
Affandi sudah turun dari mobil, Nausha pun bersiap di ambang pintu menyambut Affandi dengan senyuman
" Malam Pak Affandi."
" Hmm..." Affandi mengangguk.
Affandi menatap dingin pada Nausha, yang tersenyum padanya. Affandi ingin menegur Nausha namun ia tunda karena tubuhnya sudah lelah, ia akan menegur Nausha yang pulang tidak tepat waktu besok pagi.
" Saya sudah menyiapkan makan malam."
" Hmm.." balasnya masih mengangguk saja tangan kanannya sambil memberikan tas kantor nya pada Nausha.
Affandi dan Nausha kemudian berjalan beriringan menuju kamar Affandi. Sampai di kamar Affandi, Nausha meletakkan tas kantor Affandi di meja kamar sedangkan Affandi mulai membuka kancing kancing kemeja lalu melepaskan kemejanya dan di berikan pada Nausha, dan saat Affandi mulai melepaskan celana panjang nya, buru buru Nausha bicara pada Affandi.
" Saya keluar dulu Pak, dan celana Bapak yang sudah kotor masukkan sendiri saja di ranjang." ucap nya sambil melangkah menuju pintu kamar.
Affandi hanya diam, Nausha tidak mau matanya melihat tubuh Affandi hanya memakai CD saja, Nausha sudah keluar Affandi lalu masuk kamar mandi ia akan turun untuk makan malam.
Nausha seperti biasa menunggu Affandi keluar dari kamar. Tak lama Affandi melangkah menuruni tangga, Nausha segara menarik kursi untuk Affandi. Affandi mulai menikmati makan malam nya Selama Nausha menemani Affandi makan kedua nya diam tidak bicara.
,
__ADS_1
,
,
,
,
Pagi menyambut Nausha sedang mengantar Affandi berangkat ke kantor.
" Hati hati di jalan Pak."
Affandi sebelum masuk ke mobil ia berniat ingin menegur Nausha dahulu.
" Iya Pak Affandi."
" Selama kamu tinggal di sini ikuti peraturan saya, jangan pernah melanggar aturan di rumah saya..kamu kemarin pulang tidak tepat waktu."
Nausha mengangguk dirinya langsung menjelaskan pada Affandi namun Affandi memangkas alasan Nausha.
" Saya kemarin terlalu sibuk melayani pengunjung cafe hingga-"
__ADS_1
" Tapi tetap harus ikuti peraturan saya, karena kamu tinggal di rumah saya.." ucapnya dingin.
" Kalau begitu boleh saya meminta waktu jangan di batasi sampai jam 6 Pak..cafe saya sangat ramai di atas jam 6, anak buah saya kewalahan.." ucapnya melas.
" Cafe mu bisa ramai pengunjung karena aksi anak buah saya ingin membakar cafe kamu..dan menjadi pusat perhatian orang orang, jadi..berterimakasih lah pada saya."
" Iyaa Pak Affandi, yang terhormat dan terpandang sejagat raya..saya sangat berteriimaa kasih pada Bapak, tapi Pak..saya mohon selama satu Minggu saja saya pulang jam 9 sampai saya dapat pengganti, karena saya belum mendapat kan anak buah lagi untuk membantu saya..boleh Pak?" balasnya dengan wajah penuh harap pada Affandi.
" Pulang jam 6 atau kamu sama sekali tidak bisa lagi melihat cafe mu." Affandi tidak mau menggubris permintaan Nausha.
" Saya jalan dulu..saya hari ini pulang sore.."
" Terserah Bapak pulang malam pulang sore pulang pagi..bukan urusan saya." ucapnya ceplos.
Langkah Affandi berhenti dengan ucapan Nausha, matanya langsung menatap Nausha dengan nyalang.
" Maksud kamu apa..? kalau saya pulang malam kamu bisa pulang malam juga? perempuan macam apa kamu?"
" Santai Pak! tidak usah ngegas..kan Bapak minta tolong sama saya, Bapak juga tolongin saya juga dong!"
Affandi masih teringat dengan tujuan ia menikah dengan Nausha.
__ADS_1
" Okey, Saya kasih satu Minggu..tapi kalau kamu melanggar, saya tutup cafe kamu."
Affandi langsung masuk dalam mobilnya. Nausha sendiri terasa lega dengan permintaan nya yang di kabulkan tapi sekaligus hati nya kesal dengan ancaman Affandi.