I APOLOGIZE

I APOLOGIZE
Kebersamaan Nausha dengan Orang Tuanya


__ADS_3

Malam hari di kediaman Mathilda.


Keluarga Leonardo Hilmar, setelah makan malam Nausha yang baru saja membantu Ibu Rose membereskan meja makan, Nausha di panggil oleh Ayah dan Ibu nya.


" Nausha..kau di panggil Ayah mu."


" Iya Ibu Rose.."


" Sudah sana kau temui Ayah mu!"


" Baiklah Ibu Rose."


Nausha sudah tidak ragu lagi untuk berdekatan dengan Ayah nya, apalagi saat ini orang tuanya menginap, Ia ingin menghabiskan kebersamaan nya dengan Ayah Ibu nya sebelum kembali pulang pada esok hari.


Nausha menghampiri Ayah Ibu nya yang kini sedang duduk di ruang tengah bersama Nenek nya.


" Nak duduklah!" Pinta Fiandra.


" Iya Ibu."


Nausha duduk di samping Mathilda. Ayah dan ibu nya rupanya ingin membicarakan sesuatu mengenai pekerjaan dan hubungan Nausha dengan Affandi. Setelah Nausha duduk Leo mulai bicara.


" Nak ijinkan Ayah untuk bicara."


" Apa yang Ayah ingin bicarakan?"


Leo menarik nafas pelan, sebelum menyampaikan ia ingin meminta maaf karena ia juga harus bertanggung jawab dengan yang terjadi pada putrinya, Leo sadari ini kesalahan nya juga. Tapi ia harus memberi jalan yang terbaik buat putri nya dan menolongnya.


Sedangkan Nausha sendiri senang ia memang sangat butuh nasehat Ayah dan Ibu nya,dan ini lah waktu yang tepat buat Nausha berdiskusi bersama keluarga.

__ADS_1


" Maafkan Ayah sebelum nya, kami sepakat ingin membicarakan masalah hubungan mu dengan Affandi."


" Iya Ayah.."


" Bagaimana perasaan mu dengan Affandi sebenarnya?"


Nausha langsung terdiam, kalau ditanya bagaimana perasaannya dengan Affandi ia merasakan hal berbeda dengan Affandi hanya saja saat hatinya mulai mencintai Affandi harus kandas seketika.


" Nenek sudah menceritakan semua cucuku." lanjut Mathilda.


" Nausha terus terang saja Ayah..perasaan Nausha saat ini tidak mau lagi mengingat ingat tentang Affandi. Walau Nausha mulai mencintai nya tapi sudah lah..Affandi tidak mencintai ku."


" Kau yakin? Affandi tidak mencintai mu?"


Nausha mengangguk lalu terus menundukkan kepala. Leo tersenyum padahal ia sudah mengantongi laporan dari orang orang suruhannya untuk mengintai Affandi, bahwa Affandi sering melamun setelah kepergian putri nya.


" Matteo..Kakek Affandi" balas Leo dengan di iringi tertawa.


" Maaf Nak, ini sedikit pribadi selama kau bersama Affandi apa kau dan Affandi sudaahh..-" Fiandra bertanya.


Nausha tahu arah pertanyaan Ibu nya.


" Belum Ibu..kami memang sepakat tidak ada kontak fisik."


Leo dan Fiandra mengangguk angguk.


" Baiklah mulai saat ini keluarga Ellison harus tahu siapa kau sebenarnya, kau mau membuka indentitas kamu?"


" Untuk apa Ayah? biarkan saja Affandi tahu dengan sendiri nya, aku ingin tahu Affandi dan keluarga nya bagaimana reaksi mereka?"

__ADS_1


Leo tersenyum ia setuju dengan pendapat putrinya.


" Baiklah Ayah setuju itu..kau mau bekerja di kantor Ayah?"


" Tapi bagaimana dengan usaha cafe ku..?"


" Ini untuk sementara saja, kita akan mulai dengan permainan ini, cukup kau sudah sudah di permainkan oleh Affandi."


" Tidak perlu Ayah..biarkan kami berdua yang menyelesaikan lagi pula Affandi akan menceraikan ku, aku sudah siap!"


" Affandi tidak akan menceraikan mu, lihat saja!"


Nausha tertawa Ayah nya ini bisa lucu juga mana mungkin, Affandi saja tidak mencintai dirinya.


" Ayah sok yakin!"


" Yakin..kau ini lepas dari Affandi, Affandi akan mengejar mu, mengejar cinta mu kembali."


" Ahh..tidak mungkin Ayah!"


" Kau masih memikirkan tentang dia?"


Nausha terdiam kembali jujur ia tidak bisa membohongi perasaannya, memang ia masih memikirkan tentang Affandi walaupun ia sudah berusaha untuk tidak lagi memikirkan Affandi. Dua tahun tidak lah mudah melupakan kebersamaan nya dengan Affandi.


" Kalau kau masih memikirkan tentang Affandi, Affandi juga memikirkan tentang mu."


" Apakah memang itu benar?" dalam benak Nausha.


" Ayah percaya pada kekuatan pikiran, bila orang terus memikirkan hal yang ia inginkan itu akan terjadi. Sama halnya kita terus memikirkan kesuksesan, kesuksesan akan tercapai."

__ADS_1


__ADS_2