
Pesta kecil itu telah usai, Enrico sudah lebih dulu kembali ke apartemennya bersama wanita cantik yang dia sewa hanya satu malam. Affandi sedang melangkah masuk kedalam mobil nya ia akan melakukan percintaan yang panas dengan wanita panggilan itu sampai esok hari, mobilnya yang di kemudikan Affandi sudah melaju keluar dari hotel itu. Selama di perjalanan wanita yang di bawa oleh Affandi bergelayut manja pada Affandi yang sambil menyetir. Di mata Affandi wanita yang akan tidur bersama di mansion nya memang kriteria Affandi cantik manis anggun tubuhnya langsing putih bersih. Walaupun Nausha istrinya bila di sandingkan dengan wanita panggilan itu sama sama cantik, tapi bagi Affandi Nausha tetap bukan tipe Affandi.
Nausha di dalam kamarnya tidak bisa lagi memejamkan mata karna rasa kantuk nya belum hinggap, apa yang membuat mata Nausha belum bisa terpejam karena Nausha di tengah malam pikirannya masih bergelut panjang memikirkan usaha Cafe nya dan juga pernikahannya yang belum ada 24 jam.
Namun saat itu telinga nya mendengar suara derap langkah sepatu Affandi, sepertinya suami nya telah pulang pukul 2 pagi. Nausha pun keluar dari kamarnya ia hanya ingin sekedar menyambut suaminya dan menyiapkan baju tidurnya untuk Affandi.
Tapi Nausha tidak menyangka Affandi pulang bersama seorang wanita yang Nausha sendiri tidak tahu siapa wanita yang di bawa Affandi sampai di kamar suaminya. terlihat Nausha mereka melangkah masuk kedalam kamar wanita itu tangan nya bergelayut mesra di lengan Affandi. Dan lagi lagi mata Nausha terus memperhatikan keduanya sedang berciuman di depan pintu kamar sebelum Affandi membuka kamar itu lalu kedua nya masuk dan Affandi menutup pintu itu kembali.
Nausha terdiam ia tidak tahu apa yang harus dia perbuat namun hatinya kenapa dirinya tidak bisa terima apa yang Nausha lihat. Namun Nausha tidak mau bertindak apa apa karena sudah keputusan Affandi pernikahan ini memang tidak di landasi rasa cinta, baik Affandi dan Nausha.
Affandi menyadari ia melihat Nausha masih di lantai bawah sampai dirinya melangkah bersama wanita sewanya menaiki tangga menuju kamar nya Ia tahu Nausha berdiri dan melihat dirinya berciuman dengan wanita yang di bawanya di depan pintu. Affandi dalam benaknya sedikit memancing Nausha bagaimana reaksi istrinya di lantai bawah berdiri sedang menatapnya.
Sampai di dalam kamar Affandi sedikit tersenyum senang mengerjai istrinya ia sekedar ingin tahu seberapa kuat selama ia akan terus menjadi istrinya.
Nausha yang masih di lantai bawah mulai mendengar suara desa**n wanita yang di bawa Affandi di dalam kamar. Nausha akhirnya Kembali masuk ke kamarnya ia cukup tahu saja dengan kelakuan Affandi dan seterusnya ia menanamkan dirinya hanya melayani kebutuhan keperluan Affandi sebatas itu saja dia juga tidak mau merusak mata dan telinga nya apabila Affandi suka membawa wanita ke kamarnya siapa pun wanita itu.
Hingga siang pukul 8 pagi Nausha tidak sengaja mendapati wanita itu menuruni tangga dan bicara pada Nausha.
" Sampaikan pada pelanggan saya kalau saya sudah pulang, Affandi masih tertidur saya tidak mau membangunkannya.. permisi." ucapnya pada Nausha.
Wanita yang menginap di kamar Affandi kemudian berlalu dari hadapan Nausha. Nausha langsung menuju kamar Affandi ia hanya ingin menyiapkan pakaian Affandi lalu keluar kembali.
Nausha sudah di depan pintu kamar Affandi ia mengetuk pintu sebelum masuk kamar suaminya. Mata Nausha melihat Affandi tidur dengan telanjang dada selimut menutupi sampai pinggang. Nausha buru buru tangan menyiapkan pakaian Affandi sebelum Affandi bangun karena keberadaan dirinya di dalam kamar.
Setelah menyiapkan pakaian untuk Affandi Nausha segera keluar. Namun terhenti karena suara Affandi memanggil nya.
__ADS_1
" Nausha apa dia sudah pulang?"
Nausha bicara namun tidak mau menatap Affandi karena tubuhnya hanya tertutup selimut saja.
" Eumm..sudah Pak Affandi."
" Saya masih ngantuk jangan ganggu saya tidur."
Affandi nampak sangat lelah ia kembali memejamkan mata. Nausha pun kembali keluar.
Jam 11 siang Affandi menuruni tangga ingin sarapan ia sudah mandi dan terlihat segar, tapi mata Affandi tidak melihat Nausha.
Ia duduk di meja makan itu, Affandi masih terdiam ia sedang menunggu Nausha. Susan yang sudah melihat Tuannya duduk di meja makan ia membawa lain pauk untuk Tuannya sarapan.
" Nak Nausha sedang pergi ke Cafenya Tuan, ia hanya pesan pada saya karena Nak Nausha tidak mau mengganggu Tuan masih tidur."
" Ya sudah! Bu Susan punya nomor Nausha?"
" Ada Tuan."
Susan pun memberi nomor Nausha pada Affandi, Affandi pun ingin menelpon Nausha.
,
,
__ADS_1
,
,
,
Dalam Cafe Nausha nampak sibuk tangan nya sedang mencuci piring gelas karena anak buah Nausha sedang melayani pengunjung Cafe, karena musik dalam Cafe cukup kencang suaranya ia tidak mendengar suara ponsel nya ada yang menelpon.
Namun suara musik pun berhenti telinga nya baru bisa mendengar suara ponsel yang sedang ada panggilan. Buru Buru Nausha menghentikan tangan nya mencuci gelas piring itu tangannya di keringkan pada handuk kecil yang di gantung. Ia merogoh ponsel di dalam tas nya. mata nya melihat nomor panggilan yang tidak di kenalnya.
" Nomor siapa ya?"
Dilihat pada layar nomor yang tidak dikenal itu tertera sudah 3 kali menelpon. Namun tak lama kemudian nomor yang sama menelpon kembali Nausha pun bergegas menerima panggilan telepon itu.
" Halo siapa nih?"
" Kau tidak ijin pada saya keluar ?"
Seketika Nausha terkejut dengan suara Affandi yang menelpon nya.
" Eum..maaf kan saya, Bapak sendiri tadi tidak mau di ganggu Bapak masih ingin tidur..saya ingin memin-"
Namun sambungan telepon itu langsung di putus oleh Affandi.
Jangan lupa like komen dan giftnya..happy reading WK
__ADS_1