I APOLOGIZE

I APOLOGIZE
Sentuhan Nikmat


__ADS_3

Pucuk pucuk dada Nausha di kecup nya kiri kanan.


" Eghh..." Nausha melenguh.


Dilahap nya pucuk kiri Nausha dada kanan nya di re**s re**s pelan.


" Heummhhp.."


Dengan rakus nya pucuk itu di mainkan didalam mulut Affandi di hisap di jilat nya.


Nausha semakin gelisah nikmat tarikan nafasnya seperti tersendat sendat.


" Heuuhh..hah hah..Faan.."


Affandi semakin gencar memainkan dada Nausha bergantian, lidah nya menari nari di pucuk pucuk nya, di hisap dan di sertai remasan, ia sangat dada istrinya begitu kenyal padat dan kulit nya juga sangat lembut.


Nausha semakin melayang benar benar nikmat rasa nya sampaipada bagian bawah nya terasa basah dan berkedut. Tubuh nya menggelinjang hebat. Affandi benar benar seperti bayi yang kehausan, kini buat Affandi dada istrinya akan menjadi favorit mainannya tiap malam.


" Nikmat sayang..?" Tanya Affandi sambil ******* ***** kedua dada Nausha.

__ADS_1


" Heuummphh.."


Dress Nausha mulai di lepas, Affandi ingin melihat keseluruhan tubuh Nausha. Mata nya takjub melihat kemulusan kulit istrinya dari leher sampai sepasang kaki Nausha, ia menelan ludah menatap kemolekan tubuh telanjang Nausha benar benar indah. Affandi bangun segera ingin melepas semua kain yang melekat di tubuh nya. Nausha masih memejamkan mata tak berani melihat keadaan diri nya tapi ia merasakan pada kulit tak sehelai benang pun di tubuh nya. Ia pun menunggu apa yang akan Affandi lakukan pada nya.


Kini Affandi dan Nausha sudah keadaan polos. Cuaca di luar mulai mendung tak lama hujan pun turun siang itu, sangat mendukung suasana hujan akan menambah nikmat mengajak istrinya bercinta untuk pertama kali nya. sebelum Affandi menindih istrinya. Ia merasa terganggu dengan terang cahaya di ruangan itu, Affandi mematikan lampu lalu membiarkan cahaya dari luar jendela ruangan yang di buka leba. Dingin nya angin hujan masuk membelai kulit tubuh kedua nya.


Affandi mulai menindih tubuh Nausha, nafas Nausha terhenyak ketika merasakan sentuhan kulit tubuh Affandi keseluruhan, Affandi merasakan kulit dua gundukan bersentuhan pada dada bidang Affandi. Nausha kembali kegelian merasakan bulu bulu lebat Affandi di dada nya terutama kedua pucuk nya. Tubuh Nausha menggeliat saat Affandi mendaratkan kembali bibir nya menciumi menjilat kulit leher Nausha sambil tangan nya bergerilya mengusap usap paha nya. Dada Nausha di hisap kembali, Nausha mengeluarkan suara de**han saat paha kiri nya di tekuk Affandi tangan membelai paha putih nan kencang dengan lembut. Usapan berulang ulang sedikit meremas sampai bokong.


Nafas Affandi terdengar berat ia sudah tidak tahan pusaka Affandi sudah mengeras mengacung tegak lurus. Affandi masih menunda benda pusakanya untuk di masukan, bagi nya itu menu utama yang akan di cicipi nya terakhir. Ia masih terus merangsang istri nya sampai tubuh nya siap.


Nausha sudah pasrah atas perlakuan suaminya, belaian kecupan remasan pada tubuhnya terus menerus Affandi nikmati. Affandi mulai memagut bibir Nausha di lu**t dan diperdalam pagutan nya di mulut Nausha. Ujung lidah nya mengakses setiap bagian dalam rongga mulut Nausha. lidah nya di hisap sedikit kencang namun yang membuat Nausha semakin merasa tidak karuan bersamaan jari jari Affandi membelai bagian lembah Nausha.


Affandi tersenyum jari jarinya terasa basah dan licin itu artinya bagian bawah istrinya sudah siap.


Nausha menggeleng geleng kepala bukan karena tanda ia belum siap tapi ia merasakan dasyat nya kenikmatan rangsangan jari jari Affandi di bagian lembah nya.


Affandi mulut nya tertuju pada gundukan Nausha dihisap kembali pucuk pucuk dada yang sudah mencuat dan keras. Sambil jari jari nya menggesek gesekan biji kecil itu. Nausha sudah seperti ulat menggeliat geliat.


" Euuhhh..akhh.." Nausha mengerang.

__ADS_1


" Mendasahlah sayang jangan di tahan!"


" Fan..apa yang kau lakukan?"


Nausha merasakan tubuh Affandi merosot, wajah Affandi, Kedua paha nya di buka lebar wajah Affandi sudah menghadap bagian lembah nya, terasa hembusan nafas hidung Affandi di bagian bawah nya. Dan kini lidah Affandi menjulur menjilati belahan lembah itu.


" Aghhh..Faann..!"


Nausha mendongak kan kepala, wajah nya menatap ke langit langit. Ia sudah tidak tahu lagi kenikmatan yang dia rasakan begitu bertubi tubi dari Affandi.


Nausha reflek tangan kanan nya memegang kepala Affandi tangan kiri nya meremas ujung bantal. kepala menoleh kekanan kekiri.


Lidah Affandi terus bermain main bawah Nausha. Affandi menelan cairan lembah Nausha tercium sangat harum dan manis.


Walaupun ia sudah beberapakali melakukan hubungan badan dengan Soraya, tapi Affandi tidak pernah sekalipun memainkan lidah nya pada lembah Soraya. Tapi dengan istrinya ia menghisap habis cairan yang sudah keluar akibat rangsangan rangsangan yang di berikan Affandi. Hingga 10 menit Nausha akan merasakan desakan yang begitu nikmat yang ingin ia keluarkan.


" Faann..a- aku aku..aghhkk..!"


Nausha mendapat kan orga*** pertama kali nya. Affandi tersenyum puas istri nya mendapat kepuasan dari lidah nya. Affandi menelan banyak cairan cairan lembah Nausha.

__ADS_1


Nafas Nausha tersendat sendat, dada nya naik turun ia terasa lemas pada kedua lututnya. Kening nya nampak berkeringat, Affandi mulai mensejajarkan tubuh nya di atas Nausha. Ia menatap wajah puas istrinya makin menawan saja wajah Nausha. Affandi menciumi kening Nausha.


Dan saat nya hidangan menu utama akan Affandi nikmati. Benda pusaka nya di pegang dan digesek gesekan pada mulut lembah Nausha. ujung kepala pusaka nya mulai mendorong pelan, kedua paha Nausah di buka nya lebar.


__ADS_2