Gairah Cinta Zerin & Zidan

Gairah Cinta Zerin & Zidan
Bab 71 - Pernikahan Super Mewah


__ADS_3

Ketika uang ada, maka kebahagiaan semakin sempurna. Benarkah? - Auraliv.


...༻∅༺...


Masa ujian akhir telah berlalu. Zerin dan Zidan tengah sibuk mengurus keperluan untuk menjadi dokter koas. Selain itu, keduanya juga harus disibukkan dengan persiapan acara pernikahan.


Butuh waktu satu bulanan untuk mempersiapkan pernikahan. Karena acara pernikahan yang diadakan oleh keluarga Dirgantara akan sangat mewah.


Kini Zidan dan Zerin baru saja tiba di salah satu butik milik perancang baju terkenal. Mereka akan melakukan fitting baju. Zerin menjadi orang yang keluar lebih dulu dari Zidan. Dia terheran melihat calon suaminya tidak kunjung turun dari mobil.


"Sayang?" panggil Zerin.


"Tunggu," sahut Zidan. Dia sebenarnya sedang berkutat dengan kamera. Zidan tidak akan melewatkan momen penting saat melihat Zerin mengenakan gaun pengantin untuk yang pertama kali.


Zidan segera keluar ketika kameranya sudah siap. Dia menggandeng tangan Zerin. Mereka melenggang bersama memasuki butik.


Perancang baju yang merupakan pemiliki butik sudah menunggu. Dia langsung menyambut kedatangan Zidan dan Zerin. Namanya adalah Nilam Erose.


"Aku sangat terhormat keluarga Dirgantara memilihku untuk merancang baju untuk kalian." Nilam menyalami Zidan dan Zerin secara bergantian.


"Kami juga merasa terhormat dibuatkan pakaian oleh perancang baju yang sudah mendunia," tanggap Zidan.


Nilam tersenyum sambil melambaikan tangan ke depan wajah. Dia tidak membantah. Sebab Nilam memang merupakan perancang baju yang karyanya sudah mendunia.


Nilam mengajak Zerin untuk mengenakan gaun buatannya. Sekarang perempuan itu sudah memakai gaun pengantin berwarna putih.


"Aku tinggal dulu ya. Aku harus menjawab panggilan telepon sebentar. Sekalian juga aku akan menyuruh Zidan ke sini," ujar Nilam. Dia beranjak sembari memposisikan ponsel ke telinga. Lalu mempersilahkan Zidan untuk melihat Zerin.


Terlihat seorang pelayan butik menemani Zerin. Dia membiarkan Zerin berbuat sesuka hati. Perempuan tersebut tidak berhenti bercermin.


Zidan diam-diam masuk. Dia memotret Zerin dengan kameranya. Bunyi jepretan sontak membuat Zerin langsung menoleh. Zidan juga tampak mengenakan setelan jas yang akan dipakainya ketika pernikahan nanti.


"Sayang!" tegur Zerin.


"Kau siapa? Bagaimana bisa bidadari sepertimu mengenalku?" tanggap Zidan seraya meletakkan kamera ke meja. Berlagak tidak kenal. Dia menunjukkan dada dengan tangannya sendiri.


"Apaan sih." Zerin tidak kuasa menahan senyuman.


"Maaf, gombalanku kuno banget. Lupakan apa yang aku katakan tadi." Zidan langsung mendekat. Dia memegangi pinggul Zerin yang langsing dengan dua tangan.


"Tapi aku suka," ungkap Zerin. "Aku suka segala hal tentangmu..." sambungnya sembari meletakkan tangan ke pundak Zidan.


Senyuman mengembang di wajah Zidan. Ia segera mencium kening Zerin. "Aku juga suka segala hal tentangmu..." balasnya. Zidan dan Zerin saling menatap lekat.

__ADS_1


Membuat pelayan butik merasa tidak enak berada di sana. Terlebih dia sedang sendirian. Alhasil pelayan butik itu hanya menundukkan kepala.


"Sekarang, berposelah! Aku akan mengambil gambarmu," saran Zidan. Dia segera mengambil kamera dari meja.


"Baiklah. Tapi kau juga harus di foto," ujar Zerin.


Zidan tidak merespon. Dia sudah asyik mengambil gambar Zerin secara beruntun.


"Sayang!" Zerin hanya bisa tertawa. Dia merasa seperti bintang yang terus mendapatkan kilatan kamera.


Ilustrasi foto Zerin yang diambil Zidan :





Zidan tidak berhenti mengambil foto Zerin. Sampai akhirnya kamera kehabisan baterai.


"Sekarang giliranmu! Kita juga harus berfoto berdua," cetus Zerin. Dia tidak tahu kalau kamera Zidan sudah kehabisan baterai.


"Nih!" Zidan memberikan kameranya kepada Zerin. Ia berusaha menahan tawa. Lalu berpura-pura berpose untu Zerin. "Ayo foto aku," katanya.


