
Hai..readers maaf yaa Author tidak tahu prosedur bercerai itu bagaimana karena tidak pernah mengalami hal kayak gitu๐๐, kalau salah maaf keun yaa๐
Nausha sudah kembali ke cafe nya, hatinya sangat senang setelah bertemu dengan orang tua nya. Hari ini ia merasa semangat bekerja apalagi Ayah nya sangat mendukung dengan usaha yang di kelolanya. Nausha melangkah masuk keruangan kerjanya namun saat ia meletakkan tas dimeja ada amplop besar Nausha mengambil amplop itu lalu di buka nya dada nya terasa degdegan surat itu adalah surat gugatan cerai dari Affandi. Nausha membaca nya tapi mata nya mulai terasa panas ingin menangis.
Minggu depan adalah sidang perceraiannya, Nausha terduduk lemas.
" Baiklah aku akan hadir di persidangan nanti."
Nausha mengusap mata nya ada sedikit air mata di kedua sudut matanya. Ia harus kuat menghadapinya, Nausha harus bangkit ia tidak mau bersedih lagi.
Setelah membaca surat itu Nausha memasukkan kembali ke dalam amplop. Ia ingin turun membantu anak buah nya bekerja. Baru saja ia ingin keluar dari ruangan nya Mira mengetuk pintu ruangannya.
Tok Tok
Mira muncul dari balik pintu
" Kak ada yang cari Kakak." Ucap Mira berdiri di ambang pintu.
" Siapa..?"
" Perempuan katanya ingin mengajak kerjasama dengan Kakak.."
Nausha mengangkat kedua alis nya, ia tidak tahu seseorang ingin mengajaknya bekerja sama dalam hal apa.
" Dia menunggu Kakak di bawah.."
" Baik Kakak akan temui."
Nausha dan Mira pun turun, Nausha ingin menemui perempuan yang ingin bekerjasama dengan nya.
" Halo selamat siang Ibu, ada yang bisa saya bantu?"
" Selamat siang, kenalkan nama saya Wilda."
" Saya Nausha.."
" Begini saya ingin meminta bantuan anda.."
__ADS_1
" Iya bantuan apa Bu?" Ucap Nausha penasaran.
" Saya pengusaha catering, saya ingin bekerja sama dengan Cafe anda.."
" Dengan cafe saya?"
" Iya..apa bisa menu dari cafe anda masuk ke Katering saya, saya mencari dessert dan minuman untuk acara.."
" Acara apa Bu?"
" Acara pertunangan teman saya di sebuah gedung."
" Oh..tentu bisa Ibu, saya justru senang ada yang mau mengajak saya bekerja sama.." Nausha mengangguk cepat.
" Iya saya melihat menu makanan dan minuman di sini sangat high class menurut saya.."
" Oughh..biasa saja kok Bu lagi pula makanan dan minuman cafe saya harga nya terjangkau.." Ucap nya rendah hati.
" Bagaimana kau bisa..?"
" Kita bicara di ruangan saya ya!"
" Baik.."
Dalam sebuah gedung pertemuan Nausha dan Wilda sudah menyiapkan menu andalan catering dan cafe.maaing masing, Nausha dan Wilda mengerahkan anak buahnya masing masing bekerja dengan hati hati. Apalagi Nausha baru pengalaman, iya tidak mau jangan sampai menu makanan dan minuman nya tidak pas rasa nya ia harus menjaga kualitas dan kebersihan nya. Anak buah Nausha dan Wilda sangat bekerja dengan telaten.
Setelah beres Nausha berganti pakaian dengan gaun yang cocok untuk acara tersebut bagaimana pun Nausha harus memantau anak buahnya.
Nampak meja meja sudah tertata rapih, Nausha dan Wilda nampak sibuk, Nausha sedang mengatur menu dan makanan cafenya agar tatananya terlihat cantik menarik dan menggugah selera. Tidak lupa Nausha menyelipkan kartu nama cafe nya sebagai rekomendasi.
" Tuan Affandi, hari ada acara pertunangan apa Tuan ingin hadir?"
" Iya kita berangkat saja..klien kita ini orangnya sangat baik."
Affandi dan Jackson telah bersiap siap menuju ke sebuah gedung untuk menghadiri acara pertunangan kliennya, ia langsung berangkat dari kantor.
Supir yang membawa Affandi dan Jackson telah sampai di parkiran gedung itu, acara pertunangan klien sedang berlangsung. Affandi berniat hanya memberi ucapan selamat saja karena tubuh nya sudah terasa lelah, tapi ia tetap menghadiri acara tersebut ia tidak mau mengecewakan klien nya bila ia tidak hadir karena ini juga salah satu bentuk untuk menjaga hubungan yang baik bersama klien nya.
__ADS_1
Saat mulai memasuki gedung itu Affandi dan Jackson berjalan beriringan walau baju yang di pakai Affandi adalah busana untuk ke kantor tetap saja mewah apalagi baju yang dipakai Affandi masih tetap rapih.
Saat Affandi dan Jackson melangkah melalui lorong gedung matanya tidak sengaja melihat Nausha sedang berjalan berdua dengan seorang pria masih dari kejauhan, nampak Nausha berjalan sedang bicara dengan pria sambil melangkah. Nausha belum melihat nya ia terlihat serius bicara dengan pria itu. Nausha juga tersenyum bicara pada pria di sisinya, entah siapa pria itu yang terlihat usia nya sama dengan usia Affandi.
" Nausha dia ada di sini?" Ucap Affandi dalam hati.
Jackson pun sama melihat Nausha ia langsung menoleh pada Affandi namun melihat wajah boss nya itu nampak dingin Affandi terlihat mengepalkan tangan nya.
" Waduh runyam nih!" Gumam Jackson pelan.
Saat langkah Nausha dan Affandi mulai jarak mendekat, Nausha terkejut dengan kehadiran Affandi.
" Affandi..dia hadir juga?"
Nausha buru buru memutuskan pandangan nya pada Affandi, ia tidak mau tahu kehadiran Affandi di gedung itu. Nausha hanya menyimpulkan Affandi memang termasuk undangan di acara tersebut.
Nausha berusaha memasang wajah biasa saja, tidak mau melihat Affandi ia berpura pura tidak kenal. Saat melewati Affandi dan Jackson muka Nausha tetap berpaling hanya pada pria di sebelah nya. Sedangkan Affandi sendiri melihat wajah Nausha terlihat cuek saja tidak mau menyapanya. Setelah Nausha melintas, Affandi menghentikan langkahnya lalu menoleh kebelakang melihat Nausha yang tetap memunggungi nya dan terus melangkah bersama pria itu.
" Njirr..gue di cuekin!" Ucap nya sebal.
Jackson mendengar ucapan Affandi ingin tertawa namun berusaha ia tahan. Boss nya itu di cuekin oleh Nausha yang sebentar lagi akan menjadi mantan istri. Sikap Nausha barusan membuat Affandi kesal, sampai tidak sadar Jackson ikut jadi sasaran kekesalan nya.
" Tuan Affandi."
" Apa?" Dengan raut wajah sewot.
" Apa Tuan mau berdiri saja di sini?"
" Kenapa memang nya?"
" Saya sudah lapar Tuan."
Terus terang saja Jackson baru saja memasuki lorong gedung itu aroma hidangan makanan dalam gedung itu tercium harum sampai di hidung Jackson.
" Eugh?" Mata Afandi mendelik.
" Hahh..kau ini."
__ADS_1
Jackson hanya tersenyum nyengir pada Affandi.