Hanya Zi

Hanya Zi
Hijab Tak Bisa Jadi Alasan


__ADS_3

Aduh... tadi berasa ditanya Embahnya dosen killer, sekarang kenapa jadi berasa menjawab pertanyaan Putri Indonesia. Terserah deh kalau alasannya karena pakaian aku ditolak bekerja disini, itu artinya memang bukan rezeki.


*****


Zi menatap gedung di depannya lekat-lekat.


Ternyata aku akan memulai kembali mimpiku di dalam gedung lima belas lantai ini. Semoga Engkau Ridhoi dan Berkahi perjalanan ini Ya Robb..


Akhirnya terpilihlah 5 orang sebagai karyawan baru di Hartono Grup Zi, Iqbal, Leo, Suci dan Rani gadis selain Zi yang mengenakan hijab.


Pagi itu mereka dikumpulkan di ruang pertemuan bagian HRD, untuk menandatangani kontrak dan pembagian divisi.


Sebelum pertemuan dimulai, mereka saling berjabat tangan memperkenalkan diri satu persatu. Sekilas Zi bisa menilai Leo anak yang kocak sama seperti sahabatnya di geng ulat Reno.


Suci mirip karakter Ina, hanya saja semangat belajar dan bekerja gadis ini bisa diacungi jempol. Sedangkan Rani terlihat lebih dewasa karena pembawaannya yang kalem.


Zi dan Suci ditempatkan satu bagian dengan Rizky sisanya disebar berdasarkan kebutuhan perusahaan saat itu.


Rizky mulai menjelaskan detail pekerjaan pada Zi dan Suci serta deadline yang harus mereka capai untuk project tersebut. Mereka tampak bersemangat sekali di hari pertama mereka bekerja sampai tak terasa jam pulang kantor sudah lewat hampir setengah 6 sore.


Melihat partnernya ini yang sangat bersemangat di hari pertama kerja mereka, Rizky mengingatkan mereka berdua untuk segera pulang, agar melanjutkan pekerjaannya besok hari.


Zi dan Suci tampak berbisik-bisik dan sepakat untuk membawa beberapa pekerjaan mereka ke rumah.


Sebelum pulang, Zi tampak sedang berbincang dengan Iqbal, beberapa hari ini mereka kebingungan mencari tempat kos baru yang jauh lebih dekat dengan jarak ke kantor.


Rizky yang mendengar pembicaraan mereka akhirnya menawarkan diri untuk mengantar mencari tempat kos baru di dekat sana.


Dengan gaji yang terbilang tinggi untuk ukuran karyawan baru, Zi dan Iqbal bisa mencari kamar kos yang sedikit lebih besar dari kamar kos mereka sebelumnya, meskipun tetap harus masuk gang untuk menuju kesana. Mengingat biaya kebutuhan hidup di kota sebesar Jakarta yang tak bisa dianggap mudah.

__ADS_1


Rizky menawarkan diri pada Iqbal dan Zi untuk membantu membawa barang-barang mereka saat pindahan, dengan menggunakan mobilnya, tapi mereka menolak karena merasa tak enak dengan semua bantuan dan kebaikan yang sudah Rizky berikan selama ini.


Rizky pun hanya mengiyakan tak mampu berkata-kata lagi.


*****


Keesokan harinya,


Za memanggil Zi dan Suci untuk melaporkan progress pekerjaan mereka, karena hari itu Rizky tak masuk kantor mengantar Ibunya berobat ke rumah sakit.


Suci bersemangat menjelaskan panjang lebar progress pekerjaan mereka, sedangkan Zi hanya tampak terdiam.


“Kamu kenapa dari tadi diam?”


“Maaf Pa, penjelasan Suci rasanya sudah cukup” Terang Zi.


Lebih tepatnya menghindari pertanyaan-pertanyaan berikutnya yang akan terlontar dari Boss nya satu ini, karena bukan sekali dua kali Za tampak dengan sengaja ingin menguji seberapa cerdas gadis di depannya ini.


Ish.. Tetap saja intinya sama kan


Mau tak mau Zi kembali menjelaskan dari awal. Za benar ternyata cara penyampaian Zi memang berbeda.