"Kok kameranya nggak nyala?" keluh Zerin.


"Apa? Bagaimana bisa? Tadi bisa kok," tanggap Zidan yang masih diam di tempat.


Zerin memicingkan mata. Dia bisa melihat ekspresi Zidan yang penuh kepura-puraan. Zerin segera melayangkan pukulan ke pundak lelaki itu.


"Ish! Kerjaannya ngerjain aku terus ya," geram Zerin.


"Siapa yang ngerjain. Kan kameranya memang kehabisan baterai," balas Zidan. Dia segera memeluk Zerin. "Nanti pas acara pernikahan, aku yakin kau akan melihat banyak fotoku," tambahnya.


Zerin memanyunkan mulut. Meskipun begitu, dia merasa nyaman berada dalam dekapan Zidan.


Setelah fitting baju pengantin, Zidan membawa Zerin ke sebuah jalanan sepi. Hal tersebut sontak membuat Zerin menyipitkan mata.


"Kamu tuh suka banget mesum di tempat beginian," komentar Zerin.


"Dih! Siapa yang mau mesum." Zidan memundurkan dirinya. Kemudian membuka lebar kedua kaki. Dia menepuk ruang kosong yang ada di depannya. Mengisyaratkan bahwa ruang tersebut disediakan untuk Zerin.


"Mau ngapain?" Zerin tidak mengerti.

__ADS_1


"Aku dengar dari ibumu. Katanya kau kesulitan belajar mengemudi. Mungkin kalau aku yang mengajarinya kau akan lebih baik," ucap Zidan percaya diri.


Zerin terkekeh seraya menggelengkan kepala. "Kalau belajar sama kamu malah bikin kacau tahu nggak. Kamu nggak bisa serius. Apalagi kalau sama aku," tukasnya.


"Sudah... Dicoba saja dulu. Ayo duduk sini, Sayang..." ujar Zidan.


Zerin memutar bola mata jengah. Dia terpaksa menuruti Zidan. Perempuan itu segera duduk di kursi yang sama dengan Zidan. Zerin dalam keadaan membelakangi lelaki tersebut.


"Pertama-tama, nyalakan mesin," ujar Zidan.


"Aku sudah tahu cara menyalakan mobil kok. Aku tuh cuman bingung ngarahinnya aja," sahut Zerin.


"Ya udah, sekarang jalanin mobilnya," suruh Zidan yang langsung dilakukan oleh Zerin.


Zidan mengajari Zerin dengan telaten. Sampai perempuan itu akhirnya mampu mengendalikan mobil.


"Harusnya sejak awal aku belajar denganmu saja," imbuh Zerin kegirangan. Dia mulai lihai mengendalikan mobil.


Zidan tersenyum miring. Tangan nakalnya mendadak mencengkeram kedua buah dada Zerin sekaligus.


"Sayang!" Zerin kaget. Dia reflek menghentikan mobil.


Zidan justru tergelak geli. Menyebabkan mata Zerin langsung mendelik. Perempuan itu duduk berbalik menghadap Zidan. Ia memberi hukuman dengan cara menjewer telinga Zidan.


"Aaa!" kini Zidan yang mengerang kesakitan. Membuat Zerin sontak tertawa lepas.


"Awas kau ya!" ancam Zidan.


"Emang mau ngapain?" tantang Zerin sembari mengangkat dagu.


"Menurutmu?" satu tangan Zidan mencengkeram ribuan helai rambut Zerin. Membuat perempuan itu mendongak. Barulah dia menenggelamkan wajah ke dada Zerin.


Karena kunci masih dalam mode menyala, klakson mobil berbunyi. Tepat saat Zerin tidak sengaja menyandar ke alat kemudi. Dia dan Zidan sama-sama kaget sampai berjengit. Keduanya berakhir tertawa. Lalu saling berciuman. Kebahagiaan yang mereka rasakan rasanya tidak akan bisa dijelaskan dengan kata-kata.


Beberapa hari terlewat. Hari pernikahan yang digadang-gadang sebagai acara pernikahan termewah itu akhirnya tiba.


Pernikahan Zerin dan Zidan dilangsungkan di dua tempat sekaligus. Tempat utama dilaksanakan di ruangan khusus di hotel bintang mewah terbaik. Sedangkan tempat kedua berada di balai pemerintah yang dikhususkan untuk tamu umum. Pihak polisi dan medis juga ikut andil membantu. Mereka memastikan acara berlangsung lancar dan aman.


Dekorasi pernikahan di tempat utama tampak di dominasi dengan warna putih dan emas. Belum lagi jenis makanan yang tersedia. Hidangannya tidak hanya makanan khas Indonesia, tetapi juga western. Jenis camilan yang tersedia juga sangat beragam.


..._____...


Catatan Author :

__ADS_1


Buat semua readers, kata Zidan dan Zerin kalian di undang. Datang ya... 😆


__ADS_2