
Nausha mengendarai mobil dengan semangat ini moment yang mengharukan buat Nausha. Ayah dan Ibu nya berbincang dengan kedua nya saling menggenggam tangan, sambil menikmati pemandangan alam desa itu. Mobil mewah keluarga Hilmar masih di daerah pedesaan, Nausha sengaja melajukan mobil kecepatan sedang agar orang tuanya puas melihat lihat pemandangan dari dalam mobil. Tempat Mathilda tinggal memang desa yang sangat sejuk yang belum terkontaminasi oleh polusi udara bahkan warga penduduk sana lebih memilih jalan kaki dibanding menggunakan kendaraan terkecuali kalau warga di sana menggunakan kendaraan bila tujuan ke kota saja dan juga untuk pergi ke ladang. Mathilda benar benar memilih tempat tinggal bersama Nausha tempat yang tenang, udaranya sangat sejuk. Mathilda sudah tertidur di terpa angin semilir dari luar jendela yang sengaja di matikan AC mobil oleh Nausha karena permintaan Nenek nya.
Nausha tersenyum melihat kedua orang tuanya sangat mesra dari kaca spion, Ibu nya selalu bergelayut manja bahkan merebah kepala nya pada dada bidang Leo yang masih tegap. Tak usah di tanya bagaimana hati Nausha sekarang, Nausha benar benar bahagia berlipat lipat ini pertama kali nya ia berjalan bersama orang tua nya juga Nenek nya. Nausha sudah meyiapkan ponsel yang penuh battery nya agar di saat ada kesempatan melihat pemandangan yang manis ponsel nya siap membidik.
Perjalanan dari desa ke kota hanya butuh satu jam saja. Mobil Rolls Royce telah memasuki area restoran mewah. Sekertaris Leo sudah mereservasi meja untuk keluarga Hilmar. Nausha memarkirkan mobil mewah itu dengan cantik nya.
" Nenek kita sudah sampai.." Nausha mematikan mesin mobil.
" Ohh..baru saja terpejam sudah sampai, cucu ku?" Mathilda mengerjap ngerjapkan kelopak mata.
" Nenek tidur terlalu nyenyak Sampai tidak terasa kalau kita sudah sampai."
" Kau membawa mobil persis seperti Kakek mu tidak kencang tidak juga pelan..ayo kita turun!"
Keluarga Hilmar berjalan masuk kedalam restoran mewah di mana restoran itu menyajikan menu makanan manca negara dan para pelayan dengan sigap menyambut dan siap melayani keluarga Hilmar.
Banyak beberapa pasang mata terkejut melihat kedatangan keluarga Hilmar didalam restoran, mereka tahu siapa keluarga Hilmar itu, tak pelak CEO Leonardo membawa istri dan Ibu nya menjadi pusat perhatian mereka tapi mereka juga bertanya tanya siapa gadis cantik itu yang duduk di samping Mathilda mereka tidak mengenalnya.
Nampak kentara pengunjung restoran berbisik membicarakan keluarga Hilmar dan penasaran dengan Nausha duduk bersama dengan keluarga Hilmar. Tidak cuma itu ada beberapa orang yang diam diam memfoto keberadaan keluarga Hilmar di restoran bagi mereka ini adalah sebuah berita menarik yang dijadikan moment penting bahkan foto foto sembunyi untuk dijadikan konsumsi publik beruntung buat mereka bisa melihat keluarga Hilmar.
__ADS_1
Leonardo memang jarang muncul di tengah masyarakat kota Ia lebih sering bersama sekertarisnya itu pun karena urusan bisnis apalagi kemunculan Leo membawa istri, anak, dan Ibu nya tidak heran jadi pusat perhatian. Leo di meja itu berbicara pada Fiandra, Nausha dan Mathilda.
" Abaikan mereka yang memperhatikan kita, kita nikmati saja hidangan makanan ini!"
Leo lagi lagi di hinggapi rasa bersalah, karena terlalu menyembunyikan putri nya bertahun tahun, bahkan istrinya sendiri pun jarang Leo bawa ke berbagai acara undangan relasi ataupun kolega nya. Tapi Leo sudah siap menerima konsekuensinya kemunculan mereka di publik akan tersebar di media internet dan sudah saatnya Ia mengenalkan putrinya di masyarakat secara tidak langsung. Fiandra tahu apa yang di pikirkan suaminya itu.
" Leo.." Menangkup punggung tangan Leo.
" Hmm..?"
" Aku tahu apa yang kau pikirkan sekarang!"
" Ya..kau memang istri yang luar biasa..sayang."
" Kita bicarakan nanti setelah makan." bisik Fiandra.
,
,
__ADS_1
,
,
,
,
,
Tring
Suara nada tanda pesan masuk diponsel Enrico, Enrico saat ini sedang memeriksa beberapa dokumen di meja ruang kantor nya. Ponsel nya yang di letakkan di sisi meja di genggamnya.
Sebuah pesan masuk di lihat oleh Enrico teman nya mengirim beberapa gambar keluarga Hilmar sedang di sebuah restoran. Sejenak Enrico memperhatikan beberapa foto di mana Nausha sedang bersama keluarga pengusaha kaya. Enrico menyimak foto foto itu terlihat ia menautkan kedua alis nya
Enrico tersenyum dan sudah menebak Nausha memang berasal dari keluarga kaya dan ini jelas Nausha sedang menikmati makan bersama orang tuanya, Leonardo Hilmar.
" Well..Affandi kau benar benar menyesal telah melepas Nausha." Gumamnya.
__ADS_1