I APOLOGIZE

I APOLOGIZE
Nama Ellison


__ADS_3

Enrico Eldraz sengaja mampir ke kantor Affandi hanya sekedar ingin berbincang bincang pada Affandi, namun saat bertemu dengan Affandi kedatangan nya di saat waktunya tidak tepat, dirinya malah menjadi sungkan berada di kantor Affandi.


Enrico akhirnya memilih untuk kembali ke kantor milik nya, tapi dirinya saat ini merasa enggan untuk kembali ke kantor, apalagi di tambah pekerjaannya dengan tumpukan dokumen di meja nya. Dirinya memutuskan ingin mencari tempat keramaian saja sekedar menghilangkan rasa jenuhnya.


" Kenapa hari ini rasanya bosan untuk kembali ke kantor." ucap ya dalam hati.


Enrico mengemudikan mobilnya tak tahu arah tujuan ia hanya mengikuti kata hati saja. Jalur menuju ke kantor nya seharusnya lurus, tepat di pertigaan jalan Enrico mengemudikan mobilnya memilih ke arah ke kiri.


Enrico melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang, sambil fokus menyetir Enrico mencari cari tempat dimana dirinya bisa menghilangkan rasa jenuh nya. Dari pertigaan jalan mobil Enrico sudah menempuh jarak jauh ia masih mencari tempat yang cocok menghibur dirinya. Hingga pandangan nya tertuju pada sebuah cafe yang terlihat sangat ramai. Enrico pun berniat ingin mendatangi cafe tersebut.


" Cafe itu terlihat sangat ramai..bagaimana kalau singgah di cafe itu." ucapnya dalam hati.


Enrico melajukan mobil nya perlahan sambil matanya mengamati cafe itu dari dalam mobil. Nampak eksterior cafe itu tidak terlalu menarik bagi Enrico, tapi dirinya takjub cafe tersebut sangat ramai pengunjungnya. Enrico penasaran ingin mencoba menu cafe tersebut. Enrico mencari tempat khusus parkir mobil mewahnya. Setelah mendapat parkir mobil, sebelum turun dari mobil matanya sempat membaca nama Cafe tersebut, NF Cafe.


Dalam cafe Nausha sedang duduk ia sedang beristirahat setelah dua jam ia membantu anak buahnya melayani pengunjung cafe. Matanya mengawasi anak buah nya dan pengunjung cafe. Saat Enrico masuk dan mencari tempat meja yang kosong, Nausha matanya tertuju pada pria yang baru masuk terlihat sedang mencari meja yang kosong Nausha bergegas untuk melayani pria tersebut.


" Selamat siang selamat datang di cafe kami." ucapnya dengan senyuman setelah mendekati pria itu.


" Ramai sekali..apa masih ada meja yang kosong?" balas Enrico.


" Ada Tuan, mari ikut saya!"


Nausha mengajak pria itu, menggiringnya pada meja yang masih kosong.


" Silahkan Tuan." sambil menarik kursi.


" Terimakasih." balas Enrico.


Nausha kemudian menyodorkan daftar menu pada pria itu.


" Ini daftar menu yang ada di cafe kami."


Enrico tangan nya menerima daftar menu dari tangan Nausha dan melihat aneka makanan dan minuman yang tertulis di menu itu. Nausha masih berdiri di samping meja Enrico. Rupanya Enrico sedang membaca daftar aneka menu kopi modern.

__ADS_1


" Saya ingin mencoba kopi latte original saja kalau bisa tambahkan sedikit kayu manis"


" Baik Tuan..apa ada tambahan yang lain?" tawar Nausha.


Enrico sempat membaca nametag di dada Nausha F Ellison, matanya kemudian beralih pada daftar menu aneka makanan dan snaks.


" Tidak Nausha..cukup kopi latte saja " matanya menatap Nausha sembari memberikan daftar menu


" Eum..baik Tuan, saya akan kembali 5 menit."


Enrico mengangguk namun matanya masih terus menatap paras wajah Nausha yang menurut Enrico pelayan cafe itu sangat cantik.


Setelah 5 menit Nausha sudah membawa kopi latte untuk Enrico.


" Ini kopi latte nya Tuan." sambil meletakan kopi di meja.


Nausha ingin kembali ke tempatnya namun Enrico masih ingin bertanya pada Nausha.


" Iya Tuan."


" Apa kamu masih keluarga dengan Ellison?"


" Bukan Tuan.."


" Bukan?" Enrico menautkan kedua alisnya.


" Iya Tuan.."


" Maaf sebelumnya, kenalkan nama saya Enrico eum..sebaiknya panggil saja saya Enrico."


" Baiklah." balas Nausha yang masih berdiri.


" Saya ingin bertanya saja..kamu duduk saja dulu."

__ADS_1


Nausha pun duduk dan berhadapan dengan Enrico.


" Begini, saya mempunyai teman dengan nama belakang yang sama dengan kamu, maksud saya..apa kamu ada hubungan dengan keluarga Ellison? karena saya sangat tahu dan mengenal latar belakang keluarga Ellison."


Nausha terdiam dirinya juga ingin tahu pada Enrico tentang latar belakang suaminya, namun tidak di sangka suaminya adalah dari keluarga terpandang.


" Dan keluarga Ellison itu adalah keluarga yang terpandang, saya hanya heran saja dengan nama latar belakang kamu..bisa kau jelaskan, Nausha Ellison?"


Enrico seketika menatap dingin pada Nausha,


Nausha seketika gugup, ia harus bagaimana menjelaskan pada Enrico.


" Maaf Enrico..siapa nama teman anda?"


" Affandi Ellison..dia adalah teman saya,"


Deg


" Pantas saja." ucap Nausha dalam hati.


" Dan nama Ellison bukanlah nama yang sembarangan yang kamu gunakan itu..jadi apa hubungannya kamu dengan keluarga Ellison?"


Nausha tidak bisa menutupinya lagi.


" Teman anda yang bernama Affandi Ellison itu, adalah suami saya."


Enrico tercengang mendengar nya.


" Kamu istri Affandi Ellison?"


" Iya Enrico..kami baru menikah satu Minggu."


Enrico mengangguk anggukan kepala, ia heran pada Affandi, kenapa Affandi harus menutupi pernikahan nya dan yang menyedihkan Affandi tidak mencintai dengan wanita yang sedang duduk berhadapan dengan nya. Lalu kenapa Affandi menikahinya? apa karena Nausha hanya pekerja di cafe? Sangat menarik bagi Enrico, Nausha terlalu cantik untuk di sia siakan. Apa Affandi tidak menyesal nantinya.

__ADS_1


__ADS_2