
Perjalanan hampir memakan waktu satu jam setengah, Nausha sudah sampai di mana ia tinggal bersama Neneknya, mobil yang di kemudikan Nausha kini sudah masuk di pekarangan halaman rumah Nenek nya. Mathilda sudah menunggu cucu nya itu duduk di kursi goyang. Mendengar suara deru dan bunyi klakson mobil di halaman rumah, Mathilda sudah menduga itu adalah cucu nya yang sudah tiba.
" Rose.." Panggilnya.
Rose langsung menghampiri Mathilda.
" Iya Nyonya besar.."
" Coba kau lihat di luar sepertinya cucu ku sudah tiba."
" Iya Nyonya"
Pelayan itu bergegas keluar dan benar saja Rose melihat sebuah mobil dengan pintu yang sudah di buka lebar, Rose tersenyum pada cucu nyonya besar itu turun dan langsung memberi senyuman pada dirinya. Rose buru buru menghampiri Nausha.
" Nausha.."
" Ibu Rose apa kabar nya?" sambil tangannya menutup pintu mobil.
" Aku sangat baik Nausha."
Kedua nya saling memberi pelukan hangat, namun setelah melepas pelukan kedua nya Rose menatap tubuh Nausha yang kini terlihat agak kurus.
" Apa kau baik baik saja, kau terlihat agak kurus."
" Iya Ibu Rose aku sibuk mengelola usaha cafe ku."
" Jangan terlampau capek Nausha..kalau sampai kau sakit itu nanti meresahkan Nenek mu."
Nausha tersenyum hangat pada Rose.
" Iya Bu Rose aku akan selalu jaga kesehatan, oiya Nenek sedang apa?"
" Nyonya besar sedang duduk di kursi goyang, ia sudah menunggu mu di dalam."
" Baik lah aku ingin menemui nya aku sangat rindu pada Nenek."
" Temuilah..biar barang barang mu di mobil Ibu yang bawa."
" Terimakasih."
__ADS_1
" Oiya apa kau akan menginap? Ibu sudah menyiapkan kamar mu."
" Eum..sepertinya tidak Bu."
" Hmm..? ya sudah! masuk lah dulu."
Nausha lalu masuk dan langsung menemui Mathilda. Sampai di dalam Nausha melihat Mathilda terdiam sambil duduk menggoyang kan kursi.
" Nenek."
" Ah..cucu ku."
Nausha memeluk Mathilda dan mencium pipi Mathilda.
" Apa kabar Nenek?"
Mathilda yang ingin beranjak dari kursi, Nausha dengan sigap membantu Mathilda berdiri untuk pindah duduk di sofa. Nausha menuntun Mathilda dan keduanya duduk bersama.
" Nenek baik baik saja Nausha."
" Syukurlah Nenek nampak sehat."
Rose datang membawa kan minum untuk Nausha dan Mathilda.
Nausha kemudian mengambil secangkir teh buatan Rose dan diminum nya agar ia bisa menenangkan dirinya sebelum Mathilda bicara dan bertanya hal yang sudah membuat Neneknya meminta Nausha untuk pulang.
" Tolong jelaskan siapa Jackson itu, dan kau mau tahu cucu ku?"
" Apa Nek?"
" Tetangga kita sudah dua orang menyampaikan pada Nenek bahwa dua orang laki laki yang berbeda menanyakan kamu dan keluarga kita."
Mathilda menjeda sebentar ucapannya.
" Ada apa dengan kamu sebenar nya, jangan kau tutupi?"
" Baiklah Nek..sebelum nya Nausha meminta maaf tapi Nausha tidak mau menutupi dari Nenek hanya saja waktu nya belum tepat."
" Memang nya ada apa? ada peristiwa apa yang terjadi pada mu?" Mathilda penasaran.
__ADS_1
Nausha sebelum menjawab ia menarik nafas dalam dalam.
" Nek..sebenar nya Nausha sudah menikah dua Minggu lalu."
" Hah..menikah? kau sudah menikah dengan siapa? kenapa kau tidak memberi tahu pada Nenek?"
Nausha pun akhirnya menceritakan tentang pernikahan dengan Affandi pada Nenek nya, nampak Nausha menangis sambil bercerita Mathilda yang mendengar kan Nausha bicara mengangguk dan kini mengerti mengapa cucunya itu menikah dengan pria yang tidak mencintainya.
" Jadi..suami mu itu hanya butuh bantuan mu saja? siapa nama suami mu itu?"
" Nek suami ku itu berasal dari keluarga terpandang status nya sama seperti kita Nek, tapi..aku masih menyembunyikan dari suami ku tentang latar belakang keluarga kita Nek."
Mathilda tersenyum lebar dan mengangguk anggukkan kepala ia sangat setuju dengan cucu nya.
" Siapa dia?"
" Nama nya Affandi Ellison."
" Ellison? sepertinya Nenek kenal dengan nama Ellison."
" Iya kah?"
" Iya cucu ku, keluarga Ellison memang sangat kaya dan terpandang dulu almarhum Ayah ku pernah sempat menjodohkan ku pada Matteo, Kakek nya Affandi."
" Oh ya?"
" Dia memang sangat sombong makanya Nenek tidak menerima perjodohan itu. Keluarga Ayah ku dengan keluarga Ellison memang selalu bersaing dalam usaha bisnis, tapi..ah Nenek sudah lupa dengan keluarga Ellison itu. Apa Matteo masih hidup?"
" Nausha tidak tahu Nek, jadi Kakek Affandi pernah di jodoh kan pada Nenek?"
Nausha tersenyum sedikit menggelitik dengan cerita Neneknya.
" Iya begitu lah dan Nenek dengan Kakek Affandi pernah bertemu, rupanya sifat sombong nya turun pada suami mu, Affandi."
" Jadi sekarang Nausha harus bagaimana Nek? maksud Nausha..Affandi hanya butuh bantuan ku saja dan setelah itu akan menceraikan ku Nek?"
" Butuh bantuan seperti apa hingga kau di minta untuk menikah dengan nya?"
" Affandi bilang untuk reputasi perusahaan aja."
__ADS_1
" Huhh lucu sekali..tapi saran Nenek pertahankan pernikahan mu tidak boleh ada perceraian, kalian berdua sudah jodoh dan di persatu kan oleh Tuhan, tapi nanti kalau terjadi apa apa pada mu Nenek yang akan menghadapi keluarga Ellison. Cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya pada kalian berdua..dan Nenek setuju kau tetap sembunyikan saja dulu siapa diri mu sebenarnya."
" Baiklah Nek.."