Hanya Zi

Hanya Zi
Kenapa Sarah Melepas Hijabnya


__ADS_3

Zi yang menatapnya bingung sekaligus kaget, karena bianglala yang mereka naiki sedikit bergoyang, saat Za berpindah tempat tadi. Za menarik kepala istrinya agar bersandar di bahunya, kemudian ia melingkarkan tangannya di pinggang ramping istrinya itu.


Setelah dua putaran mereka kembali berada di atas, dengan bianglala yang tak bergerak maju, mungkin sedang menaikkan penumpang baru. Zi bergerak dari posisinya, kini menatap wajah suaminya lekat


“Terimakasih ya Kak” Zi menatap pria yang kini memeluk pinggangnya erat dengan mata berbinar bahagia.


Gadis ini baru melihat lampu-lampu indah saja sudah begitu bahagianya, apa begitu mudahnya membuatmu bahagia


Za hanya menganggukkan kepalanya sambil menatap wajah istrinya lekat. Lagi-lagi insting itu kembali muncul, entah kenapa dulu saat ia berbicara dengan lawan jenis, dia hanya akan menatap matanya. Tapi berbeda dengan istrinya kini, ia senang sekali memperhatikan semua garis wajah gadis itu, mengusap bibirnya seperti saat ini.


"Boleh?" Zi tak menjawab pertanyaan suaminya.


Tak salah Anda bertanya padaku, sejak kapan Anda meminta izin. Aku sedang bahagia Kak, memangnya kau mau melakukan apa?


Batin Zi pura-pura bodoh, ia sudah mulai hafal apa yang akan pria itu lakukan jika wajah mereka sudah sedekat ini, dan pria itu mulai mengusap-usap bibir ranumnya.


Lagi-lagi Za tak melewatkan kesempatan itu, Za kembali mendekatkan bibirnya dan menempelkan pada bibir gadis itu. Sepertinya Za sudah mulai lihai mengatur nafasnya berbeda sekali dengan gadis ini. Za menciumnya dalam, menikmati sentuhan halal itu, menyesap bibir yang selalu terasa manis.


Kenapa tak dari dulu saja aku menikah, jika tahu rasanya akan senikmat ini. Za


“Bernafas sayang..” Zi membuka matanya dan mengerjap-ngerjapkannya tak percaya dengan yang barusan ia dengar.


Apa??? Dia memanggilku sayang?


Za semakin mengeratkan pelukannya yang berada di pinggang dan tengkuk Zi, seolah tak ingin gadis itu dicuri oleh siapapun. Saat bianglala kembali bergerak turun, Za mulai menghentikan aksi nakalnya itu, tapi saat mereka diminta turun oleh petugas yang berjaga.


Za meminta mereka naik satu kali lagi, yang langsung dihadiahi pukulan di dada bidangnya oleh Zi. Zi malu tak kepalang, dia menyembunyikan wajahnya di balik badan suaminya itu, saat petugas tadi memandang mereka dengan pandangan yang sedikit bingung.


“Kak Za mau apa lagi, Zi maaaluuuu Kak”


“Sudah jangan cerewet ya, aku hanya ingin memelukmu lebih lama dengan suasana romantis seperti ini” Za kembali mendaratkan bibirnya yang langsung mendapat protes dari istrinya.


“Ini bbbbukan mmmmeluk Kak….hmmmmpppppp” yang langsung dihujani ciuman yang mulai mengganas di bibirnya haha..


Setelah Za puas melakukan aksinya, mereka berdua pun pergi meninggalkan area permainan itu, dengan senyum sumringah di wajah Za, dan muka memerah di wajah istrinya.

__ADS_1


Kak Za keterlaluaaannn!!! Dia sudah berani berkali-kali menciumku, padahal aku tak tahu bagaimana perasaannya, tapi kenapa aku bodoh sekali selalu terhanyut dengan semua sentuhannya. Kamu sungguh bodoh Zi sungguh bodoh!!! Bagaimana mungkin aku bisa menolak, dia kini adalah suamiku, tapi sungguh keterlaluan bukan dia menciumku tanpa mengatakan dia mencintaiku.


Saat mereka sudah di dalam mobil, unjuk rasa kembali terdengar


"Kak Za tahu, Zi seperti menggadaikan bibir Zi ini, hanya untuk mendengar kata sayang"


Za menghadapkan wajahnya pada gadis yang menggemaskan ini


"Kenapa begitu?"


