I APOLOGIZE

I APOLOGIZE
Apa Boleh?


__ADS_3

Tatapannya kini kembali pada wajah Nausha yang sedikit menunduk dan terdiam.


" Kopi latte nya nikmat." ucap Enrico tersenyum.


Mata Nausha langsung beralih pada Enrico.


" Terimakasih..saya mau bantuin anak buah saya dulu."


" Silahkan!" Enrico mengangguk senyum.


Nausha lalu beranjak berdiri meninggalkan Enrico, sambil menyeruput kopi latte nya mata Enrico menelusuri tubuh Nausha yang membelakangi nya dari kepala, pinggang, lalu turun pada kedua kaki Nausha. Nausha mempunyai tubuh yang indah di atas rata rata menurut mata lelaki Enrico. Mata Enrico belum juga memutuskan pandangan pada Nausha terlihat sedang bicara pada anak buah nya.


Enrico lalu mengeluarkan ponselnya untuk menelpon seseorang. Ia ingin mencari tahu informasi latar belakang Nausha. Selesai menelpon matanya kembali melihat Nausha yang sedang melayani pengunjung cafe, tak sampai di situ Enrico masih terus memperhatikan gerak gerik Nausha sedang membereskan meja yang sudah di tinggal oleh pengunjung dari kejauhan.


" Well..dia cantik dan menarik, apa boleh teman ku memberikan istrinya untuk ku..?kalau memang Affandi tidak mencintainya." Enrico tersenyum kecil tatapan nya masih tertuju pada Nausha yang kini sedang berada di meja kasir.


,


,


,


,


,


Di sebuah Hotel.


" Akkhhhh..Fandi kau masih saja tidak berubah sayang..akhhh..akhhh.."


Soraya mendesah memejamkan mata merasakan hujaman junior Affandi yang masuk keluar yang di percepat dengan gerakan pinggulnya.

__ADS_1


Hentakan pinggul dan bagian bokong Soraya beradu hingga menimbulkan suara nyaring.


" Hebat mana dengan permainan suami mu..hmm?"


" Kau sayang.. aku tidak pernah lupakan permainan mu, aku sudah berkali kali mendapatkan nya..akhhhh..akkhhh, terus.. lebih cepat sayang."


" Ohh..yeahh tentu sayang..aku bisa memuaskan mu..Ehhhggg ssstt.." ucap Affandi sambil menghujam kencang.


" Ahhhkkk..Fandi, aku aku sudah mau sampai..akkhhhhh.."


Soraya sudah mendapat kan kli**ks nya, hingga beberapa detik di susul Affandi yang sama mendapatkan pelepasan yang ketiga kalinya.


" Euhhhhhhggggkk..Sorayaaa...Sastthh ahhh."


Affandi mengerang hebat ia membiarkan junior nya menumpahkan benihnya dalam dalam di bagian lembah Soraya, sambil memejamkan mata. Affandi ambruk di atas tubuh Soraya dengan nafasnya yang terengah engah.


Setelah nafas Affandi kembali teratur tubuh nya merosot dan terbaring di sisi tubuh polos Soraya. Nampak keringat Affandi tercetak basah di seprey dan di bantal. 10 menit kemudian Affandi beranjak dari ranjang tidur menuju kamar mandi membersih kan tubuh nya dari peluh keringat. Affandi keluar dengan lilitan handuk di pinggang nya. Tangan nya meraih ponsel dimeja nakas melihat jam sudah pukul 8 malam.


" Apa dia sudah di rumah?"


Nampak Affandi sedang menyimak suara Susan bicara di ponsel, matanya sambil melirik pada Soraya yang terpejam karena kelelahan dengan permainannya.


" Baik..terimakasih Bu Susan."


ponsel itu langsung di letakkan di nakas ranjang.


" Soraya.." panggilnya sambil mengusap bahu Soraya.


" Hemmm.." jawabnya dengan malas.


" KIta pulang."

__ADS_1


" Okey.."


,


,


,


,


,


,


Dalam Cafe


Nausha nampak sangat sibuk melayani para pengunjung di cafe nya, dari siang sampai malam tak henti hentinya membantu anak buahnya, bayangkan saja makin malam semakin ramai hingga terisi semua meja dari luar sampai dalam cafe.


Setelah membantu para anak buahnya, Nausha beristirahat sejenak, ia duduk di meja kasir tidak sengaja matanya melirik pada jam besar di dinding, waktu sudah menunjukan 09.20 menit. Nausha baru ingat ia harus sampai di rumah pukul 9 tepat, dirinya jangan sampai Affandi lebih dulu pulang walaupun Affandi sudah menelpon nya dan mengatakan akan pulang malam.


Buru buru Nausha meninggalkan meja kasir dan memanggil anak buah nya untuk menempati meja kasir nya.


" Mira Kakak pulang dulu ya." wajahnya agak sedikit panik.


" Iya Kak..hati hati di jalan." balas Mira.


" Iya Mira..kalau ada apa apa telpon Kakak." ucap nya pada Mira, lalu Nausha melangkah cepat sambil menyampirkan tas ke bahu nya.


Sampai di mansion Affandi, mata Nausha menyempatkan mencari mobil mewah Affandi yang berjejer di dalam garasi namun nampak nya supir Affandi belum tiba, dirinya merasa lega suaminya belum pulang dari kantor.


Nausha melangkah cepat masuk ke kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian setelah itu ia bergegas masuk kamar Affandi menyiapkan pakaian tidur untuk Affandi. Selesai segala keperluan Affandi, Nausha menyiapkan makan malam di meja untuk Affandi, Entah Affandi akan menyantap makan malam nya atau tidak yang penting bagi Nausha ia sudah menyiapkannya.

__ADS_1


Nausha ingin kembali ke kamarnya namun baru saja tangannya memegang knop pintu, seperti nya Affandi sudah pulang terdengar Nausha suara deru mobil Affandi berhenti. Nausha segera menyambut Affandi di ambang pintu.


__ADS_2