Zi menjelaskan lebih lugas dan lebih runut disertai teori-teori yang berkaitan dengan project tersebut. Entah sejak kapan, jika Za mendengarkan celotehan Zi dia tak akan melewatkan kesempatan itu, untuk bertanya kembali dan kembali menggali ilmu teoritis Zi yang memang selalu diasah gadis itu setiap harinya.


Zi mengharuskan dirinya sendiri untuk membaca literatur arsitektur setidaknya 1 buku dalam 1 minggu.


Hari itu rencananya akan dilakukan presentasi di depan klien. Tapi cukup mengejutkan bagi Zi, karena dia yang justru diminta Rizky menggantikannya untuk presentasi hari ini.


Untungnya hari itu Zi mengenakan pakaian sedikit berbeda dari hari biasanya, dia mengenakan setelan rok navy, kemeja panjang biru muda selutut dengan rompi sepinggang berwarna navy juga, tak lupa hijabnya yang senada dengan kemeja yang dia kenakan.

__ADS_1


Tampak tiga orang tamu yang akan mengikuti rapat kali ini telah hadir. Zi mengamati baik-baik wajah klien mereka.


Tidak tampak menyeramkan sih, lebih seram Boss di sini malah


Za tampak menyalami klien yang baru saja tiba, berbincang-bincang sejenak lalu mempersilakan Zi untuk memulai presentasinya.


Zi tampak gugup, karena takut mengecewakan atasannya ini, Zi melirik Za sekilas seolah berkata “Bapak yakin meminta saya presentasi, tak akan menyesal kah Anda?”


Zi gugup bukan karena wajah-wajah kliennya yang terlihat seram, tapi karena harus berhadapan dengan orang baru dan saat ini Zi merasa terbebani karena presentasi ini menentukan 50% kemungkinan untuk diterima atau ditolaknya project ini.


Za berdehem seolah menandakan “Ayolah Zi cepat mulai saja, tak usah banyak drama”


Zi memulai presentasinya setelah membaca Basmallah dalam hati, semua mata yang ada di meja meeting itu menatap Zi lekat memperhatikan apa yang dia presentasikan, juga tanpa disadari memperhatikan penampilan gadis itu”


Saat klien mangajukan beberapa pertanyaan, Zi hanya menjawab apa yang dia fahami, jika dia mulai menyerah dia akan dengan beraninya mengatakan


“Mohon maaf sebelumnya Pak, sepertinya Pak Za lebih faham dengan hal ini” Lalu Za akan dengan lugas menjawab pertanyaan klien tersebut setelah sebelumnya memberikan tatapan tajam pada gadis yang ada di sampingnya saat ini.


Wah hebat sekali kamu Zi berani pada atasanmu, cari masalah. Salah sendiri anda hobi sekali mengerjai ku kebiasaan masa kuliah masih saja tak hilang.


Zi merasa bangga pada apa yang dia lakukan barusan


Setelah meeting usai, Zi izin pamit kembali ke ruangannya, sedangkan Za masih melanjutkan obrolannya dengan klien tersebut.


“Pa Za anda luar biasa, sepertinya anak buah anda banyak anak muda berprestasi, seperti Nona Zi tadi terlihat masih sangat muda, bersemangat dan cerdas, dan yang tak kalah penting dia cantik lagi” Ucap klien yang berusia kurang lebih 45 Tahun itu.


“Iya Pa, awalnya saya ingin mempekerjakan karyawan yang memang sudah berpengalaman, karena saya pun memegang perusahaan ini belum lama, jadi masih harus belajar banyak, tapi kami mencoba memberikan kesempatan kepada karyawan muda Fresh Graduate yang memang kemampuannya bisa diasah dan berdedikasi tinggi” Ucap Za penuh kebanggaan


“Tadi pun saya sempat berbincang dengan karyawan saya yang ikut hadir, saya baru menemukan gadis berhijab lebar di dunia yang selama ini saya geluti, begitu cerdas dan unik, saya yakin suatu saat Nona Zi akan jadi orang sukses di bidang ini, dan semakin membesarkan nama Perusahaan Anda Pak Za”

__ADS_1


“Terimakasih banyak Pak, Aamin”


__ADS_2