Hanya Zi

Hanya Zi
Hati yang Berat Untuk Terpisah


__ADS_3

Zi terlihat sudah sampai lebih dulu, tak berselang lama Lidya datang, dia memandang ke sekililing memastikan situasi aman, tapi melihat petugas kantin yang mulai melihat mereka dengan tatapan penuh tanya.


Akhirnya Lidya memutuskan mengajak Zi menuju café di dekat sana. tak mau mengambil resiko akan gosip tak enak yang bisa saja tersebar disana, karena Lidya sendiri tak tahu reaksi apa yang akan terjadi pada Zi setelah Lidya mengutarakan maksud dan tujuannya menemui gadis itu.


“Langsung saja tak perlu banyak basa basi” Zi menggenggam kedua tangannya gugup sambil sesekali menundukkan pandangannya setelah mendengar kalimat pembuka ibu mertuanya itu.


“Kamu sudah mendengar, jika kamu akan dimutasikan?”


“Maksud Tante?”


“Kantor akan memutasikan kamu ke kantor cabang di Kalimantan atau Sulawesi, kamu akan pilih yang mana?” Zi tampak terkejut tapi dia masih berusaha menahan ekspresi kagetnya


“Kaget ya? Memangnya Za enggak cerita? Jangan-jangan Za enggak bilang lagi sama kamu siapa Kia?” Zi tak menjawab ia takut salah bicara


“Dia cinta pertamanya Za” Kali ini Zi tak bisa menahan rasa terkejutnya


Pantas saja, wanita itu memang terlihat cantik, bahkan saangat cantik, wajar jika pria dingin seperti Kak Za dulu bisa terpikat, bahkan mungkin bisa terjadi untuk kedua kalinya.


“Maksud Tante, Zi dimutasikan supaya Kak Za bisa dekat dengan cinta pertamanya?”


“Cerdas kamu”


“Sebelumnya Zi mohon maaf, maaf yang sebesar-besarnya pada Tante, maaf jika Zi membuat kehidupan Kak Za tak seperti yang Tante bayangkan, tak seperti mimpi Tante karena Zi bukan menantu yang layak”


Tak lama terdengar bunyi lonceng café, tanpa mereka sadari seorang pria tampan baru saja masuk dan tanpa sengaja memilih duduk di meja sebelah kedua wanita itu, duduk membelakangi Zi. Percakapan pun kembali terdengar


“Itu kamu sadar”


“Iya Tante Zi sangat sadar akan hal itu, tapi Zi ingin Tante tahu, Zi mencintai Kak Za bukan karena kekayaan yang Kak Za punya, bukan seberapa banyak harta yang dia miliki"


"Anak Tante pria yang baik, berhati hangat meskipun tampak luar terlihat dingin, dia kesepian Tante dia butuh Tante dan Om untuk mengisi hari-hari beratnya menjalani hidup”.

__ADS_1


Zi terlihat menarik nafasnya panjang


“Jika Tante memang menginginkan Zi pergi, baik Zi akan pergi” Tangis gadis itu mulai tak tertahan


“Zi tak ingin suami yang Zi cintai, menjadi anak durhaka yang melawan keinginan orangtuanya, Zi takut hidup suami Zi tak dipenuhi keberkahan jika kedua orangtuanya tak meridhoi, Zi takut Zi jadi penyebab hubungan orangtua dan anak menjadi buruk karena Zi, Zi sama sekali tak menginginkan itu"


Zi hanya mahluk biasa Tante, tak ada yang bisa Zi banggakan, satupun tak ada, jadi wajar saja jika Tante sama sekali tak menginginkan kehadiran Zi”


“Zi boleh minta tolong satu hal sama Tante?” wanita di depannya masih memandang gadis itu tajam


“Jangan biarkan Kak Za kesepian Tante, dia butuh Tante dan Om, luangkan waktu sedikit saja untuk mendengar keluh kesahnya. Jika Tante berjanji untuk melakukannya, Zi akan menuruti apa yang Tante inginkan”


Lidya memilih pergi meninggalkan gadis itu dengan perasaan tak karuan


Kenapa dia jadi menceramahi ku, memangnya dia tahu apa tentang keluarga Hartono


Zi kembali terisak, tapi dia berusaha menahan sekuat tenaga tangisnya, ia tak ingin menjadi pusat perhatian karyawan café dan beberapa pengunjung yang mulai berdatangan.


