I APOLOGIZE

I APOLOGIZE
Menemani Affandi Makan


__ADS_3

Affandi dan Jackson menduduki kursi yang sudah di tentukan untuk para undangan. Jackson yang sudah sangat lapar masih menahan diri supaya makan bersama dengan boss nya itu. Namun Affandi belum saja memulai nya atau menyentuh makanan yang sudah siap di hidang kan di meja. Entah apa yang Affandi pikirkan.


" Tuan Affandi apa bisa kita mulai makan?" tanya Jackson yang sudah tidak sabar.


" Ck..Ya Tuhan kau makan saja dulu, Jackson. kalau kau memang sudah lapar jangan menahan lapar. Saya tidak mau kau sakit karena manahan lapar."


" Baik Tuan Affandi.."


Affandi menatapi hidangan makanan itu, namun sesaat mata nya melihat sebuah kartu nama terselip ia mengambil kartu nama itu. Affandi membaca kartu nama tertulis nama NF cafe. Rupanya hidangan di meja adalah menu makanan asal cafe Nausha. Affandi pun tersenyum.


Mata Affandi langsung mengedari ruang gedung itu, ia mencari keberadaan Nausha, benar saja mata Affandi menangkap sosok Nausha yang sedang berdiri di sudut ruang gedung.


Affandi lalu berfikir ingin mengerjai Nausha yang masih istrinya itu.


" Jackson bagaimana rasa makanan ini, apakah lezat?"


" Lezat Tuan Affandi.."


Affandi lalu kembali menatapi Nausha yang masih berdiri ia seperti sedang memonitor anak buah nya. Affandi lalu memanggil salah satu anak buah nya Nausha yang kebetulan lewat sedang membawa minuman segar.


" Sst..kemari lah!" menjentikkan jari nya.


Petugas cafe itu seketika berhenti.


" Iya Tuan anda memanggil saya?" sambil menunjuk diri nya.


" Iya.."


Petugas itu langsung mendekat ke meja Affandi.


" Maaf apa Tuan memerlukan sesuatu?"


" Tolong kau sampai kan pada yang punya kartu ini.."


" Ibu Nausha Tuan?"


" Iya.. bilang pada nya, saya meminta soup jagung daging buatan Ibu Nausha, saya tidak mau soup yang ini."


Membuat petugas itu bingung dengan permintaan Affandi soup buatan boss nya. Sedangkan boss nya hanya menyediakan makanan dessert saja.


" Kenapa malah diam, ayo cepat beritahu pada boss kamu!"

__ADS_1


" Baik sebentar Tuan!"


Terlihat Affandi anak buah Nausha sedang bicara di pojokan. Affandi hanya tersenyum melihat wajah bingung istrinya itu. Tak berapa lama Nausha bergegas ingin menghampiri meja yang di tunjuk oleh anak buah nya. Namun setelah dekat ternyata tanpa Nausha duga adalah meja Affandi. Membuat Nausha langsung gugup.


Nausha berusaha menghilangkan kegugupan nya, ia menarik nafas dalam dalam


" Iya Tuan tuan ada yang bisa saya bantu?" Ucap Nausha yang berdiri di samping Jackson.


Jackson yang sudah cukup kenyang melihat situasi tidak mungkin ia juga harus berada di meja itu pun sadar. Ia berdiri beranjak pura pura ingin ke toilet.


" Tuan Affandi saya ke toilet dulu!"


Nausha saat ini jadi bergeming tak bisa bergerak kini hanya dia dan Affandi di meja undangan itu. Affandi yang duduk menatap lekat lekat pada wajah Nausha. ia belum menyentuh sama sekali makanan yang di hidangkan di meja itu.


" Duduklah!"


Nausha merasa canggung tapi juga heran untuk apa dia harus duduk. Nausha masih tetap berdiri saja.


" Nausha duduk lah! kau nampak sedang menagih hutang saja berdiri seperti itu."


" Hah? eum.." Mengangguk.


Nausha ragu ragu untuk duduk, perlahan ia menurunkan bokongnya duduk di sebelah Affandi, Affandi nampak bersikap santai.


" Apa kabar kamu?"


" Eum..ba- baik Pak Affandi."


" Saya ingin makan tolong layani saya!"


" Hah?" Nausha langsung menoleh.


" Soup ini terlihat tidak enak, saya ingin soup buatan kamu.."


" Eugh..? ta- tapi itu tidak mungkin Pak!"


" Kalau begitu..ambilkan makanan itu taruh di piring saya!"


" Hah..Pak Affandi apa apa an sih?" ucap nya dalam hati.


Nausha sedikit susah menelan liur nya, tangannya belum juga bergerak untuk mengambil makanan yang di tunjuk Affandi.

__ADS_1


" Kamu masih istri saya, kamu tidak mau melayani suami kamu.?"


" Maaf Pak Affandi bukan kah sebentar lagi kita akan bercerai, dan saya akan datang di persidangan nanti."


" Untuk itu sebelum palu di ketuk kamu masih istri saya, cepat layani saya! saya sudah lapar."


" Ck.." Nausha berdecak kesal.


Tapi akhirnya tangan Nausha bergerak juga mengambil makanan itu lalu di letakkan di piring Affandi.


Nausha hanya diam saja hanya tangan nya yang sibuk melayani Affandi di meja itu.


" Jangan beranjak pergi sebelum saya menghabiskan makanan ini!"


Affandi mulai menyendok makanan ke mulut nya. Nausha sempat melirik pada Affandi sangat menikmati makanan itu.


" Kamu tidak ikut makan?"


" Tidak Pak Affandi.." balas nya tersenyum.


Nausha masih menemani Affandi makan, benaknya merasa ia seperti melakukan hal hal kebiasaan waktu ia bersama Affandi. melayani dan menemani makan Affandi Sarapan ataupun makan malam setelah Affandi pulang dari kantor. Ia setiap hari nya memasak untuk Affandi.


" Mana saja menu dari cafe mu, tunjukan saya ingin mencoba nya.."


" Ahh ini..ini dan ini juga." Balas nya seraya tangan nya menunjuk menu dari cafe nya.


Affandi hanya mengangguk.


" Saya mau makanan manis yang itu!"


Tangan Nausha langsung mengambil potongan kue manis untuk Affandi. Makanan dari cafe Nausha memang sangat enak enak di lidah Affandi. Tidak heran masakan setiap hari yang di buat Nausha ataupun cake buatan Nausha saat masih tinggal bersama nya Affandi selalu menikmati nya.


Nausha masih setia menemani Affandi makan di meja itu. Tanpa sadar dirinya malah kembali terbawa pada suasana saat dulu dulu masih tinggal di rumah Affandi.


Affandi sudah selesai makan, Nausha pun harus kembali memonitor anak buah nya.


" Pak Affandi saya harus Kembali."


" Iya terima kasih sudah menemani saya makan."


" Iya Pak Affandi.."

__ADS_1


Nausha langsung beranjak pergi meninggalkan meja Affandi, entah rasanya tidak bisa di jelaskan ada rasa senang bisa berdekatan dengan Affandi dan menemani Affandi makan, tapi ia juga sedih karena akan bercerai dengan Affandi. Nausha lalu menuju toilet ia ingin membasuh wajahnya agar pikirannya dan perasaan tenang.


.


__ADS_2