Gadis Somplak Milik Cassanova

Gadis Somplak Milik Cassanova
80


__ADS_3

Rasya justru terdiam saat melihat bagaimana Pandu melindunginya. Dia tidak menyangka kalau lelaki itu akan bersikap begitu romantis. Tanpa berbasa-basi Rasya langsung naik ke gendongan Pandu. Hampir saja mereka terjatuh karena Pandu dalam keadaan tidak siap.


"Jangan bertindak kurang ajar! Meskipun kamu adalah sahabat nona muda, tapi aku tidak akan membiarkan siapa pun melukai Tuan Pandu!" Ucapan tegas Arga mampu membuat Zahra menciut. Bahkan, tubuh gadis itu sampai bergetar saking takutnya. Mereka pun mengalihkan pandangan ke arah Arga yang sedang menatap Zahra dengan tajam.


"Mas, jangan hukum Zaenab. Dia tidak sengaja melakukannya." Rasya berkata lembut, bahkan Rasya mengusap leher Pandu dengan perlahan hingga membuat tubuh lelaki itu meremang seketika.


"Kamu akan memberiku apa kalau aku tidak memberi hukuman pada temanmu itu?" tanya Pandu begitu menuntut. Rasya memutar bola mata berusaha mencari ide.


Ketiga teman Rasya hanya harap-harap cemas. Semoga saja Rasya bisa merayu Pandu hingga terbebaslah mereka dari hukuman. Beberapa saat kemudian, senyum Rasya mengembang saat sudah memiliki ide. Dia pun berbisik di telinga Pandu, dan lelaki itu pun ikut tersenyum sembari mengangguk pelan.


"Baiklah." Pandu mencium pipi Rasya sekilas. Namun, mampu menambah kadar iri dari ketiga sahabat Rasya.


"Sudahlah, Ga. Aku baik-baik saja. Lagian, dia tidak sengaja." Pandu berkata lembut, dan Arga begitu tercengang saat mendengarnya. Biasanya, Pandu akan marah besar jika terjadi hal seperti itu.


"Tuan ...." Arga menghentikan ucapannya saat Pandu memberi kode untuk berhenti berbicara.


Segarang apa pun seorang pria, dia akan menjadi jinak di depan wanita yang dicintai. Aku jadi penasaran, hal apa yang dijanjikan Nona Rasya. Kenapa Tuan Pandu langsung mengiyakan begitu saja. Jangan-jangan ....


Arga menggeleng untuk mengusir pikiran kotor yang merasuki otaknya. Dia tidak mau otak sucinya menjadi tercemar.


***

__ADS_1


"Ayo kita ke kamar dan kamu harus menepati janjimu," tagih Pandu karena dirinya sudah merasa bosan sedari tadi hanya menunggu Rasya yang terus mengoceh bersama ketiga sahabatnya. Bahkan, Pandu merasa diabaikan begitu saja.


"Bentar lagi, Mas. Aku belum ngantuk." Rasya menjawab santai, tetapi dia berkali-kali terlihat menguap.


"Ke kamar sekarang atau aku akan ...." Pandu menghentikan ucapannya saat melihat Rasya yang sedang melirik ke arahnya. Bahkan, tubuh Rasya duduk tegak dengan tangan berkacak pinggang.


"Kenapa kamu seperti itu? Kamu mau marah?" sewot Pandu sebelum Rasya membuka suara.


"Enggak!" jawab Rasya cepat.


"Lalu?"


"Gendong." Rasya menghentakkan kaki seperti anak kecil. Namun, tubuh Rasya langsung terjatuh ke lantai karena ketiga sahabatnya mendorong dengan cukup kencang.


"Udah gede pakai minta gendong!"


"Kaya bayi tua!"


"Astaga. Diam!" pekik Rasya. Tiga gadis itu pun langsung terdiam seketika. "Bisa enggak kalian kalau ngomong jangan estafet gitu?"


"Enggak!" sahut mereka bertiga kompak. Rasya mendengkus kasar saat mendengarnya, sedangkan Pandu dan Arga memijat pelipis karena merasa pusing.

__ADS_1


"Ga, lama-lama aku bisa gila kalau terlalu sering dekat mereka," keluh Pandu. Embusan napas tampak berkali-kali keluar dari mulutnya.


"Terima saja nasib Anda, Tuan. Kesabaran Anda sedang diuji," ucap Arga setengah meledek.


"Jangan meledekku, Ga! Atau kamu akan merasakan yang kurasakan saat ini." Pandu begitu kesal, tetapi Arga tetap terlihat tenang. Arga yakin, saat di depan Rasya, Pandu akan menjadi lelaki lemah dan tidak berdaya.


Arga tidak menyadari kalau dirinya bisa saja merasakan apa yang Pandu rasakan kalau Othor sudah berkehendak, wkwkwk


โ€ขโ€ขโ€ขโ€ข


Thor!


Oe!


Kenapa jarang update?


Selama bulan puasa Othor slow update karena sibuk di dunia nyata ya


terima kasih untuk kesetiaan dan dukungan kalian


lope you All, emuach emuach ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…


__ADS_2