
Saat Affandi menelpon Nausha, Nausha rupanya sedang menerima karyawan baru untuk bekerja di cafenya dan Mira kini yang akan mewakili Nausha. Sedangkan Enrico setelah bicara dengan Nausha ia menunggu Nausha sambil menikmati minuman dingin dan memeriksa pekerjaan kantor nya di laptop.
Nausha nampak terburu buru dan juga muncul gelisah mulai menggelayut di hatinya harus pulang karena perintah dari suaminya. Beruntung Nausha sudah mendapatkan karyawan baru untuk membantu anak buahnya di cafe. Nausha berjalan sambil bergumam kesal harus pulang jam 6 tepat oleh Affandi, Nausha mau tidak mau ia harus menuruti perintah suaminya. Enrico sendri sengaja ingin berlama lama di cafe Nausha karena selalu ingin melihat Nausha agar dirinya pun semakin akrab dengan Nausha. Enrico melihat Nausha seperti sedang terburu buru dirinya ingin bertanya pada Nausha apa yang membuat Nausha nampak terburu buru.
" Nausha kau mau kemana?" ucap Enrico langsung berdiri.
Nausha langkahnya berhenti sesaat tidak jauh dari meja Enrico.
" Enrico aku harus pulang Affandi sedang menunggu ku di rumah."
" Kau mau pulang? biar aku antar sampai rumah."
" Tidak usah Enrico aku bisa naik Taxi."
Nausha Kembali meneruskan langkah nya dengan cepat Enrico menahan Nausha. Enrico tidak mau Nausha naik Taxi, ia bersih keras ingin mengantar Nausha.
" Hey..biar aku antar, jangan naik Taxi..!" Memegang tangan Nausha.
" Tapi Enrico..?" menatap heran pada Enrico.
" Jangan bantah..! aku tahu kamu harus cepat sampai rumah, menunggu Taxi akan lebih membuang waktu..ayo!" Enrico sambil menarik tangan Nausha.
Nausha pun tidak bisa menolak ajakan Enrico, Enrico memegang tangan Nausha sampai ke mobilnya dan membuka pintu mobil untuk Nausha.
" Jalanan sedikit macet maka sebaiknya aku antar saja..masuk lah!"
Nausha mengangguk lalu masuk dan duduk.
" Kau sudah tahu jalan menuju rumah Affandi?"
" Hemm..aku teman nya sudah beberapa kali aku sudah berkunjung ke rumah mu."
" Rumah ku? aku hanya numpang di sana." balasnya dengan tawa terkekeh.
" Jangan bodoh kau istrinya, itu rumah mu juga.."
Mobil Enrico sudah melaju dengan kecepatan sedang, sambil matanya fokus menyetir tapi dalam hatinya kenapa Nausha tidak di jemput oleh supir Affandi. Enrico dan Nausha masih saling diam hingga di pertengahan jalan mereka terkena macet membuat Nausha semakin gelisah.
__ADS_1
" Macet lagi..huff."
" Kenapa kau harus gelisah, tenang saja..!sudah biasa kan jam jam segini pasti macet."
" Seharusnya tadi aku naik ojek saja lebih cepat sampai.." jawabnya sambil menggigit jari menghilangkan rasa gelisahnya.
" Apa setiap hari kau pulang pergi naik ojek?"
" Iya Enrico.."Nausha menjawab matanya sambil menatap kedepan.
" Huhh..keterlaluan Affandi kenapa Nausha tidak diberikan mobil paling tidak diantar jemput oleh supir." ucapnya dalam hati.
" Kenapa kau tidak membawa mobil saja untuk kebutuhan kamu pulang pergi ke cafe kamu."
" Aku tidak memerlukan nya Enrico, aku lebih suka dengan naik ojek lebih cepat sampai."
" Keterlaluan Affandi." bergumam pelan.
Mobil Enrico kini sudah sampai di depan mansion Affandi pukul 7 malam.
" Terimakasih Enrico, kau mau mampir dulu dan berbincang bincang dengan Affandi?"
" Iya Enrico.."
" Nausha."
" Iya Enrico?"
" Kalau kamu butuh pekerjaan hubungi aku saja."
" Iya Enrico terimakasih. aku masuk dulu."
Sampai di kamar Nausha mandi dan akan menyiapkan makan malam untuk Affandi. Saat keluar dari kamar, Nausha terkejut Affandi sudah berdiri di depan pintu kamar.
" Euh Pak Affandi..?"
" Kamu terlambat pulang?"
__ADS_1
" Iya Pak Affandi..di jalan tadi macet."
" Kamu diantar pulang dengan siapa tadi?"
" Teman Pak Affandi nama nya Enrico."
" Enrico? dia yang mengantar kamu?"
" Iya..dan Enrico adalah teman Bapak dan katanya..sangat kenal dengan keluarga Bapak."
" Apa jangan jangan Enrico sudah tahu Nausha menikah dengan ku.?" duganya di ucap dalam hati.
" Ya sudah siapkan makan malam!"
" Baik Pak Affandi."
Affandi langsung menuju ruang kerjanya ia akan menelpon Jackson.
" Jackson..saya memerlukan mobil untuk Nausha."
,
,
,
,
Setelah selesai makan malam Affandi bicara pada Nausha masih di meja makan.
" Mulai besok kamu pulang pergi ke cafe mu naik mobil saja..saya tidak ijinkan lagi kamu naik ojek atau Taxi."
" Tidak usah Pak Affandi, saya lebih suka na-"
" Ini perintah saya harus kamu ikuti." Affandi mendesak.
" Eum..terimakasih Pak Affandi."
__ADS_1
" Buatkan kopi untuk saya!"
Affandi berdiri dan meninggalkan meja makan Nausha pun langsung membereskan meja lalu membuatkan kopi untuk Affandi.