Hanya Zi

Hanya Zi
Pertemuan Tak Terduga


__ADS_3

“Mudah-mudahan kamu suka ya Zi hadiah dari kita” sahut Reza


“Aku bingung harus bilang apa sama kalian, aku terharu banget tahu enggak? ”


“TAAAUU” kompak Reno dan Reza “Haha” dan mereka tertawa bersama. Saat mereka berpamitan Reno kembali berwasiat


“Salam ke Ibu sama Ayah kamu ya Zi, bilang Ibu sama Ayah tak usah kirim-kirim Zi baju lagi, uangnya mending ditabung buat Naik Haji saja ya kan, sesuai cita-cita kamu”


Ini anak bisa-bisanya punya karakter multitasking begini, kadang bisa kelewat konyol, tapi kalau sudah berfikiran dewasa, Zi sampai takjub segini, mungkin karena dia anak sulung di rumahnya.


Zi hanya mengangguk mendengar petuah ketua gengnya.


Sebelum mereka pergi Zi meminta izin Bapak kos untuk membiarkan Reno dan Reza menyimpan kotak besar dan 2 keresek besar ke kamar Zi, berhubung tenaganya tak kuat membawa barang sebanyak itu.


Saat di dalam kamar, Zi mulai membuka kotak dan kresek itu satu persatu, Zi kembali berderai, baju-baju itu meskipun bukan baju yang terbilang mahal, tapi manis jika nanti Zi kenakan, maklum selera orang kota lebih pandai memadu padankan pakaian yang terbilang sederhana tapi manis digunakan.


tok tok tok


“Zi, kamu ada di dalam?”


“Iya Na masuk saja”


Ternyata Shinta dan Ina yang datang, “Ya ampun Zi itu baju banyak sekali, punya siapa?” Shinta mulai kepo


“Ini baju aku Ta, dari geng ulat”


“Ya ampun baik banget mereka” Ina sampai takjub sendiri. Zi pun menceritakan apa yang terjadi pada Reno dan sahabat-sahabatnya.


“Ih benar-benar deh aku ga nyangka teman kamu sangat care Zi, padahal kenal pas di orientasi kan” Shinta terheran-heran


“Zi, ini baju kamu tuh warnanya manis-manis gini, seneng aku lihatnya, teman kamu pinter ini milihnya keren-keren. Nah nanti kamu bisa padu padan Zi yang ini dengan yang ini” Ina mulai menunjuk rok dan outer


"Pokoknya nanti aku kasih tahu deh cara mix and match nya, secara sekarang kan aku sudah belajar yang kaya begitu” ucap Ina dengan pedenya.


Akhirnya setelah kuliah singkat cara padu padan baju yang simple dan manis, mereka pamit pulang setelah menghabiskan satu mangkok mie instan bersama-sama.


Zi mulai mengetikkan sesuatu di grup chat Geng Ulat


“Teman-Teman maksih banyak ya.. Aku terharu” 😭😭😭💖💖💖


“Sebenarnya kalian tak perlu melakukan hal sejauh ini, aku baik-baik saja kok”


“Sama-sama Zi sayang, semoga kamu suka ya”(Dinda)


“Sama-sama Zi, dipake ya bajunya” (Mayang)

__ADS_1


“Selamat beres-beres baju ya Zi hehe” (Lina)


“Insya Allah kita ketularan pahalanya ko Zi, karena kamu yang pakai” (Wida)


“Udah enggak usah terharu-terharu nanti Abang nangis nih” (Reno)


“Reno lagi mode error nih” (Reza)


“Kamu pasti tambah cantik Zi pakai baju-baju itu, tambah heboh deh nanti di kampus, wkwkwk” (Siska)


“Semangat Zi” (Sarah)


“Biarkan saja kalau heboh, kita bikin tambah semakin heboh" (Reza)


Dan obrolan – obrolan lainnya, hingga tak terasa waktu mulai beranjak malam.


