
“Jangan bercanda lo Ki” tepuk Za di bahu Rizky
“Ya mungkin saja kan, mana tahu sekarang lo sudah siap jadi imam”
Rizky memulai sholatnya, suaranya tak merdu tapi enak didengar, fasih tartil itu lebih penting. Setelah mereka menyelesaikan sholatnya, Rizky kembali bersuara
“Habis dari sini kalian mau kemana?”
“Kita mau langsung pulang saja Kak, sudah malam juga” Jawab Iqbal.
Saat Iqbal akan membayar makanan mereka di café, dari hasil mengumpulkan uang dengan Zi dan Shinta, tangganya ditahan oleh Rizky.
“Sudah tak perlu Bal, semuanya sudah dibayar” Rizky menahan tangan Iqbal.
“Lah kenapa jadi kakak yang bayar, kita sudah berhutang budi kak, diajarkan mata kuliah sulit itu, sampai benar-benar faham, terus sekarang malah membayar makanan kami pula” Zi mulai tak enak hati
“Sudah enggak apa-apa Zi, lagipula bukan aku yang bayar, nih anak ini nih yang bayar, dia sedang kaya sepertinya kaya hati karena sudah menemukan hidayahnya, betul tidak Za?” Ucap Rizky menggoda Za
Dan hanya dijawab Za dengan “Hm…”
Ternyata tadi penyebab Za terlambat masuk mushola itu, karena dia beranjak menuju meja kasir terlebih dulu untuk membayar makanan mereka setelah memberi kode sebelumnya pada Rizky, yang disetujui dengan anggukan.
Karena mereka yakin seyakin-yakinnya ke tiga anak itu pasti akan menolak mentah-mentah tawaran itu.
Zi, Iqbal dan Shinta saling tatap bingung harus bersikap seperti apa
“Kak ko kita merasa, kita ini tampak seperti orang yang tak bersyukur, karena terlalu diperlakukan baik seperti ini” Zi masih tak terima
__ADS_1
“Sudah jangan difikirkan, Za juga enggak mungkin menagih untuk minta ganti uangnya tadi, mending sekarang kalian pulang, bahaya pulang malam-malam, Iqbal titip nih anak-anak perempuan ini, tolong dijaga ya” Titah Rizky yang dijawab anggukan oleh Iqbal.
Mereka bertiga beranjak meninggalkan café menggunakan taxi online, sedangkan Rizky dan Za kembali ke rumah masing-masing setelah lelah dengan kegiatan padat mereka hari ini.
*****
Waktu terus bergulir, Rizky dan Za mulai jarang mengunjungi kampus, karena mereka mulai disibukkan dengan praktek lapangan dan menyusun skripsi.
Zi masih intens bercengkarama dengan geng ulatnya di grup whatsapp sambil sesekali melepas rindu di taman kampus. Kegiatan Rohis masih menjadi prioritas di jadwal kegiatan Zi, karena ia menjadi ketua Keputrian mengikuti jejak Zahra.
Sedangkan di BEM belum lama ini Zi mendapatkan amanah menjadi wakil ketua, mendampingi Iqbal.
Saat kegiatan orientasi yang dilaksanakan oleh BEM angkatan Zi, jangan tanya seberapa tenar ia di mata anak-anak baru kampus itu, Zi layaknya primadona baru yang menggeser penilaian kaum adam disana bahkan dari sudut pandang seorang wanita sekalipun, bahwa definisi cantik tak melulu dengan pakaian serba minim, ketat, rambut terurai serta bermakeup tebal.
Bahkan peminat rohis meningkat dua kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya, hal ini tak lain dan tak bukan karena pengaruh sosok seorang Zi yang tanpa disadari mempengaruhi pola fikir, cara bersikap teman-teman di lingkungan kampusnya.
Rasanya menghabiskan waktu dengan banyak kegiatan positif meskipun lelah tapi mengharap Lillaah, akan jauh lebih baik dari waktu senggang yang tak bisa digunakan secara maksimal, karena kita hanya akan menjadi orang yang merugi.
