
" Kak, bukan nya kakak libur..?
Mira anak buah Nausha yang sedang di meja kasir sedikit terkejut Nausha kembali ke cafe pasal nya tadi pagi boss nya itu menelpon nya sedang ada urusan bersama suami nya.
" Iya Mira Kakak pikir tadi akan pergi seharian dengan suami Kakak ternyata hanya sebentar."
" Ohh..."
" Tapi Mira, kakak akan libur besok tolong kamu handel yaa..ya sudah Kakak ke atas dulu."
" Baik Kak."
Nausha pun kini langsung menuju ke ruangan nya. Sampai di ruangan, tangan nya merogoh ponsel nya di dalam tas.
" Halo Nek.."
" Halo cucu ku."
" Nek..besok aku dan suami ku akan kerumah."
" Kau akan datang bersama suami mu..?" Mathilda bertanya balik dengan suara terdengar kaget.
" Iya Nek..bagaimana ini Nek? sepertinya Affandi ingin tahu keluarga kita dia ingin bertemu dengan Ayah dan Ibu.."
Nausha kemudian bercerita pada Mathilda, kalau ia dan Affandi habis bertemu dengan klien Affandi bernama Fidel, dan klien Affandi kenal dengan keluarga Hilmar. Hingga membuat Affandi penasaran dan ingin bertemu dengan Keluarga nya.
__ADS_1
" Aku harus berbuat sesuatu, Nek."
" Kita buat rencana, dan Nenek sudah dapat."
" Rencana apa Nek?"
" Begini cucu ku."
Nausha lalu menurunkan bokong nya untuk duduk di belakang meja kerja nya dan siap memasang telinga nya, ia ingin tahu rencana apa yang akan Mathilda buat.Wajah nya terlihat mulai serius mendengar suara Mathilda di ponsel, Mathilda bicara sebuah ide rencananya. Ekspresi Nausha masih terus serius mendengar kan Nenek nya bicara, hingga 5 menit kemudian gerakan kepala Nausha mengangguk angguk dan sambil tersenyum dengan ponsel yang masih di tempelkan di telinga nya pertanda bahwa Nausha setuju dengan ide Nenek nya itu.
" Itu rencana Nenek, bagaimana menurut mu?"
" Rencana yang sangat bagus Nek, Nausha setuju."
" Semoga rencana Nenek berhasil."
Nausha kemudian beranjak berdiri lalu keluar dari ruangan nya ia akan turun untuk bekerja membantu anak buah nya. Sampai di bawah Nampak Cafenya mulai ramai, Nausha lalu mengambil alih ke meja kasir di mana Mira berada.
" Biar Kakak di kasir saja.."
" Iya Kak..." balas Mira patuh.
Selang 30 menit kemudian, Nausha di kejutkan dengan kedatangan Enrico, Nausha tidak sadar Enrico sudah berdiri di sisi meja kasir.
" Ehem Hai..." Enrico berdehem tangan nya sambil melepas kaca mata Ray-Ban.
__ADS_1
Wajah Nausha langsung menatap Enrico yang sudah berdiri di hadapan nya.
" Hai Enrico."
" Kau nampak serius sampai tidak tahu aku sudah berdiri di sini."
" Eum..maaf Enrico aku sedang lihat catatan ini.."
" Eumm..bagaimana keadaan mu?"
" Baik Enrico.."
Enrico berdiri menyamping sedikit badan nya menyender, tangan kanan nya menopang di meja dengan sikut nya pandangan Enrico sebentar melihat meja meja yang sudah di isi oleh pengunjung cafe. Enrico mata nya seperti mencari meja yang biasa dia tempati bila ia berkunjung di cafe Nausha, tempat yang sudah nyaman buat Enrico. Namun letak meja favorit nya sudah ada yang lebih dulu di tempati.
" Meja mu sudah ada yang menempati." Nausha sudah hapal dengan meja yang biasa Enrico tempati.
" Ya Nausha, karena meja itu posisinya sudah sangat nyaman buat ku.."
Nausha hanya tersenyum pandangan nya sama pada meja yang Enrico sukai, namun sejurus kemudian ucapan Enrico tiba tiba sangat tidak di duga oleh Nausha.
" Sama seperti diri ku nyaman bila bertemu dengan mu." ucapnya to the point.
Blushed
Pipi Nausha seketika langsung merah merona, ucapan Enrico membuat dada nya berdetak kencang. Enrico pun tersenyum melihat wajah Nausha merah tomat dan langsung menunduk.
__ADS_1