
" Baiklah sayang aku tidak memaksa..cuma saja kita sudah berada di rumah ini perjalanan nya pun sangat jauh apalagi pemandangan di sini sangat indah dan kau pun pasti masih betah ingin berlama lama dengan Nenek dan Ayah Ibu mu, bukan begitu Nek?" Ucap Affandi ingin memancing dan ingin tahu reaksi istrinya.
" Ooh tentu Nenek sangat senang kalian ingin menginap."
" Tapi Nek..mungkin lain waktu saja aku dan Affandi tidak bisa lama lama." balas Nausha.
Nausha tidak mau jangan sampai Nenek nya pun terpaksa menyetujui untuk menginap, karena pasti dirinya akan satu kamar tidak mungkin juga ia tidur seranjang dengan Affandi.
" Yah..terserah kalian saja."
" Kalian makan siang lah di sini, Ibu akan memasak." Rose menyela.
" Biar nanti Nausha bantu ya Bu."
" Baiklah..Nausha kau antarkan suami mu ke kamar kamu biar suami mu bisa istirahat."
Nausha mengangguk, sebenar nya ada rasa sungkan mengajak Affandi istirahat di kamar nya. Nausha kemudian memberikan teh hangat yang sudah di sediakan untuk berdua
" Minumlah Teh dulu suami ku."
" Terima kasih."
Affandi menerima teh itu lalu mulai meminum nya. Nausha pun juga sama menikmati teh hangat.
" Oiya..kalian secepat nya lah punya anak, jangan di tunda tunda."
Mendengar ucapan Rose, tiba tiba Nausha menjadi tersedak minum teh itu.
" Uhuk uhuk.."
Affandi pun reflek tangan nya langsung mengusap punggung belakang Nausha.
" Sayang kau tidak apa apa? pelan pelan minum nya."
__ADS_1
Affandi pun tanpa sadar mengusap punggung belakang Nausha yang tersedak air teh hingga batuk Nuasha masih belum berhenti sampai hidung Nausha merah. Dirinya juga kaget mendengar ucapan Rose.
Nausha kemudian menarik kertas tisu mengelap mulut dan hidung nya.
" Trimakasih Pak." ucap nya pelan tangan nya lalu menepis tangan Affandi yang masih mengusap belakang nya.
Affandi lalu sadar kenapa ia pun bisa mengusap belakang Nausha, tangan nya pun diturunkan dari punggung belakang Nausha.
Mathilda yang melihat Affandi mengusap usap belakang cucu nya pun jadi tersenyum.
" Ehem..apa Ibu salah bicara maaf kalau begitu.." Ucap Rose merasa bersalah pada cucu majikan nya itu.
" Euh..tidak Ibu, tidak apa apa." Balas Nausha.
" Ya sudah kalau begitu Ibu ke dapur ingin memasak."
Rose dan Tonny berdua berdiri lalu menuju kebelakang.
" Suami mu ini sangat perhatian sekali.. kau hanya batuk saja dia sangat khawatir pada mu, tentu nya pasti suami mu sangat sayang pada mu, Iya kan Affandi? kau perlakukan manis setiap hari pada cucu ku?"
Mathilda tersenyum, senyuman mengejek Affandi walaupun sebenarnya kalau cucu nya itu belum dianggap oleh Affandi sebagai istrinya.
" Ah sialan..kenapa jadi begini." Ucap Affandi dalam hati.
Affandi tiba tiba menjadi tidak tenang dengan ucapan Mathilda, ia pun menjadi berubah pikiran untuk tidak berlama lama di rumah Nausha niatnya masih penasaran seperti ada yang di sembunyikan oleh Nausha. Namun ia juga tidak mau berakting lagi dengan peran nya pura pura bahagia bersama Nausha.
" Eum..sayang aku lupa kalau siang ini aku ada rapat penting tadi sekertaris ku mengirimkan pesan."
" Maaf Nek kami, tidak bisa lama lama.." lanjut nya bicara pada Mathilda.
" Lho..Ibu Nausha sedang memasak untuk makan siang, apa tidak bisa di tunggu saja."
" Tidak Nek maaf!"
__ADS_1
" Baiklah kalau begitu.."
" Sayang ayo kita pulang."
Nausha pun mengangguk ia merasa lega Affandi mengajak kembali itu arti nya dia tidak terus terus untuk berpura pura lagi.
,
,
,
,
Sampai di tengah perjalanan Affandi bicara pada Nausha yang diam saja.
" Tadi itu saya reflek saja, tapi jangan kamu anggap saya perhatian pada kamu."
" Iya Pak Affandi..tidak usah Bapak jelaskan saya sudah mengerti kok."
Affandi kemudian merogoh kantong celana nya untuk meraih ponselnya ia ingin menelpon kekasih nya, Soraya.
" Sayang datang lah ke kantor aku tunggu."
Nausha Kembali diam tapi telinga nya mendengar Affandi menelpon kekasih nya untuk bertemu dengan suami nya membuatbsedikit sesak di dadanya dan kenapa ada rasa sakit di hatinya, sebenarnya dari lubuk hati nya senang Affandi bisa reflek mengusap punggung belakang nya, tapi ia sadar diri tidak bisa berharap lebih.
" Nausha kamu kembali lah ke cafe, saya antar kamu nanti biar Liam yang menjemput."
" Eum..iya Pak Affandi."
Sampai di cafe Nausha turun dan langsung berjalan meninggalkan Affandi, Affandi pun langsung menancap gas karena dirinya pun sudah tidak tahan untuk mengajak Soraya bercinta.
Nausha masuk kedalam cafe nampak wajah nya terlihat murung, mata nya melihat Mira di meja kasir dan juga beberapa anak buah nya sedang sibuk. Ia tidak menegur anak buah nya langkah nya langsung masuk ke ruangan kerja nya. Sampai di ruangan ia langsung menghempaskan bokong nya di kursi.
__ADS_1
" Hufftt..sabar sabar."