I APOLOGIZE

I APOLOGIZE
Memakaikan Sepatu Affandi


__ADS_3


Enrico Eldraz


Subuh jam 04.30 Nausha sudah bangun ia akan menyiapkan sarapan untuk Affandi setelah Affandi berangkat ke kantor, rencananya Nausha akan ke cafenya dari semalam ia sudah menulis rincian untuk berbelanja kebutuhan cafenya dia sudah bicara pada Mira, Mira dan Nausha akan ke pasar. Tapi dia teringat kemarin Affandi hanya memakai CD saja dan Affandi katakan sudah terbiasa dirinya tidak mau lagi melihat suaminya masih memakai CD ia menunda dulu untuk ke dapur. Affandi akan bangun pukul 6. Sebelum Affandi terbangun Nausha akan menyiapkan pakaian Affandi dahulu, Nausha segera menuju kamar Affandi ia harus mengetuk pintu kamar Affandi walau bagaimana pun.


Namun pintu kamar Affandi di kunci ia tidak bisa masuk terpaksa Nausha kembali untuk ke dapur, rupanya Affandi membuka kan pintu untuk Nausha. Nampak wajah Affandi masih terlihat ngantuk.


" Selamat pagi Pak, saya mau menyiapkan pakaian Bapak."


Affandi Mengangguk pintu itu di buka lebar Nausha pun masuk ia menyalakan lampu kamar Affandi. Affandi kembali ke tempat tidur dan ingin melanjut kan tidurnya.


" Jam berapa ini?" ucap nya sambil melangkah ke ranjang tidur.


" Sudah setengah lima Pak."


" Kalau sudah selesai matikan lampu kembali."


" Iya Pak."


Affandi kembali tidur sambil tangan menutupi dirinya dengan selimut.

__ADS_1


Jam setengah 7 Nausha kembali ke kamar Affandi, suaminya sudah berpakaian untuk ke kantor tangan nya sedang melingkar kan dasi ke leher nya.


" Sini biar saya pakaikan dasi nya Pak."


Affandi tidak menolak, Nausha dengan cekatan tangannya memakaikan dasi Affandi. Affandi sedikit menatap wajah istrinya yang kedua matanya tidak mau melihat wajahnya, istrinya hanya fokus menatap pada dasi yang di pakaikan. Hidung Affandi sempat mencium harum tubuh Nausha dan bibir Nausha warna coklat muda.


" Kamu ingin keluar pagi ini?"


" Iya Pak, sekalian saya minta ijin pada Bapak saya mau ke cafe saya.. setelah Bapak berangkat ke kantor." balasnya tanpa melihat wajah Affandi.


" Kamu naik apa ke sana?"


" Sudah selesai Pak dasi nya." sambil tangannya membenarkan sedikit kerah kemeja Affandi."


Affandi masih menunggu Nausha membereskan tempat tidurnya.


" Ambil kan sepatu saya sekalian pakaikan."


" Euh..iya Pak."


Nausha segera mengambil sepatu Affandi di lemari rak sepatu.

__ADS_1


" Bukan yang itu..itu sudah saya pakai kemarin."


Nausha menaruh kembali sepatu Affandi dan mengambil sepasang sepatu yang lain, jenis sepatu yang sama tapi modelnya sedikit beda. Sepatu itu Nausha semir sebentar sebelum Affandi pakai.


Affandi duduk dan Nausha membungkuk kan badan tangan nya mulai memakaikan kaos kaki. Affandi wajahnya menunduk melihat tangan istrinya memakaikan kaos kaki dan sepatu di kedua kakinya. Nausha sama sekali tidak menatap Affandi.


" Sudah selesai Pak." badannya sambil berdiri. " Sarapan Bapak sudah saya siapkan."


Kemudian Nausha melihat jas Affandi yang masih di gantung ia sekalian memakai kan jas untuk Affandi.


" Jas Bapak ."


" Iya."


Affandi tangan kiri nya sedikit di rentangkan, Nausha mulai memakaikan jas pada Affandi dan tangan nya mengancing jas itu.


" Saya keluar duluan Pak Affandi."


Affandi membiarkan Nausha keluar dari kamar ia ingin memakai parfum dan jam tangan.


Affandi sudah keluar matanya melihat Nausha sedang menyiapkan piring di meja makan. Nausha dan Affandi sarapan di meja itu. Selesai sarapan Nausha mengantar Affandi sampai di ambang pintu.

__ADS_1


" Hati hati di jalan Pak Affandi."


Affandi hanya diam dan mengangguk langkah nya mendekati pintu mobil saat sang supir sudah membuka kan pintu untuk Tuannya. Supir itu masuk dan mulai melajukan mobil Affandi. Setalah Affandi berangkat Nausha bersiap siap untuk ke cafenya.


__ADS_2