang leher dan bergidik ngeri membayangkan Arga benar-benar mencekiknya sampai mati. "Jangan, Tuan."
"Kenapa? Kamu takut? Di sini tidak ada yang mengenalmu. Kalau kamu mati tidak ada yang tahu," kata Arga dengan senyum seringai.
__ADS_1
"Jangan lupakan kita, Tuan!" Zety dan Margaretha berkata bersamaan membuat tubuh Arga terjengkit karena terkejut. Arga mengumpat dalam hati kenapa bisa melupakan dua gadis sengklek lain yang di dalam mobil. Zahra tidak lagi takut, tetapi dia terkekeh melihat wajah sebal Arga.
Saking kesalnya, Arga membopong Zahra begitu saja. Tidak peduli meski gadis itu meronta. Arga membawa ke ruang IGD untuk segera ditangani. Selama di sana, tiga gadis itu hanya melongo saat mendengar Arga berbincang dengan perawat di sana menggunakan bahasa Inggris. Jujur, ketiga gadis tersebut tidak bisa berbahasa Inggris. Ralat, berempat dengan Kurap juga.
Di saat perawat akan membuka sepatu yang dikenakan Zahra, gadis itu dengan cepat menolak. Namun, Arga dengan terpaksa memegang kaki Zahra.
"Jangan, Tuan!" Zahra masih berusaha meronta. Namun, Arga menulikan telinga dan memaksa melepas sepatu Zahra.
"Astaga, Zaenab!" Lengkingan suara Zety dan Margaretha menggema di ruangan tersebut saat melihat kaos kaki yang dikenakan Zahra bolong hingga tiga jari kaki Zahra terlihat keluar. Arga pun tak kuasa menahan tawa, sedangkan Zahra yang sudah kepalang malu hanya bisa membenamkan wajah di dada Arga, tanpa sadar.
•••
Selamat sore guys
Weh, Thor kok sekarang jarang update?
Selama bulan Ramadhan Othor sibuk di dunia nyata jadi selow update ya
Othor juga usahakan update sore selama puasa, takutnya nanti bikin batal kalau siang 😂 padahal ada yang baca siang hari juga 🙈
Selamat berpuasa bagi yang menjalankan
jangan lupa berbukalah dengan yang manis-manis.
Lihatin Othor misalnya 😂
__ADS_1
Awas diabetes karena manisnya Othor overdosis 😅