*****


Keesokan harinya, Zi memutuskan menggunakan salah satu baju dari sahabat-sahabat mereka


Zi janjian bertemu dengan Dinda di taman kampus dibawah pohon rindang


“Ya ampun Zi, manis sekali siiiih sahabatnya aku ini” Dinda melihat penampilan Zi dari atas ke bawah


“Makasih banyak ya Nda aku berhutang budi sama kalian”


“Ya enggak lah, kan ada Sarah juga, pokoknya aku do’akan semoga sahabat aku yang baik satu ini, bisa cepat-cepat pake hijab juga ya”


“Aamiin Zi, makasih ya, oh iya nanti siang antar aku ke mall yuk”


“Boleh Nda, habis kuliah aku selesai ya”


“Sipp, nanti kita ketemu di parkiran saja ya, aku bawa mobil Abang soalnya”


*****


Setelah sampai di mall “Nda, kamu mau nyari apa sekarang?”


“Hmmm.. kita cari sepatu atau sandal saja ya” Zi pun mengangguk


“Coba kamu cari yang bagus Zi” Dinda sambil melihat-lihat koleksi sepatu dan sandal disana


“Ih aku mana faham Nda, ini saja kan baju-baju kalian yang pilih, kamu lebih bagus kali Nda seleranya”


“Kalau yang ini menurut kamu bagus enggak?” Dinda mulai memperlihatkan sandal berwarna hitam

__ADS_1


“Bagus Nda simpel tapi lucu”


“Ukuran kaki kamu berapa Zi?” Zi mulai terlihat bingung


“Loh kenapa memangnya?” Zi mulai terlihat bingung


“Gini loh jadi sebenarnya aku mau belikan kamu sandal sama sepatu” Terang Dinda sambil menatap Zi


“Ya ampun Nda, tahu gitu aku enggak akan ikut kesini, enggak usah Nda, ini semuanya sudah berlebihan, sudah lebih dari cukup buat aku Nda, sudah yuk kita pulang saja yuk” Zi menarik tangan Dinda


“Ettt ettt ettt, kenapa kita jadi tarik-tarikan, enggak baik menolak rezeki Zi, aku ikhlas ko”


“Tapi apa yang kalian kasih sudah lebih dari cukup buat aku Nda, aku bukannya nolak rezeki”


“Please, kalau kamu masih anggap aku sahabat terima ya, kalau masih nolak aku enggak akan mau ketemu kamu lagi” Dinda mulai mengerucutkan bibirnya


“Ya Allah Nda” Zi mulai memeluk Dinda sambil terisak “Kalian semua kenapa baik sekali sih sama aku, aku balas pakai apa dong?”


“Kamu balasnya pakai sayang saja hehe, tetap jadi Zi yang ceria dan baik hati ya” Ucap Dinda sambil tersenyum.


Akhirnya dipilih lah sepatu berwarna hitam, serta sandal berwarna putih, agar mudah di padu padankan dengan pakaian warna apapun.


Zi memilih model yang sederhana tapi manis, selera yang mulai melekat sejak kemarin, setelah pidato panjangnya Ina masalah fashion.


Saat mereka keluar dari toko, tak disangka mereka berpapasan dengan Rizky.


“Eh kalian disini juga, sedang cari apa?”


“Ini kak biasa, keperluan perempuan” Jawab Dinda


“Terus sekarang mau pada kemana?”


“Mau cari makan kak, kelaparan” Zi mulai bersuara.


“Ya sudah yuk bareng saja, kebetulan aku juga mau ke sana” Rizky mulai berjalan didepan kedua gadis itu. Dinda mulai bisik-bisik di telinga Zi


“Kak Rizky cakep ya Zi, anak Rohis juga kan? Adem gitu wajahnya, meskipun tak se adem sahabat kamu, Iqbal Zi” karena kebersamaan di geng ulat, Dinda secara perlahan mengenal semua sahabat Zi dari kampung.


“Sssstt, diem Nda nanti kalau orangnya dengar enggak enak kan”


“Kalian mau pesan apa?” Tanya Rizky


“Apa ya kita juga bingung” Dinda mulai celingak-celinguk


“Kita samakan saja ya menunya aku yang traktir” Ucap Rizky

__ADS_1


“Eh.. eh.. Enggak usah kak, kita bayar masing-masing saja” Zi mulai tak enak


“Sudah enggak apa-apa sekali-kali, jarang-jarang kan kita bertemu di luar kampus begini” Rizky mulai beranjak dari meja, menuju outlet makanan yang akan ia pesan.


__ADS_2