Hanya Zi

Hanya Zi
Dia yang Mulai Bertindak


__ADS_3

“Ya ampun Zi, kamu kenapa? Kenapa bisa jadi begini?” Tanya Shinta khawatir melihat keadaan Zi sekaligus membawa tukang pijit yang Zi minta tadi saat dia mengirimkan pesan di whatsapp.


“Enggak apa-apa Ta hanya kecelakaan kecil saja, Insya Allah habis diurut juga aku cepat pulih lagi”


Tukang pijit panggilan itu pun mulai melaksanakan tugasnya, Zi sedikit meringis menahan rasa sakitnya, ingin berteriak tapi rasanya malu, malu dengan umur.


Shinta masih setia menemani Zi di sana, meskipun isi kepalanya masih bertanya-tanya dengan apa yang terjadi pada sahabatnya itu.


Tak lama sahabat satunya lagi datang “ Ya ampun Zi, kamu kenapa keseleo? Tanya Ina khawatir


“Sepertinya sih, tapi ini sudah mendingan ko” Jawab Zi sambil meringis


Ina memilih untuk mengobrol dengan Shinta, sambil berbisik-bisik memastikan apa yang sebenarnya terjadi, karena setau mereka Zi termasuk anak yang tak ceroboh, ya bisa saja sih namanya manusia jadi sedikit teledor, tapi mereka merasa ini bukan hal yang bisa dianggap normal mengingat kaki Zi yang bengkaknya cukup kentara terlihat, seperti bukan terkilir biasa.


“Oh iya Zi, kemarin waktu aku jalan sama teman kelasku ke toko buku, terus enggak sengaja aku lihat Sarah, hanya yang aku heran ko dia enggak pakai hijab seperti biasanya ya?


“Sarah mana?”


“Ya Sarah anak geng ulat, memang sih aku hanya dua kali bertemu dia, tapi aku yakin sekali kalau itu dia, terus anehnya pas aku panggil dia malah pergi” Terang Ina


“Ah masa sih kamu salah lihat mungkin” Zi menjawab masih sambil meringis


“Ya bisa saja sih salah lihat namanya juga manusia atau memang wajahnya ada yang mirip-mirip”


Merekapun mengakhiri obrolannya setelah tukang pijit itu berpamitan


*****


“Assalaamu’alaikum Za” Rizky memutuskan untuk menelepon Za


“Ya Ki kenapa?”


“Lo tuh kebiasaan orang salam bukannya dijawab” Protes Rizky


“Iya Ki Wa’alaikumussalaam tumben lo telepon, kenapa kangen?”


“Ish emang gue kurang kerjaan apa, kangen sama lo yang jutek dan bikin kaum hawa di luar sana penasaran dan bertingkah tak wajar. Lo sepertinya harus mulai bertindak deh Za, masalahnya ini sudah kelewatan”

__ADS_1


“Bertindak apa sih maksudnya?”


“Lo tahu enggak kejadian pasca LDK ternyata berbuntut panjang”


“Hah berbuntut panjang gimana maksudnya, kalau bicara itu yang jelas, runut, jangan bikin kaget duluan baru lo jelasin, gimana sih bikin jantungan saja?”


“Jadi waktu lo pulang berdua Zi habis LDK ternyata ada sepupunya Jessica yang lihat kalian makan berdua, terus lo tahu Jessica berulah apa? Dia labrak Zi ke kelas, terus gue curiga dia juga sekongkol sama Sisil buat ngerjain Zi”


“Ngerjain gimana maksudnya?” Za mulai faham dengan situasinya


“Tadi Zi hampir celaka karena Sisil, Zi diserempet sampai kakinya keseleo, untung hanya keseleo kalau sampai cedera gimana coba?”


“Ya ampun, gila yah itu cewe dua, sudah dicuekin masih saja berulah maunya apa sih mereka, oke kalau gitu, besok biar gue urus”


*****


Keesokan Harinya


“Sil, lo kemarin ngapain Zi?”


“Bukan dia yang ngadu, tapi anak-anak lain yang lihat, maksud lo apa sih? Kenapa lo jadi kriminal begini?”


“Ih enak saja kriminal, gue hanya ngasih dia pelajaran sedikit saja, toh dia baik-baik saja kan?”


“Baik-baik saja apanya, itu anak keseleo masih Kamu bilang baik-baik saja, emang anak itu bikin salah apa sih sama lo?”


