I APOLOGIZE

I APOLOGIZE
Jadi Pusat Perhatian


__ADS_3

Tepat jam 6 sore Nausha berjalan keluar dari cafe, Affandi menelpon Nausha sudah berada di depan cafe dan sedang menunggu nya. Supir Affandi langsung buka kan pintu untuk istri Tuan nya itu.


" Saya sudah menunggu kamu 10 menit di sini, kamu lelet sekali Ayo masuk." ucapnya dari dalam mobil.


" Eum..maaf Pak."


Mobil sudah membawa mereka ke sebuah mal terbesar. Affandi dan Nausha berjalan beriringan menuju outlet pakaian branded yang sangat merk nya terkenal sudah mendunia.


Nausha dan Affandi lalu melihat lihat pakaian sepasang dan di bantu oleh petugas outlet itu.


" Selamat malam..ada yang bisa saya bantu.?"


" Tolong tunjukan pakaian untuk kami ." ucap Affandi.


" Baik kebetulan toko kami barang barang nya new arrival."


" Kami ingin butuh pakaian couple.." ucap Nausha.


" Oh..tentu ada, saya akan tujukan koleksi pakaian couple yang ada di toko kami, mari Tuan dan Nyonya..!"


Petugas toko itu lalu membawa Affandi dan Nausha pada baju baju koleksi pakaian couple. Nausha sangat antusias tangan nya langsung sibuk memilih model baju baju couple dengan warna yang senada.


Petugas toke memberi rekomen beberapa baju couple yang menurut Nausha sangat bagus bagus hingga ia membuat ia bingung. Affandi yang berdiri memperhatikan Nausha yang sangat serius memilih baju.


" Pak Affandi bagaimana kalau yang ini?"

__ADS_1


Affandi mengangguk menurut nya pilihan Nausha tidak lah buruk.


" Terserah kamu..tapi itu sangat bagus."


Nausha tersenyum akhir nya ia memilih baju jas Affandi warna hitam dan Nausha menyesuaikan gaun yang warna nya senada bila jalan berdampingan dengan Affandi.



Setelah itu mereka menuju fitting room untuk mencoba baju couple. Saat Nausha mencoba gaun pilihan istrinya Affandi sangat kagum dengan gaun yang membentuk lekuk tubuh Nausha ia tidak menyangka istrinya mempunyai tubuh yang indah tapi lagi lagi ia tutupi dengan wajah dingin nya. Tatapan dingin Affandi justru membuat Nausha menjadi salah paham ia merasa Affandi tidak menyetujui dengan gaun pilihan nya.


" Eugh..bagaimana Pak?"


Mata Affandi menelusuri tubuh Nausha dari leher sampai sepasang kaki Nausha.


" Tidak usah itu bagus, coba kau berputar saya ingin lihat."


Nausha dengan ragu memutar badan, Affandi kembali menelusuri tubuh Nausha nampak dari belakang. Affandi tersenyum kecil tubuh istrinya sangat ideal. Rasanya Affandi ingin memeluk Nausha saja dari belakang


" Sudah Pak..?" Nausha gugup.


" Berbaliklah!"


Setelah berbalik Affandi mengeluarkan kartu tanpa batas dan di berikan Nausha untuk melakukan pembayaran.


" Kamu pegang saja kartu ini, untuk kamu."

__ADS_1


" Tidak usah Pak Affandi."


" Jangan menolak terima saja, kamu istri saya."


" I- iya terima kasih."


Setelah berbelanja Affandi mengajak Nausha hendak makan di restoran mewah.


" Saya ingin makan kita mampir dulu ke restoran"


Saat keduanya berjalan berdampingan banyak para pengunjung mal mengalih perhatian tertuju Affandi dan Nausha,.Nausha yang merasa di perhatikan oleh banyak pasang mata membuat dirinya tidak percaya diri ia langsung memeriksa diri apa ada yang salah dengan dirinya hingga membuat Nausha melangkah sambil mengoreksi penampilan nya. Affandi hanya tetap melangkah dengan wajah dingin, ia tidak mempedulikan tatapan orang orang itu. Ya sebagian para pengunjung ada yang mengenali sosok Affandi sang pemilik perusahaan terbesar melalui media, dan Affandi memang sering masuk berita tentang profil Affandi sang CEO ada juga yang memandang Affandi dan Nausha sangat serasi.


" Apa kamu terganggu?"


" Iya Pak Affandi seperti nya mereka mengenal Bapak."


" Hhm..biarkan saja."


Affandi memang jarang sekali mengunjungi sebuah mal mungkin ini bisa di hitung dengan jari, dulu ia sering jalan bersama Ibunya ke tempat tempat keramaian.


Saat di dalam restoran pun banyak para wanita yang melirik ke arah Affandi, bahkan ada pandangan yang iri dengan wanita di samping Affandi, yaitu Nausha. Tapi lagi lagi Nausha merasa bersyukur tidak ada yang mengenali sosok siapa sebenarnya.


Affandi lalu duduk dengan santai sambil tangan nya melepas kancing jas nya, namun melihat sang pemilik restoran melihat siapa yang mengunjungi restoran nya laki laki setengah baya langsung menyambut Affandi dengan senang hati dan para pelayan restoran di perintahkan oleh sang pemilik restoran agar jangan sampai ada yang membuat kesalahan dan harus melayani Affandi dengan baik.


Affandi lalu melihat buku menu yang di sodorkan oleh pelayan, setelah selesai memilih menu makanan para Koki dan pelayan bergerak cepat dan siap di sajikan di meja Affandi. Nausha berfikir tentang ayah nya juga kakek nya kedua laki laki itu memang sama persis di perlakukan sama seperti Affandi itu lah hebatnya orang kaya. Beda dengan diri nya yang tidak tahu Nausha bila ia berkunjung ke sebuah tempat tak ada memperlakukan diri nya sangat istimewa karna memang sejak kecil Nausha sangat jarang di ajak oleh sang Ayah kesebuah mal atau pun restoran.

__ADS_1


__ADS_2