I APOLOGIZE

I APOLOGIZE
Pesan Yang tidak di baca


__ADS_3

Sebuah proyek yang sedang dilaksanakan oleh perusahaan Affandi memang sangat butuh ketelitian dan perhitungan dari orang orang yang terlibat bekerjasama dengan perusahaan Affandi. Proyek yang sudah berjalan satu bulan ini membuat Affandi sering pulang larut malam. Nausha pun demikian ia sangat sibuk dengan cabang cafe baru nya. Pagi pagi setelah menyiapkan sarapan untuk Affandi ia bergegas menuju cabang cafenya yang sedang di bangun. tak ayal Affandi dan Nausha tidak pernah bertemu atau kontak mata walau satu rumah. Dan hari ini Affandi bangun kesiangan karena rasa lelah di tubuh nya ia semalam baru tiba pukul 1pagi.


Affandi sudah menghubungi Jackson ia akan tiba di kantor pukul 9 pagi. Affandi nampak melangkah menuruni tangga ia sudah rapih dengan pakaian lengkap jas dan dasi nya dan ingin sarapan.


Saat mulai Sarapan tiba tiba ia merasakan suasana yang berbeda di ruangan meja makan seperti nya Affandi menyadari sudah satu Minggu ini Nausha tidak menampakan hidung nya di depan Affandi. Dan biasanya walau Affandi menghindar tapi ia masih melihat Nausha kadang di dapur atau di halaman belakang mengurus tanaman.


Susan saat melintas ingin membuat kan kopi melihat Tuannya sedang sarapan sendirian ia pun memberi salam.


" Pagi Tuan Affandi."


" Hmm.."


Susan kemudian langsung meneruskan langkah nya, menuju dapur. Baru saja tangannya memasukan kopi serbuk ke dalam cangkir tiba tiba Affandi memanggil nya.


" Susan.."


Susan pun buru buru menghampiri Tuannya.


" Iya Tuan.."


" Apa Nausha sudah berangkat kerja?"


" Sudah Tuan..Nak Nausha jam 6 sudah berangkat."


Affandi hanya mengangguk, tidak biasanya Nausha berangkat sepagi itu.


" Ya sudah Terimakasih."


Nausha memang sengaja berangkat pagi pagi sekali untuk ke cabang cafe nya. Ia juga tidak memberitahukan atau membicarakan pada Affandi mengenai cabang cafe nya. Buat Nausha percuma karena mereka tidak pernah bertemu karena Affandi pulang larut malam, Affandi menghindar dari nya itu yang Nausha rasakan.

__ADS_1


Nausha sudah tidak mau lagi memikirkan Affandi ia hanya berpusat pada cabang cafe nya saja, ia sudah pasrah. Nausha membeli sebuah bangunan ruko 2 lantai itu pun hasil dari jerih payahnya ia tidak mau menggunakan uang simpanan dari Affandi.


Ruko itu memang banyak harus diperbaiki dan butuh 3 Minggu di bugar.


Affandi setelah sarapan ia memegang ponsel nya ingin menelpon Nausha, ya sudah satu bulan Affandi tidak pernah bicara pada Nausha via telpon. Dan hari ini Affandi sengaja menelpon Nausha ingin bicara berdua, Affandi mengingatkan bahwa ia mau meluangkan waktu dan akan pulang sore hari. Dan meminta Nausha agar pulang cepat. Namun saat ingin menghubungi Nausha tidak bisa tersambung seperti nya Nausha tidak mengaktifkan ponsel nya. Affandi hanya mengirimkan pesan singkat saja.


Sampai di perjalanan menuju kantor Affandi mengecek ponsel nya Nausha belum membaca pesan dari nya. Hingga sampai di kantor Affandi mulai sibuk ia bersama Jackson langsung menuju ke lokasi proyek, sampai di lokasi hingga siang hari Nausha belum juga membaca pesan nya, Affandi sedikit gelisah.


" Jackson coba kau cari tahu kenapa istri saya sampai saat ini ia belum membaca pesan saya?"


Jackson mata nya sedang fokus memantau proyek yang sedang dikerjakan pandangan langsung teralih pada Affandi.


" Iya kenapa Tuan Affandi ?"


Jackson yang tidak terlalu jelas mendengar dengan ucapan Affandi karena bising nya suara alat alat berat di sekitar mereka, harus mengulang lagi.


" Ck..." Affandi berdecak kesal terpaksa mengulang.


" Maaf Tuan Affandi saya tadi sedang fokus."


Jackson yang meminta untuk mengulang ucapan Affandi sampai menautkan kedua alis nya melihat raut wajah CEO itu terlihat gusar.


" Sampai saat ini kenapa istri saya belum membaca pesan saya?"


Jackson langsung mengerti maksud ucapan Tuannya, ia tahu apa yang harus di lakukan.


" Baik saya akan cari tahu!"


Affandi yang sudah gelisah hati nya tidak bisa konsentrasi lagi pada proyek itu, ia memutuskan kembali ke kantor dengan Jackson.

__ADS_1


" Kita kembali saja ke kantor!"


" Iya Tuan."


Di ruangan kantor, Affandi sangat penasaran dengan keadaan Nausha karena sampai sore hari Nausha belum juga membaca pesan nya bahkan Affandi berkali kali telpon Nausha tidak bisa di hubungi.Tidak biasanya Nausha tidak membaca pesan dari nya sampai Berjam jam. Hingga pukul 6 sore Affandi yang menduga Nausha pasti sudah di rumah,


ia menghubungi Susan.


" Belum Tuan, Nausha belum pulang."


" Belum pulang."


Mengetahui Nausha belum juga berada di rumah membuat Affandi yang gelisah berubah nya mode kesal.


" Apa yang sedang dikerjakan Nausha di luar." Affandi bergumam kesal.


Informasi yang di tunggu dari Jackson sudah di terima, Jackson memberi laporan bahwa Nausha sedang berada di sebuah ruko.


" Apa yang dia kerjakan di ruko itu?" Affandi bertanya dengan wajah kesal.


" Nyonya membeli ruko 2 lantai untuk buka cabang cafe baru dan ruko itu sedang tahap renovasi Tuan."


Affandi terkejut bahwa Nausha tidak membicarakan pada nya tentang ruko yang di beli Nausha. Affandi merasa tidak di hargai oleh Nausha membeli ruko tanpa keputusan dari nya.


Affandi kemudian mengecek keuangan di ponsel nya tidak ada laporan pengeluaran. ia menarik kesimpulan sepertinya Nausha membeli ruko tidak menggunakan uang nya.


Affandi akhirnya memutuskan pulang ia kan bicara pada Nausha di rumah.


Sampai jam sudah menunjukan pukul 11 malam Nausha belum juga tiba di rumah, bahkan belum membaca pesan dari nya. Rasa amarah pada Nausha nampak semakin jelas di wajah Affandi. Sambil menunggu Nausha, dengan amarah nya, Affandi malam ini juga akan memutuskan bercerai.

__ADS_1


__ADS_2