
...Geng 3D...
...༻∅༺...
Di setiap akhir pekan, Defan selalu bertemu dengan dua sahabatnya. Mereka sering menghabiskan waktu di cafe dan juga tempat karaoke.
3D, begitulah Defan dan dua sahabatnya menyebut nama grup pertemanan mereka. Ketiganya sangat cocok dalam segala hal. Terutama mengenai arah pandangan tentang masa depan.
Kini Defan, Disha, dan Dimas sedang asyik bernyanyi di tempat karaoke. Mereka juga sesekali bernyanyi secara bergantian.
Kebetulan sekarang Dimas yang kena giliran menyanyi sendiri. Dia terdengar menyanyikan lagu bernada lambat. Sementara Defan dan Disha duduk bersebelahan di sofa.
"Gimana sekolah? Boring nggak?" tanya Disha. Menatap Defan dengan sudut matanya. Dia merupakan satu-satunya perempuan dalam lingkaran pertemanan 3D.
"Banget!" jawab Defan seraya mendengus kasar.
"Sama! Aku bingung kenapa banyak orang yang menyebut SMA adalah masa paling seru. Itu bohong seratus persen!" tegas Disha. Pembicaraannya dan Defan terkadang begitu berkelas. Wajar, keduanya sama-sama berasal dari keluarga konglomerat.
"Kau nggak punya pacar, Sha?" tukas Defan penasaran.
__ADS_1
"Kagak! Nggak berminat. Catat itu ya! Dan bilangin sama cowok-cowok di sekolahmu!" ujar Disha menegaskan.
"Galak amat. Bilang aja kau masih suka sama Kak Aksa kan?" goda Defan sembari menggerakkan alisnya dua kali. Aksa sendiri adalah kakak kelas Disha dan Defan saat SMP.
Wajah Disha seketika memerah. "Eh, jangan asal bacot! Aku ngga suka sama cowok mana pun! Aku harus berapa kali bilang sih! Kalau kejadian itu cuman salah paham," jelasnya.
"Kejadian apa, Sha?" Mendengar ada perdebatan di antara Defan dan Disha, Dimas segera berhenti bernyanyi.
"Disha lagi kangen sama Kak Aksa katanya," ucap Defan. Dia lantas tergelak bersama Dimas.
"Oh jadi ingat sama kejadian pasca di UKS itu... Pantesan semua cowok ditolak. Ternyata cuman Kak Aksa yang ada di hati Disha." Dimas ikut-ikutan menggoda Disha. Dia dan Defan cekikikan bersama.
Disha berkacak pinggang. Mempelototi dua sahabatnya yang terkadang bersikap menyebalkan. Tanpa pikir panjang, Disha segera memukuli Defan dan Dimas dengan bantal sofa.
Sedangkan Defan sibuk memilih-milih lagu di daftar karaoke. Lelaki itu sudah melakukannya dua puluh menit yang lalu.
"Kurang kerjaan amat," komentar Disha sinis. Dia memasukkan ponsel ke dalam tas selempangnya.
"Main ponsel nggak seru," sahut Defan.
__ADS_1
"Ya nggak seru kalau nggak punya pacar!" Dimas menyahut. Mata Defan dan Disha lantas mendelik bersamaan. Mengingat keduanya sama-sama tidak memiliki pacar. Atau lebih tepatnya tidak tertarik berpacaran.
"Udah! Mending temanin aku ke toilet." Disha menarik tangan Defan. Memaksa lelaki itu untuk ikut dengannya.
"Anjir! Kau nggak pernah berubah, Sha. Mau sampai kapan kau minta ditemanin kami ke toilet. Aku sama Defan itu cowok woy!" kata Dimas. Bertepatan dengan beranjaknya Defan dan Disha dari ruangan.
Disha memang selalu minta ditemani saat ke toilet. Bahkan dia tidak malu minta ditemani teman lelakinya. Disha bilang, dia trauma dengan kejadian yang pernah terjadi di masa kecilnya dulu. Tetapi sampai sekarang Disha tidak pernah memberitahu kejadian yang dirinya maksud itu.
"Sumpah, Sha! Mending kau cari asisten khusus buat temanin kamu ke toilet deh. Aku merasa was-was tahu nggak setiap kali masuk toilet cewek," ucap Defan. Dia dipaksa Disha untuk berjaga di depan pintu bilik toilet.
"Sabar... Lagian toiletnya lagi sepi kok. Aku kan suruh kamu masuk karena nggak ada orang di dalam," sahut Disha.
Defan mendengus kasar. Dia dan Dimas sudah terbiasa mendengar suara air kencing Disha. Ketiganya memang sahabat sejati. Sudah melalui suka dan duka bersama selama beberapa tahun terakhir.
..._____...
Catatan Author :
Btw guys, novel Defan dan Disha sudah up ya. Ini bakalan jadi bonus chapter terakhir tentang Defan. Nanti dilanjutkan sama cerita Giana yang perfeksionis dan hobinya mengatur orang.
__ADS_1
Buat yang penasaran, silahkan cek profilku ya. Cerita geng 3D akan berlanjut di sana... Love you 😘