Selama kuliah Zi belajar banyak bahwa untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang banyak, butuh kelihaian manajemen waktu, butuh niat kuat dan butuh keikhlasan agar tak jadi pribadi yang mudah menyerah oleh keadaan.
Ruang Rapat BEM
“Assalaamu’alaikum wr.wb, teman-teman semua sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas kehadirannya, karena pada kesempatan ini kita akan mendiskusikan kegiatan yang akan kita laksanakan pada Ramadhan tahun ini. Mungkin untuk lebih jelasnya saya persilahkan kepada Saudari Zi untuk memaparkan rencana kita”. Ucap Iqbal membuka rapat
“Teman-teman semua, kita berencana akan kembali melakukan donasi untuk anak yatim dan Kaum dhuafa, yang pelaksanaannya rencana akan dilakukan pada hari jumat ke 3 Bulan Ramadhan, sekaligus acara buka bersama"
"Awalnya usul ini memang muncul dari kelompok Rohis, tapi karena pertimbangan jumlah panitia yang dirasa akan kurang, akhirnya saya mewakili rohis ingin mencoba menyampaikan ide ini pada teman-temen BEM semua. Kira-kira apa teman-teman bisa bantu acara ini?”
__ADS_1
“Maaf Zi interupsi, apa tidak akan jadi repot ya mengadakan acara yang terbilang besar di kampus kita dengan mengundang masyarakat luar, yakin kita siap?” Tanya salah satu anggota BEM divisi HUMAS
“Terimakasih untuk pertanyaanya, sebelumnya anak-anak Rohis sudah membicarakan masalah ini dengan pihak kampus, pada dasarnya mereka setuju, asal acara ini dipersiapkan dengan matang dan dipastikan jumlah panitia mencukupi, masalahnya jika jumlah panitia kurang, maka bisa dipastikan juga acara tidak bisa berjalan sesuai rencana"
"Mumpung Ramadhan masih ada waktu 1 Bulan lagi, kita bisa persiapkan donasi mulai dari sekarang, syukur-syukur bisa mencari beberapa sponsor.”
“Maaf Zi, kalau boleh usul bagaimana jika kita minta bantuan juga ke angkatan BEM tahun-tahun sebelumnya. Lumayan kan masih ada 2 angkatan yang bisa kita minta bantuannya, meskipun sebagian dari mereka ada yang sudah mulai jarang ke kampus, tapi apa salahnya jika kita coba” Usul Sarah salah satu anak geng ulat dari divisi Kaderisasi
“Iya bagus itu idenya saya setuju, gimana Iqbal?” Tanya Zi
“Iya itu bisa kita coba, nanti saya coba hubungi Kak Za dan Kak Riza ya untuk disampaikan ke teman-teman lainnya” Ucap Iqbal sambil menganggukkan kepala
“Jadi bagaimana intinya teman-teman bersedia membantu? Atau masih ada yang mau ditanyakan lagi?”
Semua orang di sana saling tatap kanan kiri, tak ada yang bersuara.
“Kalau begitu kita vote saja, yang bersedia membantu silahkan unjuk tangan” Perintah Iqbal
Ternyata semua mengangkat tangan.
“Masya Allah Alhamdulillah, saya bangga sekali dengan teman-teman semua, saya harap dengan kegiatan ini akan banyak memberikan pelajaran besar buat kita sebagai generasi penerus bangsa"
"Kenapa saya bisa sampaikan demikian, karena saya pribadi belajar banyak saat donasi yang dilakukan angkatan Kak Za, dan Alhamdulillah kegiatan positif itu bisa kita teruskan sampai saat ini” Iqbal berbicara dengan mata berbinar.
Rapat pun dilanjutkan dengan susunan kepanitian, menggabungkan anggota BEM dan Rohis sebagai panitia inti.
Semua anggota terlihat sangat antusias, karena ini kali pertama mereka mengadakan acara donasi di dalam kampus sekaligus dilanjutkan dengan acara Buka Bersama dan Sholat Tarawih.
__ADS_1