
Setelah dihitung selisih yang paling mendekati adalah milik Zi, maka Zi menjadi juara pertama, sedangkan Leo dengan berat hati berada di posisi ke dua.
Tampak Leo mengusap wajahnya kasar, merasa gemas dengan kebodohannya sendiri, hal penting yang memang sering ia lupakan.
“Sepertinya aku memang berdosa padamu Zi” Zi hanya tersenyum mendengar pengakuan pria itu
“Sekarang sudah jelas ya pemenangnya siapa, coba saya minta nomor rekening kalian berdua” Ucap Za sambil mengeluarkan hp nya. Tampak Zi dan Leo menunjukkan wajah berbinar.
Tak lama terdengar notifikasi masuk di hp mereka masing-masing
“Masya Alloh, ini Bapak tak salah pijit angka?” Zi masih tak percaya melihat angka yang muncul di notifikasi m-banking nya.
“Waah… makasih banyak ya Pak Za” Leo terdengar sumringah tanpa basa basi, karena ia sedang menabung untuk membeli kamera, dan dengan uang ini genap lah sudah tabungannya.
Bagaimana tak bahagia uang yang di transfer Za untuk gadis itu sebanyak 10 juta, sedangkan untuk Leo 5 juta.
“Itu hadiah buat kalian, karena meskipun sedang berpuasa kalian tetap semangat saat ditawari hadiah. Tapi tugas kalian belum selesai, sekarang ambil barang-barang seperti di trolley Zi, buat untuk 100 paket”
“Siap Pak Boss” Ucap mereka serempak. Kali ini Za dan Rizky ikut terjun membantu mereka mengambil beberapa barang agar misi mereka hari itu segera berakhir.
“Oh iya, Pak Za kenapa kita tidak beli parcel yang sudah jadi saja, lebih simpel kan?” Tanya Rani penasaran
“Saya lebih puas dengan berbelanja langsung seperti ini, kehalalan, expired date dan ingredient nya lebih bisa dipertanggungjawabkan ketimbang kita hanya menerima jadi. Tenang saja, saya tak akan menugaskan kalian untuk membungkusnya, karena saya pun tak yakin hasilnya akan enak dipandang”
Mereka semua tertawa, bagaimana bisa pria itu bisa membaca isi kepala karyawan-karyawannya ini.
Meskipun wajah cool nya tak pernah hilang, tapi mereka berterima kasih pada pria yang ada di hadapannya kali ini, karena hari itu mereka semakin yakin jika Boss mereka memiliki hati yang hangat pada orang di sekelilingnya, meskipun tidak dengan wujudnya.
__ADS_1
*****
Acara buka bersama yang dihadiri anak yatim dan kaum dhuafa akhirnya tiba. Tak disangka Za ternyata mengundang rumah singgah milik Pak Haji.
Betapa bahagianya Zi saat itu, bisa melepas rindu dengan adik-adik di sana. Lila sudah semakin besar, semakin pintar berceloteh, sedangkan Kakaknya Candra terlihat semakin dewasa, bahkan lebih dewasa dari teman-teman seusianya.
Mungkin karena kehidupan pahit yang ia jalani selama ini, mengajarkan kedewasaan bersikap dan berfikir pada anak yang beranjak remaja tersebut.
Kegiatan hari itu diisi dengan Tausiyah, berdo’a bersama, pembagian donasi yang berbentuk bingkisan parcel, uang tunai serta perlengkapan ibadah untuk 100 orang.
Untuk kali ini, kegiatan hanya sampai sholat maghrib berjama’ah dan makan bersama.
Za yang terlihat sedang berbincang-bincang dengan Pa Haji, tak lama terlihat Pa Haji memeluk erat CEO perusahaan itu sambil berderai air mata.
Seolah ingin menyampaikan terimakasih dan berpesan sesuatu yang tak bisa ditebak orang yang saat itu menatap mereka tanpa sengaja. Dan untuk pertama kalinya seorang Za memperlihatkan senyum ramahnya di depan khalayak ramai.
Tampak wajah-wajah ceria dari peserta santunan, setelah salah seorang anak iseng membuka amplop yang ia pegang. Terlihat lima lembar uang berwarna merah, mereka bahkan ada yang terlihat meloncat-loncat tak bisa menahan rasa gembiranya.
