Hanya Zi

Hanya Zi
Ujian Belum Usai


__ADS_3

“Aku enggak sama sekali mencoba untuk dekat dengan Kak Za Kak, kemarin itu kondisinya terpaksa, aku enggak ada pilihan lain”.


“Udah ya gue enggak mau dengar alasan lo, karena gue bukan kali pertama ketemu orang munafik kaya lo, kalau lo berani mengulangi lagi kesalahan ini, jangan harap Kamu tenang kuliah disini, faham lo? ”


Jessica pun kembali menggebrak meja di depan Zi kemudian berlalu meninggalkan dua gadis itu.


“Astaghfirullohal’adzim Ta, mimpi apa aku semalam dapet kejadian seperti ini, mana pakai acara gebrak-gebrak meja segala lagi, aku kira kejadian begini hanya ada di sinetron” Zi mengelus-elus dadanya, masih tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi


“Sudah tenang saja Zi, kak Jessica sepertinya memang tergila-gila tuh sama kak Za, meskipun aku enggak yakin sih kak Za nya menggubris, secara seantero kampus juga tahu gimana sikap kak Za sama perempuan-perempuan di dunia perkampusan ini hehe” Shinta mulai menenangkan Zi


Aduh jadi ribet begini ya urusan, bisa-bisa Zi bakalan dikerjain sama fans-fans fanatik Kak Za yang lainnya, kalau sampai berita ini tersebar. Batin Shinta


“Jess memang sebenarnya lo tahu darimana kalau mereka kemarin jalan bareng?” tanya salah satu teman Jessica


“Sepupu gue, waktu kemarin dia lagi cari makan di pinggir jalan, dia lihat Za sama perempuan sok alim itu, sampai dia kirim fotonya segala buat memastikan”


“Lah memang sepupu lo tahu Za darimana, pernah ketemu?”


“Ya bukan begitu, sejak kapan Za mau jalan sama cewe. Sepupu gue tahu karena foto Za gue jadiin wallpaper di hp gue, nih yang ini, sepupu gue nanya-nanya gitu, itu siapa. Makanya gue heran kemarin kenapa Za bisa jalan berdua begitu sama itu cewe. Sudah yuk ah enggak usah bicara masalah cewe itu lagi, mending kita makan saja di kantin”


Sore harinya saat Jessica sampai di rumahnya, dia masih memikirkan gadis yang tadi siang dia labrak, sampai akhirnya terfikir olehnya untuk melakukan sesuatu.


“Hallo Sil, lo mau tahu kabar tebaru enggak?” Ide jahil Jessica mulai diluncurkan


“Kabar apa, penting? Kalau enggak penting mending tutup saja teleponnya gue mau tidur nih” Sisil mulai malas menannggapi pembicaraan gadis yang menjadi rivalnya memperebutkan Za


“lo tahu sekarang lo punya saingan?”


“Saingan apaan maksud lo?” Sisil mulai bertanya-tanya


“Saingan buat dapetin Za”

__ADS_1


“Ya elah kirain apa dari dulu juga gue sudah tahu kali, saingan gue ya salah satunya lo lah, selain perempuan lainnya yang bederet dan sampai mangap-mangap kalau lihat Za”


“Bukan, ini saingan baru lo, lo tahu Zi anak Arsitektur Tingkat 2?”


“Iya gue tahu, yang sempat ramai jadi bahan perbincangan anak-anak cowo semenjak tahun kemarin, cewe norak itu kan?”


“Naah tuh pinter, sepupu gue kemarin mergokin mereka jalan bareng” Jessica mulai memanas-manasi


“Ah, mana mungkin sejak kapan Za mau jalan sama cewe?”


“Nah itu dia, gue rasa itu cewe keganjenan atau maksa-maksa Za buat antar dia pulang gitu, ya meskipun tadi dia bilang sih kondisi terpaksa lah ini lah itu lah, tapi sorry ya gue enggak percaya begitu saja”


“Wah siaalan itu cewe tampangnya saja yang alim, kelakuannya minus. Oke kalau gitu besok gue kerjain itu anak.