"Tadi Kak Za bilang, bernafas sayang bikin Zi tambah sesak nafas saja" Gadis itu memukul-mukul dadanya seolah masih merasakan sesak nafas karena jantungnya yang masih berlari maraton


"Mau aku remedial*" Za mulai mendekatkan badannya pada gadis itu, hingga badan Zi mulai terdesak dihimpit pintu dan badan suaminya.


"Kak Za kenapa jadi begini sih!!!" Zi menghadiahinya selimut yang sejak tadi sudah ia pegang, mengusap-usap ke atas kepala suaminya hingga rambut pria itu berantakan


"Habisnya kamu kenapa menggemaskan sekali"


"Siapa yang menggemaskan, bukannya Zi selalu membuat Kak Za kesal. Aduh maaf Kak, rambut Kak Za jadi berantakan begini. Sini Zi rapikan ya"


Zi membantu merapikan rambut suaminya "Mau makan dimana kita?" Tanya Za sambil memastikan penampilannya di kaca spion


"Oke.. Tapi nanti tak perlu pesan pencuci mulut ya (a.k.a dessert*)"


"Kenapa memangnya? Kak Za sudah mulai bangkrut ya?" Za menggelengkan kepalanya lucu


"Kan tadi sudah"


"Hah? Tadi kapan?" Zi yang mulai oon baru tersadar setelah pria itu menempelkan jarinya di bibir


"Huaaa Ayaah tolooong!!! Kenapa menantumu jadi mesum begini" Za terkekeh melihat istrinya yang berteriak tak karuan di dalam mobil dengan wajah memerah.


*****


Setelah empat Bulan pernikahan mereka, Zi belum berani melepas hijab di depan suaminya. Sepertinya dia ingin benar-benar mengetahui perasaan suaminya terlebih dahulu sebelum ia menyerahkan seluruh jiwa dan raganya pada suaminya itu.

__ADS_1


Untungnya seorang Za masih bisa menahan diri untuk tak menyentuh istrinya lebih jauh, dia bingung harus memulainya seperti apa. Tapi tidak dengan perasaannya, dia sangat yakin dengan apa yang ia rasakan, semenjak rasa takut kehilangan itu semakin merajai hatinya.


“Kak maaf, hari ini Zi izin pulang terlambat ya, Zi mau ikut kelas zumba lagi dengan Suci dan Rani”


“Ya, hati-hati di jalan, jangan pulang terlalu malam”


“Siap Pak Bos”


Sudah 1 Tahun terakhir ini, Zi rutin mengikuti kelas Zumba bersama Suci dan Rani. Selain membuat badannya sehat, Zi merasa badannya lebih fresh dan lebih mudah berkonsentrasi.


Semakin hari gerakkan Zi sudah semakin lentur mengalahkan dua teman kantornya yang sudah terlebih dulu masuk di club itu, bahkan kadang instruktur menyuruhnya untuk ikut berada di barisan depan bersamanya.


Zi terkadang malu, karena ia merasa tak layak berada di depan, hingga tanpa instruktur itu sadari dia sudah beringsut mundur kembali ke barisan belakang, benar-benar seperti anak bocah kan hehe..


Saat selesai dengan kelas zumbanya, ketiga gadis itu pergi ke sebuah mini market yang tak jauh dari sana. Tapi sebuah pemandangan membuatnya memicingkan mata beberapa kali


“Sarah!” Gadis berambut sebahu itu menoleh ke arah sumber suara. Setelah melihat siapa yang memanggilnya, Sarah memilih untuk segera pergi meninggalkan belanjaan di minimarket tadi.


Zi kembali mengingat apa yang dikatakan Ina tempo hari, dia benar Sarah saat ini memang sudah tak berhijab, tapi kenapa apa yang terjadi dengan gadis itu. Batin Zi


Zi segera mengeluarkan hp nya mencoba menghubungi no.Sarah, tapi nihil nomor nya tidak tersambung sepertinya gadis itu telah mengganti nomor lamanya. Masih di tengah kebingungannya Zi menghubungi anak geng ulat lainnya untuk menanyakan nomor baru Sarah, tapi mereka sama sekali tak ada yang tahu.


*


*


*


Dessert adalah makanan pencuci mulut atau hidangan penutup yang biasanya berasa manis. Menurut Za bibir Zi adalah dessert yang sempurna haha..


Di dalam jamuan lengkap, terdapat 3 jenis menu


Appetizer (Hidangan Pembuka) biasanya disajikan dalam porsi kecil untuk menggugah selera


Main Course (Hidangan Utama)

__ADS_1


Dessert


Selamat makan hehe..


__ADS_2