
Nausha tidak memusingkan dengan di belikan nya mobil bekas oleh Affandi toh dia pun sudah punya segalanya yang di berikan oleh Neneknya bahkan mobil dengan harga milyaran yang di belikan oleh Mathilda, hanya saja mobil Audi jarang ia pakai dirinya juga mau membuktikan ia mampu dengan usaha nya.
Nausha pun waktu semasa kuliah jarang menggunakan mobil pribadi nya ia lebih menyukai naik kendaraan umum walaupun Nenek nya suka di buat pusing oleh nya tidak mau di antar supir. Nausha memang tidak mau menunjukan kemewahan kepada teman teman kampus nya. Nausha merasa nyaman ketika pulang dari kampus bersama sahabat sahabat nya naik kendaraan umum dengan begitu Nausha punya kebebasan dengan waktu, walau supir Neneknya selalu bersedia kapan pun dan kemana pun mengantar Nausha.
Tapi Nausha penasaran dengan mobil bekas yang di belikan oleh Affandi untuk nya. Saat berjalan beriringan mengantar suaminya sampai depan pintu, Affandi langsung mengarahkan jari telunjuk pada mobil bekas untuk Nausha.
" Itu mobil mu."
Nausha bola mata nya mengarah pada mobil yang di tunjuk oleh Affandi, tapi sesaat kemudian ia tertegun menatapi mobil bekas itu.
" Mobil itu..mobil yang sama yang pernah di ajarkan oleh Kekeknya untuk belajar menyetir." ucapnya dalam hati.
Nausha mendekati mobil itu, sampai di sisi pintu mobil Nausha berdiri terdiam matanya lalu menelusuri badan mobil, memorinya kembali mengingat kenangan bersama mendiang Kakeknya. Bersama Kakek nya Nausha di ajarkan bagaimana menyetir mobil dengan baik.
" Kalau mobil arah belok kanan dan kiri nyalakan lampu sein, mata mu juga harus melihat kaca spion."
" Iya Kakek.."
__ADS_1
Kata kata itu masih melekat di ingatan Nausha, Nausha mata nya mulai berkaca kaca. Lalu dengan penasaran ia membuka pintu mobil belakang Nausha ingin melihat interior dalam mobil. Nausha tersenyum mobil ini membawa Nausha mengenang kembali bersama Kakeknya. Mobil itu dulu masih baru yang di belikan oleh Kekeknya kini sudah terlihat jadul karena masa berganti dan sudah di telan usia. Mobil itu pun masih ada tersimpan di garasi di rumah Ayah dan Ibu nya.
Sementara Affandi yang masih berdiri di tempat heran memperhatikan Nausha wajahnya nampak bersedih tapi bercampur gembira. Affandi bingung Nausha nampak senang dengan ada nya mobil itu tapi kenapa istrinya itu malah terlihat menangis.
Affandi kemudian menghampiri Nausha, Nausha yang menyadari Affandi sudah berdiri dekat sisi mobil saat dirinya membungkuk karena masih melihat interior mobil buru buru tangannya mengusap air mata ia tidak mau di lihat oleh Affandi bahwa matanya berkaca kaca.
" Kenapa, kamu tidak suka dengan mobil bekas ini, kamu kecewa kenapa saya tidak beli mobil terbaru untuk kamu?"
Nausha badan nya yang sudah berdiri tegak menjawab tapi membelakangi Affandi.
" Maksud kamu? tadi aku mendengar kamu mengatakan almarhum..siapa tadi?"
" Ahh..bukan Pak Affandi bukan siapa siapa, lagian mana mampu keluarga saya beli mobil."
" Yeah..aku sudah tahu itu, Ayah kamu mana mampu punya mobil walaupun mobil ini sudah hampir tua." balas Affandi sombong.
Nausha kini membalikkan badan berhadapan dengan Affandi.
__ADS_1
" Bapak benar saya memang bukan dari keluarga mampu..tapi kami sangat bersyukur."
" Terima kasih, Bapak sudah membelikan mobil ini untuk saya." lanjut Nausha.
" Baik sekarang saya berangkat dulu."
" Baik Pak hati hati di jalan."
Setelah Affandi berangkat di antar supir, Nausha kembali melihat mobil bekas itu hingga beberapa menit kemudian ia teringat untuk menemui Nenek nya pagi ini juga ia akan berangkat tentu nya dengan mengendarai mobil itu. Tapi diri nya juga lupa untuk meminta ijin pada Affandi bahwa ia akan mengunjungi Nenek nya.
" O iya bukan kah hari ini juga aku harus menemui Nenek..euhh kenapa aku lupa meminta ijin Affandi, sebaik nya aku telepon saja."
Namun Nausha mengurungkan kembali untuk menelpon Affandi, ia tidak mau Affandi tahu kalau ia akan menemui Nenek nya karena itu bisa membuat Affandi penasaran dan Affandi bisa tahu siapa dia sebenarnya.
" Biarkan saja..tidak usah menelpon dia."
Nausha lalu langsung cepat melangkahkan kaki nya untuk bersiap siap.
__ADS_1