Merekapun mengakhiri obrolan. Jessica tertawa puas


“Rasain, memang enak berani-beraninya bocah ingusan itu saingan sama kita yang levelnya beda kelas gini”


*****


Hingga waktu menunjukkan Pukul 5 sore, Zi bersama Zahra mulai berjalan meninggalkan masjid untuk kembali ke rumah masing-masing, saat mereka asyik mengobrol tiba-tiba


Tidiiiit Tidiiiit!!!!


“Awwwww!” Posisi Zi yang berada di samping kanan hampir terserempet mobil yang baru saja melintas hingga kakinya terkilir, demi menghindari mobil yang akan menabraknya


“Rasain lo, makanya jadi perempuan itu jangan ganjen!” Ucap Sisil dari dalam mobil


“Ya Allah Zi, kamu enggak apa-napa?” Zahra mulai terlihat khawatir. Ternyata dari jarak yang tak terlalu jauh, karena Rizky pun tadi mengikuti kumpulan Rohis, Rizky melihat Zi terjatuh, lalu menghampiri mereka dengan sedikit berlari.


“Ya ampun Zi ko bisa jatuh begini?”

__ADS_1


“Tadi itu Sisil yang hampir nabrak Zi, sepertinya sengaja deh, masalahnya kita jalan sudah di pinggir ko, mana pakai acara ngomong rasain segala lagi” Terang Zahra


“Ngapain Sisil ganggu kamu Zi?”


“Zi juga enggak faham Kak, perasaan Zi enggak pernah bikin masalah sama Kak Sisil”


“Iya Zi, kamu sih mungkin enggak pernah bikin masalah, hanya sepertinya dia nya saja yang merasa punya masalah sama kamu” Zahra mulai membaca situasi


“Terus sekarang gimana, mau dibawa ke rumah sakit?”


“Sepertinya enggak usah kak, aku mau di urut saja sama ibu di dekat kosan” Zi mencoba menahan rasa sakitnya


“Zahra kamu bawa mobil?” Tanya Rizky


“Enggak Ki, aku dijemput tapi ini belum sampai juga Abang aku”


“Ya sudah kalian ikut mobil aku saja, aku antar ke kosan Zi, Zahra kamu enggak apa-apa minta Abang kamu jemputnya di kosan Zi saja? Masalahnya ini Zi pasti harus dibantuin jalan, lihat kondisinya seperti ini.


“Iya enggak apa-apa Ki, nanti aku tunggu Abang di kosan Zi saja”


Rizky pun mengambil mobilnya, lalu membawa Zi pulang ke kosannya. Zi berjalan sambil dipapah Zahra perlahan, Rizky mengikuti mereka dari belakang memastikan Zi sampai dengan selamat.


Setelah sampai Zahra mengantar Zi ke kamar, lalu kembali ke depan menemui Rizky.


“Ki, sepertinya aku mencurigai sesuatu, tapi mudah-mudahan prediksi aku benar ya, tadi Zi sempat cerita kalau kemarin Jessica sempat ngelabrak dia, gara-gara pas LDK kemarin Zi pulang bareng Za"


"Kamu tahu kan Ki, Jessica dan Sisil itu ke Za seperti apa, mereka tuh berlebihan, ini bukan kejadian pertama, anak-anak lain juga sempat ada yang dikerjain seperti ini kan sampai mereka mundur teratur gara-gara seram melihat kelakuan Jessica dengan Sisil” Rizky tampak berfikir mendengar penjelasan Zahra


“Oh begitu iya juga sih masuk akal, benar-benar fansnya Za sudah di tahap obsesi sampai acara mau mencelakakan orang segala. Tapi nanti aku coba bicarakan hal ini deh sama Za, supaya dua perempuan itu kapok dan berhenti ganggu anak-anak lain”


“Ya bagus deh Ki kalau begitu, tadi aku enggak enak bahas depan Zi takutnya dia malah jadi kefikiran lagi, makanya ini aku bicara sama kamu sembunyi-sembunyi, kasian sekali itu anak.”

__ADS_1


“Ya sudah kalau begitu aku pamit pulang ya, enggak enak lama-lama disini” pamit Rizky.


Tak lama setelah Rizky pergi, Zahra pun menyusul pulang karena Abangnya telah sampai di depan gang kosan Zi.


__ADS_2