I APOLOGIZE

I APOLOGIZE
Perkara Sepatu


__ADS_3

Esok pagi nya Nausha yang berada di kamar Affandi nampak sedikit kesal dengan sepatu yang akan dipakai Affandi untuk ke kantor, Affandi sudah ke empat kali nya menyuruh Nausha mengganti sepatu dengan alasan sepasang sepatu Affandi sudah di pakai. Setiap hari Affandi memang mengganti sepatu yang sudah dipakai kemarin jangan dipakai lagi hari ini.


Sepasang sepatu fantofel Affandi memang banyak dalam rak lemari khusus sepatu, tapi menurut Nausha model model sepatu Affandi hampir sama semua hanya yang membedakan sedikit saja design dan motif nya, Nausha sudah ke 4 kali mengganti sepatu Affandi ingin dipasang di kaki suami nya namun Affandi lagi lagi menyuruh Nausha mengganti model yang lain. Raut wajah Nausha nampak greget dengan Affandi.


" Jangan model yang itu."


" Ck..yang mana lagi Pak? dan menurut saya model sepatu Bapak hampir sama semua..." balas Nausha kesal sambil menggarukkan kepala.


" Kalau begitu kamu susun sepatu saya yang akan saya pakai setiap hari dari Senin sampai Jumat.."


" Sudah Pak! tapi Bapak lagi lagi saja menolak dengan sepatu yang saya mau pakaikan ke Bapak.."


" Semua model sepatu sepatu saya sudah saya hapal, dan sepatu yang di kamu bawa itu sudah saya pakai..cari yang lain lagi!"


" Astagah Pak..kalau yang ini Bapak belum pakai." sambil menunjuk sepatu di tangan Nausha.


" Sudah, kamu nya saja yang lupa..cepat ganti nanti saya terlambat." sambil melirik jam di pergelangan.


Nausha meletakkan sepatu yang di tolak Affandi kembali di rak sepatu, mata nya menyusuri model model sepatu yang kira kira sudah lama belum Affandi pakai lagi dari rak rak atas sampai bawah. Sepatu sepatu Affandi nampak tersusun rapi dan semua nya bersih mengkilat. Nausha mata nya kini tertuju tepat pada sepasang Sepatu model plain toe tali tertutup polos dan sederhana namun terlihat elegan.

__ADS_1


" Ini yang kelima kali kalau dia menolak lagi gue derek juga tuh orang Sampai lemari biar dia yang pilih sendiri." Nausha bergumam pelan.


Sepatu yang sudah di pilih Nausha segera ia bawa pada Affandi.


" Kalau yang ini bagaimana Pak?"


Affandi melihat model sepatu nya dengan seksama.


" Ahh..itu lama belum saya pakai, ya sudah itu saja."


Nausha bisa bernafas lega, ia langsung berjongkok di kaki Affandi tangan nya mulai memakaikan kaos kaki dan sepatu Affandi.


Affandi kini sudah siap untuk turun dan sarapan namun sebelum Nausha keluar Affandi menahan Nausha.


" Iya Pak Affandi."


Affandi meraih kunci mobil di meja nakas dsn akan di berikan pada Nausha.


" Kamu bisa bawa mobil?"

__ADS_1


Pertanyaan Affandi membuat Nausha kini teringat pada mendiang Kakek nya, sebelum meninggal saat Kakeknya masih sehat ia pernah di ajarkan oleh Kakek nya untuk mengemudikan mobil saat saat itu Nausha jadi kan moment yang sangat penting bisa kesempatan untuk lebih dekat dengan Kakeknya. Nausha sangat senang pada waktu itu dengan permintaan Kakek nya untuk mengajari Nausha mengemudikan mobil. Hanya 2 Minggu saja Nausha sudah lancar mengemudikan mobil dan diam diam tanpa di ketahui Ayahnya, Nausha bersama Kakek dan Neneknya meluangkan waktu untuk jalan jalan bersama dan Nausha lah yang di minta Kakek nya yang mengemudikan mobil.


" Bisa Pak.." ucapnya yakin


" Ini kunci mobil mulai sekarang kau pulang pergi dengan mobil mu, mobil itu datang semalam kamu sudah tidur."


" Maksud Bapak ada mobil untuk saya..?"


" Saya menyuruh sekertaris saya membeli mobil untuk keperluan kamu."


" Aduhh Pak saya jadi...?"


" Jadi tidak enak sama saya..?"


" Bukan..justru saya jadi enak, Pak."


Affandi menggelengkan kepala dengan lelucon Nausha.


" Bapak tidak usah repot repot membelikan mobil baru buat saya."

__ADS_1


" Siapa bilang saya beli mobil baru buat kamu..saya beli mobil itu mobil bekas, kamu lihat saja di luar sana!"


" Terima kasih banyak kalau begitu." balas Nausha dengan senyum.


__ADS_2