I APOLOGIZE

I APOLOGIZE
Sampai Ketemu Di Pengadilan


__ADS_3

" Owh.. anda memang suami yang buruk, pantas saja!" Ucap Ricky sarkas.


Membuat Affandi makin naik pitam karena ucapan pria yang masih di tarik kerahnya, nafas Affandi memburu tangan Affandi siap melayang ingin meninju pria itu.


" Bangsat..!!" Balas Affandi


" Tuan Affandi jangan!"


" Pak Affandi berhenti..!"


Jackson dan Nausha bersamaan buru buru menahan Affandi yang ingin meninju Ricky.


Jackson sekuat mungkin menarik tangan Affandi agar menjauh. Nausha tidak lagi menghiraukan Affandi Ia hanya ingin menenangkan Ricky karena Ricky adalah klien nya yang sangat baik.


Setelah berhasil menjauhkan Affandi oleh Jackson berusaha menenangkan Affandi.


" Tuan jangan bertindak bodoh, lihat orang orang menonton kita.."


" Biarkan saja saya ingin menghajar mulut laki laki itu!" hardik nya.


" Tuan Affandi sadar! jangan mempermalukan diri anda Tuan, jaga harga diri anda.."


Dada Affandi terlihat naik turun nafas nya masih tersengal sengal karena emosi.Terdengar dengusan nafasnya dari hidung dan juga rahang nya yang mengeras tatapan Affandi sungguh sangat mematikan pada pria itu.


" Tenangkan diri anda, jangan mengotori tangan anda sendiri.."


Affandi menatap pada Jackson yang berdiri menghadangnya.


" Tenang..sabar, kendalikan diri anda Tuan! ingat ! keluarga anda kalau sampai tahu anda berkelahi..Kakek anda akan marah besar jangan sampai anda mendapat citra buruk oleh para klien anda..heum!"


Affandi perlahan mulai meredakan emosi nya kesadarannya mulai terbuka, otaknya mulai bekerja kembali. Jackson benar ini akan berdampak buruk citra nya.


Affandi dan Jackson masih bertatapan dan hingga akhirnya mata Affandi menurun.


" Baiklah.." Affandi mengangguk.

__ADS_1


Tapi Affandi tetap tidak suka melihat Nausha yang masih berdiri di samping Ricky seolah olah Nausha malah membela pria itu.


Affandi setelah mengikuti nasehat Jackson, ia lalu menghampiri Nausha.


" Ikut saya..!!


Nausha belum sempat bicara, tangan nya langsung di tarik oleh Affandi.


" Pak Affandi lepas!"


Nausha ingin menolak tapi seperti nya Affandi sudah tertutup telinga nya, tangan nya terus di tarik oleh Affandi yang melangkah lebar dan cepat. Affandi menarik Nausha sampai di sebuah ruangan yang cukup sepi.


Affandi langsung mendorong Nausha sampai tubuhnya menempel pada tembok. Tangan kanan Affandi di letakkan pada tembok tepat di atas kepala Nausha. Matanya menatap Nausha nyalang.


" Siapa dia Nausha?"


" Pak Affandi kenapa sih..?"


" Jawab saya? jangan balik tanya?" Ucapnya geram.


" Apa urusan dengan Bapak?"


" Oughh...kamu berani melawan saya, Nausha!"


Affandi bicara dengan hembusan nafas berat, Suara nya terdengar menggeram.


Nausha bingung memang nya apa yang harus di jelaskan pada Affandi.


" KAMU MASIH ISTRI SAYA..BANGSAT!"


Affandi berucap keras dan membentak Nausha, membuat Nausha langsung menangis ini pertama kalinya Affandi meneriakan nya bahkan sampai membentaknya tepat di wajah nya yang sangat dekat sampai hembusan nafas geram Affandi terasa di kulit wajah nya, Nausha mendadak kaku. Ia benar benar sangat takut dengan wajah Affandi.


" JAWAB!!" bentak nya lagi.


" Di- dia.." Nausha gugup lidahnya terasa kelu.

__ADS_1


Affandi sudah tidak bisa berfikir jernih otaknya tetap saja berfikir yang bukan bukan pada Nausha juga pria itu.


" Apaa..dia pacar baru kamu Naushaaa?"


Nausha menggeleng cepat ingin menyangkal,


Affandi dengan tidak sabar langsung meraup bibir Nausha yang terlihat bergetar, Affandi dengan kasar melu**t bibir yang masih istrinya itu. Membuat Nausha terhenyak nafasnya. Affandi ******* terus bibir Nausha sampai tidak sadar Affandi menciumi leher jenjang Nausha di hisapnya kencang pada kulit leher Nausha.


" Akwaw.."


Nausha meringis sakit kedua tangannya langsung mendorong dada Affandi agar menjauh. Affandi malah menahan leher belakang Nausha sampai kepala Nausha tidak bisa bergerak.


" Pak Affandi lepas..ini sangat sakit!!"


Affandi tidak peduli, bibirnya kembali mendarat di bibir Nausha, kedua tangan nya menahan pipi Nausha dan terus me**gut nya tetap kasar.


Nausha terisak, air mata Nausha meluncur dengan deras sampai di lidah Affandi dan bibir nya basah terkena air mata Nausha, asin.


Mendengar isakan Nausha Affandi melepas pagutannya dari bibir Nausha, di tatap nya wajah Nausha kembali. Melihat Nausha menangis hatinya luluh.


" Maaf kan..maafkan saya Nausha!!"


Plak


Tangan Nausha menampar pipi Affandi. Affandi tersentak kaget dengan tamparan Nausha tiba tiba.


"Dasar kurang ajar kau Pak Affandi.. !! Ingat Pak Affandi.." Nafas tersengal sengal.


Bapak bukan siapa siapa lagi buat saya..sampai nanti ketemu di pengadilan..!!" Seraya jari telunjuknya menunjuk tepat di wajah Affandi.


Nausha berucap geram dengan dagu berkedut ia langsung meninggalkan Affandi sambil mengusap air mata nya melangkah menjauhi Affandi.


Affandi langsung tergugu menatap punggung Nausha yang melangkah pergi meninggalkannya. Affandi mengusap kasar wajah nya.


" S**t..!!"

__ADS_1


Affandi merasa menyesal telah berbuat kasar, ini akan membuat Nausha membulat hati nya untuk cepat di ceraikan oleh nya.


__ADS_2