*****
Tak terasa sudah setahun Zi berada di perusahaan itu. Zi hanya bisa menjenguk kedua orangtuanya satu kali dalam setahun yaitu saat Idul Fitri.
Sedangkan sisanya terasa menjadi waktu yang saling bersahutan mengejar deadline sana sini, kerja lembur sudah menjadi pemandangan yang biasa di kantor itu.
Tak lupa kumpul makan bersama saat tender besar berhasil dimenangkan, seperti hari ini.
Za mengajak tim proyek pengerjaan sebuah hotel mewah untuk makan bersama di sebuah restoran, yang mana price list yang tertera di menu mampu membelalakkan mata, yang menentukan resto tersebut tentu saja anak buahnya sendiri yang menjadi tim pengerjaan project, memilih tempat makan mereka saat ini dengan menggunakan vote.
__ADS_1
“Pa Za terimakasih banyak atas jamuan nya” Ujar salah seorang karyawan
“Iya Pak, rasanya kami tak akan mungkin makan di restoran sebesar ini, kalau bukan ada seseorang yang sudi membayarkan” Timpal Leo
Rizky tampak sesekali melihat gadis yang sudah beberapa tahun terakhir ini menarik perhatiannya.
Tak berani membiarkan hatinya bergerak terlalu jauh, sebelum semuanya jelas akan dibawa kemana. Tak lama ada seorang pria yang menyapa Zi
“Zi, ini benar kamu kan?” Zi yang terlihat sedikit kaget segera berdiri dari tempat duduknya.
“Kak Aldi, iya ini Zi kenapa bisa tak yakin begitu, Kak Aldi sedang disini juga?”
Penampilan Zi memang tampak sedikit berbeda dari terakhir kali dia melihatnya, mungkin karena Zi mengenakan setelan formal saat itu.
Aldi hanya menjawab dengan senyuman, rasanya tak mungkin jika dia harus mengatakan jika gadis itu semakin mempesona, bahkan tanpa riasan makeup berlebihan.
“Iya tadi selesai meeting” Rizky yang melihat pemandangan itu mencoba mengingat-ngingat seperti pernah bertemu dengan pria itu sebelumnya, hingga akhirnya dia menemukan memory itu, ya anak dosen kampus mereka Bu Laila.
Malam harinya, setelah sekian lama akhirnya Rizky kembali menyampaikan niat baiknya dengan meminta bantuan Zahra, untuk menjadi perantara proses ta’arufnya dengan Zi.
Rizky memang sudah memiliki nomor ponsel Zi, tapi hanya dia gunakan sebatas keperluan kantor, tak lebih dari itu.
Untuk itu demi menjaga kesucian niat baiknya dia meminta sahabatnya Zahra untuk menjadi bagian dari proses penting ini. Saat ini Rizky merasa dia sudah jauh lebih yakin dan siap untuk meminang gadis mengagumkan itu, sebelum ada orang lain yang berniat dengan dengannya.
Apalagi setelah melihat pemandangan tadi siang, tak bisa dipungkiri ada kekhawatiran dalam diri Rizky, melihat bagaimana pria tadi tersenyum dan menatap Zi, sepertinya dia sama-sama terpikat dengan gadis itu, apalagi jika mengingat Zi cukup dekat dengan Bu Laila, jadi tak menutup kemungkinan jika Zi akan mengiyakan jika memang ada rencana perjodohan diantara mereka.
Puji Syukur Zahra bersedia membantu Rizky, Rizky diminta mempersiapan CV untuk diserahkan dan nanti akan ditukar dengan milik Zi.
__ADS_1
Saat ini Zi dan Rizky sudah berbeda divisi atau bagian yang berbeda, Zi menjadi ketua Tim Drafter sedangkan Rizky menjadi Ketua Tim Pengembangan. Jadi semakin jarang mereka untuk bertemu dan bertatap muka.
Tepat saat Rizky meminta pertolongan Zahra, malam harinya Aldi membicarakan perihal pertemuannya dengan Zi tadi siang, sekaligus Aldi menyampaikan maksud pada Ibunya itu untuk mencoba mengutarakan niat baiknya lagi pada Zi.