
Pagi menyambut matahari mulai meninggi di dalam kamar itu Affandi masih tertidur dengan balutan selimut menutupi sampai pinggang, hingga suara getar ponsel membangunkan nya. Kedua kelopak mata Affandi mulai mengerjap karena suara getar ponsel nya yang di letakkan di sisi bantal.
Suara getar ponsel itu masih di abaikan Affandi ia seperti sedang menetralisir pikirannya dari alam tidur nya. matanya mengedari ruangan kamar sedikit gelap karena gorden gorden jendela masih tertutup rapat hanya cahaya matahari yang masuk dari celah jendela kamar.
" Apa ini masih pagi?" ucap nya dalam hati.
Affandi menggeliatkan tubuh dan meregangkan otot otot nya, tangan nya membuka selimut rupanya ia masih memakai celana kantor dari kemarin, ia baru teringat kalau ia meminta Nausha meyiapkan air hangat untuk berendam tapi ia tertidur.
Affandi lalu meraih ponsel melihat jam waktu sudah menunjukan pukul 10 pagi, Affandi tersentak ia sudah kesiangan untuk berangkat ke kantor. lalu ia beranjak dari tempat tidur dan segera mandi ia teringat bahwa hari ini ada rapat penting dengan beberapa klien nya pantas saja ponselnya terus bergetar sekertaris Jackson sudah beberapa kali menghubungi nya.
Affandi sudah selesai ritual mandi nya, tak lama terdengar suara ketukan pintu di kamar nya.
Tok tok
Masih dengan handuk di lilit di pinggangnya Affandi membukakan pintu kamar.
" Bapak sudah bangun?"
__ADS_1
" Saya kesiangan, kenapa kamu tidak membangunkan saya?" balas nya masih di depan pintu.
" Jelas Bapak kesiangan, Bapak pulang subuh."
" Ya sudah siapkan pakaian kerja saya."
Nausha mengangguk lalu langkah nya masuk kamar, ia membuka pintu lemari pakaian dan memilih milih kemeja jas dan dasi untuk Affandi. Affandi sendiri sudah memakai CD terlebih dulu dari kamar mandi, dengan santai nya Affandi melepaskan handuk didepan Nausha.
Nausha tidak sengaja melihat Affandi yang melepaskan lilitan handuk di pinggang membuat ia risih dan memalingkan wajah.
" ini kemeja nya." Nausha memberi kemeja tanpa menoleh pada Affandi.
" Nausha..tolong kamu pakaikan saya dasi."
Nausha lalu menghampiri affandi dan berdiri di hadapan Affandi, namun untuk memakaikan dasi Affandi membuat jarak mereka sangat dekat hingga tercium harum nafas segar mint Affandi di penciuman Nausha begitu juga Affandi tercium harum tubuh Nausha dan harum pelembab bibir wangi strawberry.
Selama tangan Nausha memakaikan dasi di leher Affandi, Nausha tidak berani menatap wajah Affandi matanya hanya fokus memakai kan dasi dengan rapih, tapi Affandi menatap wajah Nausha lekat lekat mata nya menelusuri leher jenjang Nausha yang putih bersih, juga bibir warna pink yang lembab.
__ADS_1
" Semakin hari semakin cantik bila berdekatan seperti ini." ucap Affandi dalam hati.
Mata Affandi masih terus menatap wajah Nausha hingga ia tersentak ketika tangan Nausha selesai memakaikan dasi.
" Sudah Pak.."
" Eum..iya..sekalian jas nya pakaikan."
Nausha tangan nya lalu memakaikan jas di tubuh Affandi jas model slim double breast, jas itu ketat dan pas di tubuh Affandi yang liat. Tanpa sadar Nausha kagum melihat Affandi sangat tampan. Namun ia tepis dan mengusir kekaguman nya dengan sedikit gelengan kepala.
" Kalau sudah selesai saya keluar dulu, sarapan Bapak sudah tersedia."
" Sebentar Nausha kita keluar sama sama."
" Baik Pak.."
Nausha masih menunggu Affandi memakai jam arloji di tangan nya lalu menyemprot kan minyak wangi pada kedua titik nadi tangan dan kedua belakang telinga nya kini tercium harum parfum maskulin mahal Affandi.
__ADS_1
" Ayo..!" ajak Affandi.