I APOLOGIZE

I APOLOGIZE
Permohonan Maaf


__ADS_3

Nausha yang baru saja tiba berbelanja untuk kebutuhan bahan bahan stok di cafe dengan anak buah nya. Saat melangkah masuk ingin beristirahat di ruangan nya, Mira memberitahukan bahwa ada seorang wanita sudah menunggunya sejak tadi.


" Kak Nausha.."


" Iya Mira.." langkah nya terhenti.


" Ada tamu mencari Kakak."


" Tamu siapa?" Mengernyitkan dahinya


" Seorang wanita kira kira sudah berumur 55 tahun." ucap Mira mencirikan nya.


Nausha lalu mendekati meja kasir di mana Mira berada ia sangat penasaran.


" Wanita? Siapa nama nya?"


" Dia katakan dari Nyonya Ellison.


" Ibu nya Affandi, Nyonya?" ucapnya pelan.


" Apa dia sedang menunggu Kakak di ruangan Kakak?"


" Iya Kak dia sudah menunggu Kakak dari tadi."


Nausha langsung mengangguk tanpa berlama lama ia langsung segera menemui Ibu nya Affandi, dibenak nya ada urusan apa Ibu Affandi ingin bertemu dengan nya.


Nausha membuka pintu mata nya langsung tertuju pada seorang wanita yang sedang duduk. Sebelum bertatapan langsung Ia harus merubah kembali memanggil Ibu Affandi, Nyonya. Nausha hanya merasa sungkan memanggil Clementia, Ibu. Karena buat Nausha panggilan Ibu yang sebelum nya Clementia pinta sebentar lagi tidak akan berlaku lagi.


" Selamat siang Nyonya.."


Clementia langsung menoleh pada Nausha lalu berdiri mengetahui mantu nya itu sudah datang. Nausha pun langsung meraih tangan Clementia untuk Salim, karena harus menghormati wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan sangat terawat.

__ADS_1


" Selamat siang Nausha." balasnya dengan senyuman.


" Maaf..saya baru habis belanja bahan bahan, apa Nyonya sudah menunggu lama?"


" Tidak apa apa."


Nausha kemudian mempersilahkan duduk pada Ibu Affandi kembali.


" Nyonya silahkan duduk!"


" Terimakasih."


" Oiya Nyonya mau minum apa..?"


" Tidak usah, saya sudah di buat kan minum."


" Maaf Nyonya,.Nyonya harus menunggu saya di ruangan yang sempit ini."


" Terimakasih Nyonya."


Nausha pun duduk di samping Ibu Affandi dengan posisi menghadap Ibu Affandi


" Nausha..mungkin kamu bertanya kenapa saya datang menemui mu, ada hal yang ingin saya sampaikan." ucap nya lembut.


" Maaf apa itu Nyonya..?"


" Permohonan maaf dari saya.."


" Permohonan maaf? maksudnya?"


" Nausha.." Seraya tangan nya menangkup punggung tangan Nausha. "Maafkan Affandi! saya sebagai Ibu Affandi merasa bersalah karena kalian berdua harus bercerai."

__ADS_1


Nausha jadi merasa iba dengan ucapan Ibu Affandi, tapi ini juga bukan kesalahan yang harus jadi terbebani oleh Ibu Affandi.


Clementia masih ingin melanjutkan kata kata nya, ia menatap wajah Nausha dengan tatapan sendu. Sedangkan Nausha menatap wajah Ibu Affandi wajah yang sangat teduh. Ibu Affandi ini rupanya sangat baik terhadap nya. Ibu Affandi rela datang dengan perjalanan jauh menemui diri nya ingin meminta maaf pada nya.


Clementia membuang nafas perlahan.


" Nausha maafkan putra saya yang tidak bisa membuat mu bahagia, maafkan segala perbuatan anak saya selama ini, Saya sudah tahu bagaimana kalian bisa menikah. Maafkan saya yang gagal mendidik Affandi dengan benar." ucap nya lirih.


" Saya tahu kamu adalah wanita sangat baik, kau telah salah menikah dengan Affandi maafkan dia yang sudah menghancurkan mu..saya mohon! sebagai ibu nya tolong di maafkan!"


" Euh..Nyonya, tidak perlu meminta maaf, buat saya ini memang sudah takdir hidup saya dan saya sudah siap menerima ini semua."


" Nausha maafkan segala keegoisan kami, Ayah Affandi dan Kakek Affandi, saya tidak bisa berbuat apa apa untuk kalian berdua tapi sebenarnya saya selalu berharap kalian bisa bersama tentu nya."


" Nyonya saya sudah siap dan ikhlas melepas Affandi nantinya..Nyonya jangan di jadikan ini suatu beban untuk Nyonya, buat saya walaupun pernikahan kami hanya singkat tapi saya sangat bahagia bisa melayani Affandi dan justru saya yang meminta maaf atas kekurangan saya. Dan saya tahu Ini semua juga untuk masa depan Affandi, kalian pasti ingin yang terbaik untuk Affandi. Saya hanya berdoa, semoga jodoh Affandi nanti nya Affandi bisa bahagia bersama nya."


Clementia masih menatap Nausha, ia ingin mengatakan sesungguhnya ia tidak setuju Affandi harus melepaskan gadis yang baik ini.


" Nausha kalau memang suatu saat kalian harus tetap bersatu, percayalah! kalian pasti akan bahagia selamanya, hanya itu harapan saya, dan kalau kamu mau mempertahankan pernikahan kalian, berjuanglah Nak!. Mungkin masih ada kesempatan..saya tahu kamu sudah mencintai Affandi."


" Terimakasih Nyonya, tapi rasa nya itu tidak mungkin lagi, saya tidak berani berharap lebih apalagi kalian sudah menjodohkan Affandi mengganti diri saya."


Clementia mengangguk tatapan nya masih pada Nausha.


" Nausha..tapi kalau memang Tuhan sudah berkehendak kalian bersatu, kamu tidak akan bisa mengelak nya sayang."


" Ya sudah..aku harus kembali! terima kasih untuk waktu nya."


" Iya Nyonya."


" Jaga diri mu baik baik ya!"

__ADS_1


" Baik Nyonya."


__ADS_2