I APOLOGIZE

I APOLOGIZE
Leo Tak Mau di Suaoi Kue Ulang Tahun


__ADS_3

Acara suapan kue dari Nausha setelah Arthur bergilir pada Ibu Nausha dan terakhir pada Mathilda. Saat itu datang Leonardo dan langsung berdiri di samping Fiandra. Melihat Ayah nya sudah pulang Nausha berniat ingin memberi suapan kue pada Ayah nya, namun Leo menolak tidak mau di suapi kue oleh Nausha.


" Turunkan sendok dan piring kue itu!" ucap Leo dengan wajah tidak senang dengan perlakuan putri nya itu.


Nausha pun hanya menurut lalu meletakkan kue di piring itu di meja. Nausha kemudian mendekati Kakeknya di sisi kursi roda.


" Apa Kakek juga ikut makan kue manis ini?" tanya Leo pada Nausha.


" Iya Ayah.." jawab Nausha sambil menunduk.


" Kakek belum boleh makan yang macam macam dulu karena Kakek baru sembuh sakit." Leo menatap Nausha kesal.


" Leo..aku sendiri yang meminta kue dan di suapi oleh Nausha, sudah lah! ini adalah hari ulang tahun putri mu." balas Arthur.


" Tapi kalau Ayah sakit lagi bagaimana? Ayah belum boleh makan sembarangan dulu."


Leo lalu menoleh pada Fiandra.

__ADS_1


" Fiandra kenapa kau membiarkan Nausha memberikan kue untuk Ayah ku?"


Fiandra tidak bisa memberi alasan ia juga ingin membela putrinya Fiandra tidak mau berdebat percuma saja ia hanya selalu salah di mata Leo, kalau mau memberi alasan pada suami nya itu Leo akan menjadi berang dan dirinya akan di katakan pembantah pada suami. Fiandra hanya diam.


Tapi Mathilda tahu perasaan menantu nya itu, Mathilda yang memberi alasan pada putra nya itu.


" Leo wajar Nausha memberi kue dan menyuapi pada Ayah dan Ibu mu juga pada istri mu..apa yang salah kau jangan membuat putri mu bersedih di hari ulang tahun nya."


" Tapi Bu...Leo tidak mau jangan karena kue ini yang di suapi Nausha, Ayah kembali sakit karena dokter sudah berpesan pada ku tetap jaga makan untuk Ayah makan, jangan sembarang Ayah makan."


" Sudah lah Leo..Ayah tidak apa apa, Ayah juga ingin menikmati kue ulang tahun Nausha. Ayah sendiri yang meminta pada Nausha untuk di suapi kau jangan merusak suasana malam ini, kasihan putri mu." balas Arthur karena ingin membela Nausha.


" Awas Nausha kalau sampai terjadi apa apa pada Kakek, kau yang lebih dulu Ayah hukum..ingat itu."


" Leo..tidak bisakah kau sayang pada Nausha dia putri mu sendiri? Ayah ini sudah tua Ayah hanya ingin menikmati sisa hidup Ayah membahagiakan cucu ku sendiri."


" Apa yang Ayah katakan? Ayah tidak boleh bicara seperti itu!"

__ADS_1


" Fiandra dan juga kalian para pelayan.. bereskan ini semua, acara ulang tahun sudah selesai." ucap Leo dan berlalu pergi masuk ke kamarnya.


Fiandra pun segera menyusul suaminya ke kamar. Sedangkan Nausha masih terdiam dan sedih Nausha terisak merasakan sesak di dalam dada nya dengan ucapan Ayahnya dan memang Ayah nya tidak pernah menyayangi nya.


Arthur melihat Nausha yang menangis hatinya pun merasa di gelayuti rasa bersalah terhadap cucu nya sendiri, dirinya sangat menyesali karena memang ia lah yang dulu terlalu mendesak agar putra nya bisa memberi cucu laki laki, hingga membuat Leo menjadi sosok yang kejam dan membenci putri nya sendiri.


" Nausha.."


" I- iya Kakek.."


" Sudah ya! jangan kau simpan kata kata Ayah mu di dalam hati."


Nausha mengangguk, Arthur ingin memberi pelukan pada Nausha untuk meredakan tangis nya. Nausha pun membungkuk menerima pelukan Kakeknya


" Kakek..kenapa Ayah begitu membenci diri ku?" ucapnya terisak di balik pelukan Arthur.


" Ini semua karena salah Kakek juga Nausha.maafkan Kakek !"

__ADS_1


" Iya Kakek..Nausha juga sayang pada Ayah, Nausha tidak mau membenci Ayah, Kek."


__ADS_2