
Hai Readers ku..maaf yaa baru up lagi Author drop beberapa hari..🙏 ok lanjut !! 👉
❤️❤️❤️
Wajah Nausha bergeser sedikit saat masih berdiri berpandangan dengan wajah Ibu nya ia menatap Ayah nya yang sedari tadi berdiri di belakang mereka. Fiandra ikut memutar tubuh lalu menoleh kebelakang.
Nausha tidak bergeming sesaat menatap Ayah nya, barusan apa yang Ayah nya katakan tadi, apa tidak salah dengar dengan ucapan Ayah nya yang di lontarkan.
Leonardo memaklumi kekakuan dan kecanggungan putri nya itu terhadapnya, dulu sewaktu masih tinggal bersama sampai putrinya itu di bawa oleh Nenek nya demi keselamatan dari kekejaman nya, Wajar, putri nya pasti masih membekas di ingatan nya betapa jahat dan keji nya ia pada putri sendiri.
Leo harus mengikis nya itu mulai dari sekarang ia tidak mau lagi dirinya di anggap monster, ia tidak mau lagi putri nya melihat dirinya wajah takut pada nya. Hanya satu yang membuat ragu pada putri nya apakah Nausha benci pada nya, apakah Nausha mau memaafkannya.
Leo menunduk malu dengan tatapan putrinya itu, Leo menahan nafas ia siap menerima lontaran kata kata caci maki, marah, kecewa rasa sakit pada putrinya itu. Leo siap menerima kata kata yang tidak pantas untuk nya. Namun Nausha memanggil Ayahnya dengan lembut.
" Ayah.."
Leo yang menunduk langsung terperangah, putri nya rupanya memanggilnya dengan suara lembut, tidak sesuai dengan ekspektasinya yang berfikir putri nya akan bersikap kasar. Leo pun tersenyum ia lalu mendekati Nausha dan memeluk Nausha erat, Nausha kedua tangan nya membalas pelukan Ayah nya.
" Anak ku..apakah Ayah mu ini layak di ampuni? apakah aku masih pantas di sebut Ayah?" Ucap Leo dengan bibir yang bergetar.
" Ayah..Ayah adalah tetap Ayah ku, aku tidak bisa membenci Ayah, Nenek selalu melarang ku tidak boleh membenci Ayah ku sendiri."
Leo semakin ingin meledak hatinya mendengar balasan ucapan putrinya.
" Ya Tuhan..putri ku, kau memang anak yang baik, maafkan Ayah mu, aku memang Ayah yang sangat buruk..!"
Nausha mengurai pelukan ia menengadahkan wajah nya pada Ayah nya.
" Tidak Ayah! tidak ada Ayah yang buruk buat Nausha, aku sudah memaafkan Ayah, Nausha bahagia bisa bertemu dengan Ayah dan Ibu, tidak ada namanya mantan Ayah buat Nausha."
__ADS_1
Leo tersenyum tapi menangis, ia kini harus berbuat apa untuk menebus kesalahan di masa lalu atas tindakan kekejaman pada putrinya.
" Katakan! apa yang harus Ayah lakukan? berikan Ayah kesempatan untuk menebus Sagala kesalahan kesalahan Ayah?" Leo memohon.
" Tidak ada Ayah..Ibu dan Ayah masih bersama Nausha sudah sangat senang."
" Terimakasih Nak! mulai sekarang Ayah rubah sikap Ayah, Ayah akan menyayangi berlimpah limpah..dan Ayah penuhi itu. Dan hari ini kita akan berkumpul lagi sayang ! bersama Nenek." Ucap Leo dengan wajah antusias.
" Benarkah?" Wajah girang.
" Iya Nak, berikan Ayah kesempatan untuk mengasihi dan menyayangi mu..!"
Nausha langsung berdesir hatinya ia kembali memeluk Ayah nya.
" Terimakasih Ayah..aku benar benar sangat berterima kasih!"
" Bagaimana kalau siang ini kita adakan makan siang di luar, ayo bersiaplah! Ayah ingin merayakan kebahagiaan kita!"
,
,
,
,
,
Leo, Fiandra, Mathilda, juga Nausha bersiap siap untuk makan siang di sebuah restoran. Leo mengajak 3 wanita yang sangat penting dan berharga dalam hidup nya itu untuk merayakan bersatu nya kembali keluarga nya. Ia berjanji akan memenuhi semua keinginan putri nya termasuk permintaan Nausha yang mengendarai mobil. Tanpa Leo tahu putri nya bisa mengendarai mobil.
__ADS_1
" Ayah..biar aku yang menyupiri kalian..!" Seraya tangan nya meminta kunci mobil dari Leo.
Membuat dahi Leo berkerut, sejak kapan putri nya bisa mengendarai mobil.
" Kau bisa mengendarai mobil?"
" Bisa Ayah..!" seru Nausha mantap.
" O ya?"
" Ayah lihat saja, bagaimana aku mengendarai mobil dengan baik!"
" Kau belajar dengan siapa?"
" Kakek Arthur yang mengajari ku..!"
Membuat Leo teringat dengan mendiang Ayah nya sekelabat seperti potongan potongan gambar berjalan di memory nya bagaimana ia bisa bisa nya menuduh putri nya yang membuat Ayah nya meninggal, kembali lagi rasa sesal menggelayuti nya.
Leo menggelengkan kepala menepis rasa sedih dan malu nya pada putri nya. Ia kini harus berbuat sesuatu untuk membahagiakan putri nya.
" Ayah percaya pada mu..! itu arti nya kau wanita kuat, mau maju dan mandiri, bisa terlihat bagaimana kau bisa mengendarai mobil." Tangan nya sambil memberikan kunci.
" Iya Ayah terimakasih..!" Nausha balas dengan senyuman.
Nausha membukakan pintu depan untuk Nenek nya setelah Mathilda duduk, Nausha membukakan pintu untuk Ibu dan Ayah nya pada pintu belakang. Nausha lalu memutari mobil dan duduk di kemudi.
" Kalian semua duduk manis saja..!" Ucap Nausha.
Membuat ketiga nya tersenyum di dalam mobil, Nausha lalu menghidupkan mesin mobil. Sebelum melajukan mobil Nausha hening sejenak ia berdoa agar selamat dalam perjalanan. Sedang Leo sendiri terus memperhatikan putri nya ia sangat kagum dengan perubahan putri nya itu, ia sadari Kakek dan Nenek Nausha lah yang mengajari kebaikan untuk putri nya rasa nya tidak adil untuk Leo tidak ambil andil memberikan kebaikan pada Nausha.
__ADS_1