Pria yang duduk di belakang punggungnya, masih tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


Hingga akhirnya terdengar adzan dzuhur dari mesjid sederhana yang ia lewati.


Wudhu kali ini terasa sedikit berbeda, karena ia merasa butuh Robb nya teramat sangat, ia butuh Sang Pencipta untuk menghibur rasa sedihnya, saat ia membasuhkan air ke wajahnya, tangisnya kembali pecah, untung saja di tempat wudhu wanita saat itu tampak kosong, dia menguatkan hati untuk segera menyelesaikan wudhu nya.


Setelah selesai dengan sholat dzuhur berjama’ah nya, Zi masih enggan meninggalkan mesjid itu. Ia berdzikir lebih lama dari biasanya, lalu ia berdo’a dengan tangan yang menengadah.


Robb, sepertinya hamba-Mu ini telah terlena dengan segala nikmat yang Engkau beri selama ini, bahkan rasa khusyu ibadahku baru terasa saat hamba bersedih..


Maafkan Ya Robb maaf atas kelalaian ibadah hamba, ibadah yang seringkali hanya jadi penggugur kewajiban, bukan sebagai kebutuhan yang semestinya aku jalani dengan penuh kekhusyuan dan rasa syukur.


Apakah sesuatu yang hamba takutkan benar-benar akan terjadi Robb..

__ADS_1


Apakah hamba harus berpisah dengan pria yang telah Engkau hadirkan di hati hamba, menyatukan kami karena kami memiliki getaran yang sama.


Maafkan aku Robb.. jika hal ini terjadi karena dosaku yang menggunung, dosaku yang lebih banyak dari buih di lautan, berikan aku kekuatan menghadapi segalma macam ujian yang akan Engkau berikan pada mahluk berlumur dosa ini. Kuatkan hamba Robb.. kuatkan hamba..


Air mata gadis itu kembali berderai, dia bersujud untuk kembali mengadukan kesedihannya hingga waktu yang cukup lama.


Gadis itu baru teringat ini sudah melewati waktu istirahat kantor, tapi hatinya hari ini tak sanggup jika harus menginjakkan lagi kakinya di sana dengan mata sembab karena menangis lagi dan lagi.


Dia membuka handphone nya yang sejak tadi ia silent, terlihat ada 19 Miss call dan 5 pesan dari pria terkasihnya


Kak, jangan terlalu dalam mencintai Zi, Zi takut.. Zi takut membuat Kak Za kecewa, Kak Za berhak untuk mendapatkan gadis yang lebih segalanya dari Zi


📩 Sayang… kamu dimana?


📩 Sayang… Mama bilang apa saja sama kamu?


📩 Sayang… Please apapun yang Mama bilang kamu enggak usah ambil hati ya..


📩 Sayangnya aku, kamu dimana di kantin enggak ada, di meja kerja kamu juga enggak ada, kamu baik-baik saja kan?


📩 Sayang... jangan bikin aku khawatir gini dong 😭😭😭


Kak… jika kamu sebaik ini, gimana aku bisa dengan mudahnya pergi, jika hatiku akan tetap tertinggal disini.


📤 Pa Boss yang aku sayang, maaf ya anak buah kamu ini nakal, aku mau izin pulang cepat enggak apa-apa ya, aku mau masak enak buat Kak Za. Ya.. Ya.. Ya.. Pliiisss, g usah telepon ya, aku mau langsung pulang sekarang.


📩 Alhamdulillah.. ya sudah hati-hati di jalan ya, jangan kemana-mana. I Love You..


Sepuluh menit berlalu tak ada pesan balasan dari gadis itu


Ish kebiasaan, setiap aku bilang sayang bilang cinta susah banget buat balas atau jawabnya, penyakit lempeng aku sejak kapan nular sama gadis ini

__ADS_1


Gadis itu kembali tersenyum melihat pesan terakhir suaminya


Wanita mana yang tak akan kamu buat jatuh cinta Kak Za, kamu terlalu baik, terlalu sempurna.


__ADS_2