
" Nausha Freya anak tunggal, kedua orang tuanya masih lengkap umur 23 tahun punya pengalaman bekerja di bank, bahkan pernah bekerja di perusahaan ini, boss..cuma 3 bulan langsung resign."
" O' ya..?" ucap Enrico dengan mengangkat kedua alisnya.
" Boss tidak tahu?"
" Bagian apa?"
" Administrasi Keuangan.."
" Alasannya apa dia resign?"
" 3 kali terlambat kena Sp..terus 2 hari bolos kerja..masuk sehari besok nya sudah tidak ada kabar.."
" Kenapa begitu apa dia tidak betah bekerja di perusahaan ini?"
" Sepertinya begitu boss..padahal selama 3 bulan bekerja di sini orangnya teliti dan cermat."
" Alasan lain..?"
" Menurut penuturan karyawan bagian keuangan dia cepat bosan saja."
Enrico mengangguk, baru ini ada mantan karyawan nya tidak betah bekerja diperusahaan nya padahal karyawan di sini sudah puluhan tahun artinya mereka sangat kerasan bekerja disini, dalam benak Enrico.
" Adalagi..?"
" Kedua orang tua nya tinggal di desa, Nausha anak yang berprestasi disekolah boss..bisa kuliah karena mendapat beasiswa..."
" Okey..terimakasih."
Enrico langsung menyandarkan tubuhnya di kursi, memangku dagu dengan kedua tangan pada bahu kursi tersenyum membayangkan wajah Nausha.
" Ahh..bodoh sekali kenapa sampai aku tidak tahu dia pernah bekerja di sini..aku akan menemuinya sore ini."
,
,
__ADS_1
,
,
,
Enrico sore itu juga setelah pulang dari kantor segera ingin menemui Nausha, mobil sport mercedez merah nampak melaju pelan ke pelataran parkiran. Mobil mewahnya kini bersanding dengan jejeran mobil mobil yang bernilai fantastik. Cafe Nausha sekarang ini mulai banyak pengunjung tidak hanya dari kalangan menengah ke bawah saja melainkan banyak di minati oleh kalangan atas, Enrico sempat kagum dengan kemajuan cafe Nausha yang ternyata banyak juga pengunjung cafe dari kalangan orang orang kaya.
Setelah turun dan menutup pintu mobil nya Enrico melangkah masuk cafe ia berhenti sejenak tubuhnya yang tegap bola matanya mengedari mulai mencari sosok Nausha, namun Nausha belum terlihat Enrico pun segera mencari meja yang masih kosong saja. Dengan gaya yang cool sambil kedua tangan nya melepas kancing bawah jasnya dan duduk dengan santai.
Nausha sendiri baru akan melayani pengunjung ia baru saja membantu anak buahnya di belakang. Saat mata nya memantau pengunjung cafe, diri nya tidak sengaja bola matanya melihat pria yang dua hari lalu datang ke cafenya.
" Enrico.." Nausha bergumam.
Nausha segera menghampiri meja Enrico dan akan melayani nya.
" Selamat sore Enrico..mau pesan apa?"
" Kopi saja seperti kemarin." balasnya sambil tersenyum manis pada Nausha.
" Baik Enrico..sebentar ya."
,
,
,
,
" Ini kopinya..."
" Terimakasih..emm..Nausha."
" Iya.."
" Kenapa kau resign dari perusahaan ku?"
__ADS_1
" Maksudnya..?"
" Kau pernah bekerja di kantor ku.."
" Bekerja di kantor mu?" Nausha sambil mengingat ingat.
" PT. Otomotif Tiga Berlian, itu nama perusahaan ku."
" Ohh..iya Enrico, aku hanya bekerja sampai 3 bulan saja..."
" Kau tidak betah atau gaji mu kurang memuaskan?"
" Bukan begitu Enrico.."
Nausha terpaksa duduk berhadapan dengan Enrico ingin menjelaskan.
" Aku memang punya rencana untuk membuka usaha cafe ini.."
" Aku bisa memberi kan gaji yang lebih besar dari pendapatan mu di cafe ini, kalau kau kembali bekerja di kantor ku.." ucapnya dengan ekspresi meyakinkan.
Nausha tergelak senyum dengan perkataan Enrico, tapi ia penasaran dengan pekerjaan apa yang akan Enrico berikan.
" Pekerjaan apa Enrico?"
" Sebagai sekertaris ku.."
" Eumm..maaf Enrico saya tidak minat sama sekali.."
Enrico memundurkan badan bersandar pada kursi, Nausha menolak nya.
" Apa yang kau pertimbangkan? bukan kah itu pekerjaan yang sangat di sukai oleh banyak wanita karir."
" Tapi aku tidak ada bidang di situ.."
" Kau belum mencoba nya, pekerjaan mu di cafe ini..justru sangat menyita waktu mu..bagaimana kalau usaha cafe mu sewaktu waktu mulai sepi dan tutup, karena bukan tidak mungkin peluang buka usaha cafe seperti ini hanya ramai awal nya saja dan pasti juga akan banyak yang buka cafe cafe seperti ini..sudah tentu pasti banyak saingannya.."
" Terimakasih untuk pendapat mu itu, aku menghargai..boleh boleh saja banyak yang mengikuti usaha cafe seperti ku ini. Tapi aku baru menjalani cafe ini belum ada sebulan..dan saya belum tahu bagaimana kedepan nya."
__ADS_1
" Ok..tapi kalau kau sudah bosan, datang lah ke kantor ku."
" Eum..terima kasih Enrico.." Nausha tersenyum.