“Dia sudah ganggu hidup gue, karena dia sudah ganjen sama lo”


“Ganjen gimana maksud lo?” Za mulai tak habis fikir


“Nih Kamu lihat, Jessica kirim foto ini ke gue, berani-beraninya dia makan dekat-dekat sama lo sampai nempel-nempel begitu?”


“Wah kalian ini benar-benar ya, lo itu enggak faham apa kalau foto bisa di crop, itu disebelah Zi kursinya penuh, gimana bisa kita makan berjauhan?”


“Ah terserah deh Za, pokoknya siapapun yang berusaha dekat-dekat lo, hidupnya sama sekali enggak bakalan tenang, aku jamin itu”


“Nah sekarang gue yang akan buat hidup lo yang enggak akan tenang, gue bisa lapor kelakuan lo ke dekan fakultas bahkan ke rektor sekalipun karena dengan sengaja membuat celaka orang lain, CCTV mudah sekali gue minta kalau gue mau, itu bukti nyata tindakan jahat lo”

__ADS_1


“Za ko Kamu jahat banget sama gue, gue melakukan itu karena gue sayang sama lo Za”


“Sayang apanya, menyayangi orang itu yang benar yang tulus, dan sudah berapa kali gue bilang sama lo, gue hanya anggap lo teman enggak lebih, jadi enggak usah berharap apapun dari gue, ngerti lo?”


Za meninggalkan Sisil masih dengan wajah merah karena luapan emosinya. Sisil yang memiliki karakter berbeda dengan Jessica, Jessica yang cenderung centil dan manja, sedangkan Sisil yang mandiri dan sedikit tomboy memukul-mukul buku yang saat ini ia pegang.


Masalah berikutnya harus diselesaikan saat ini juga, sebelum mereka tambah kelewatan


“Kalian lihat Jessica?” Tanya Za pada teman sekelasnya


“Tadi gue lihat dia di kantin Za” Za mulai beranjak menuju kantin


“Jess, maksud lo apa sekongkol dengan Sisil untuk membuat Zi celaka?”


Jessica gelagapan, kaget karena enggak menyangka saat itu Za ada di depannya.


“Ya ampun Za mimpi apa aku, kamu nyamperin aku kesini?” Ucap Jessica dengan gaya centilnya


“lo dengar kan tadi gue ngomong apa?”


“Iya dengar kita hanya mau bikin anak itu kapok saja, lagian berani-beraninya dia deket kamu, aku saja tak pernah sampai duduk deket gitu dengan kamu"


"Kita itu selama ini sudah hidup tenang karena anak-anak yang suka sama kamu Za, mulai mundur perlahan setelah kita kasih sedikit pelajaran, eh ini muncul lagi anak baru yang bikin kepala aku pusing”


“Cukup ya Jess, selama ini gue sudah cukup sabar menghadapi sikap lo sama Sisil yang kekanak-kanakan, gue sering dengar laporan gimana sikap kalian sama anak-anak perempuan lainnya, tapi ini sudah benar-benar kelewatan, kalian hampir mencelakakan orang lain"


"Gue perjelas sekali lagi ya, gue hanya anggap Kamu, Sisil dan perempuan-perempuan lainnya hanya sebagai teman, gue ulangi hanya sebagai teman, jadi lo enggak perlu ribet-ribet menyingkirkan orang sana sini, karena yang ada difikirkan gue, gue hanya ingin cepat-cepat lulus dari kampus ini.”


“Tapi kan Za, aku sudah cukup sabar nunggu kamu, masa kamu enggak mau sedikitpun buka hati sama sekali?”


“Cukup Jess, kalau lo berani bersikap aneh-aneh lagi, gue akan laporkan lo ke pihak kampus ngerti lo?”


Semua orang yang di kantin menatap kepergian Za, setelah mendengar emosi Za yang tanpa segan-segan ditumpahkan di tempat umum seperti itu, hingga membuat Jessica menangis di pelukan sahabat-sahabatnya.


Banyak diantara mereka yang merasa puas, karena memang sikap Jessica dan Sisil yang selama ini berlebihan merasa sok jago, merasa paling cantik, merasa paling segalanya dan tak bisa ditandingi.


“Beres Ki, Saya harap mereka tak buat ulah lagi sama anak-anak di kampus kita” ucap Za di telepon

__ADS_1


__ADS_2