I APOLOGIZE

I APOLOGIZE
Di Antar Enrico


__ADS_3

Nausha yang pikirannya sedang kalut di kagetkan dengan sebuah mobil yang menepi jarak nya tidak jauh dengan Nausha berdiri.. Mobil itu lalu terbuka kaca jendela.


" Nausha..!


Seorang pria memanggil Nausha dari dalam mobil. Nausha menoleh pada pria yang memanggil nya.


" Enrico..?"


Enrico menghentikan laju mobilnya ia turun lalu menghampiri Nausha, Nausha terkejut matanya menatap Enrico yang turun dan memutari mobil. Nausha yang sadar dirinya sedang menangis buru buru menghapus air mata nya agar tidak terlihat.


Enrico berhenti di hadapan Nausha mengambil jarak yang tidak terlalu dekat. Nausha sedikit menunduk tak mau terlihat jelas wajah nya sedang bersedih.


" Ada apa dengan diri mu? kenapa di malam larut ini kau jalan sendirian?"


Nausha terdiam bagaimana harus menjawabnya tidak mungkin ia bicara yang sebenarnya pada Enrico bahwa ia telah di usir oleh Affandi. Enrico menatap lekat lekat wajah Nausha yang menunduk lalu melihat tas seret di tangan Nausha. Enrico langsung menduga Nausha pasti sedang di rundung masalah.


" Apa dia sedang bertengkar dengan Affandi? tapi..kenapa harus jalan sendirian tengah malam seperti ini?" Enrico menduga duga dalam hatinya.


Nausha kemudian mengangkat wajah ia berusaha tersenyum pada Enrico, lalu ingin mencari alasan lain agar Enrico tidak terlalu banyak tanya.


" Enrico..aku ah aku hanya mencari udara malam saja." Nausha beralasan lain dengan tersenyum kaku.


" Mencari udara malam?" mengangkat kedua alis nya

__ADS_1


" Eum..i-iya!"


Enrico menatap wajah Nausha heran tidak mungkin Nausha mencari udara malam, Enrico kemudian menduga Nausha pasti sedang menghadapi masalah wajah nya seperti terlihat sedih dan habis menangis. Enrico sudah yakin tanpa lama lama Enrico harus mengajak Nausha masuk ke mobil nya.


" Masuk lah ke mobil ku!"


" Enrico trimakasih ak-.."


" Masuk!" Perintah Enrico.


" Tapi.."


" Tidak usah beralasan ini sudah larut malam jalanan sepi dan gelap, tidak baik! apalagi untuk seorang wanita cantik seperti mu jalan sendirian..ayo!"


" Affandi keterlaluan sekali!" bathin Enrico.


Setelah Enrico duduk ia lalu menyalakan mesin mobil Kembali dan mulai melajukan mobil nya. Selama di jalan Enrico belum mau bertanya apa yang sedang terjadi dengan Nausha, tapi ia akan bertanya harus mengantar Nausha kemana atau sebaiknya ia mengantar Nausha pulang ke rumah Affandi.


" Kau bertengkar dengan Affandi?" Enrico menebak saja.


Nausha masih terdiam ia belum mau untuk berterus terang pada Enrico.


" Kalau kalian memang sedang bertengkar selesaikan lah baik baik, aku antar kau pulang biar aku yang akan bicara pada Affandi." ucap nya menatap kedepan.

__ADS_1


" Euh..jangan! tidak usah kembali ke rumah itu!" Nausha langsung menolak


Enrico menoleh sesaat pada Nausha ia heran dengan jawaban Nausha


" Apa yang sedang terjadi kenapa ia tidak mau kembali ke rumah Affandi?" tanya nya dalam hati.


" Affandi sudah menceraikan ku dan aku harus keluar dari rumah itu." Nausha akhir berterus terang.


Enrico terkejut Affandi menceraikan Nausha, tapi tidak juga Nausha harus keluar dan.di biarkan jalan sendirian tengah malam.


" Affandi Mengusir mu?" Tebaknya.


Nausha diam pandangan hanya lurus kedepan melihat jalan yang sangat gelap dan sepi lalu iya mengangguk pelan.


" Iya.."


Enrico mengangguk, tapi sebaiknya ia tidak dulu bertanya lebih jauh pada Nausha kenapa harus bercerai dan Nausha di usir, karena bukan hak nya walaupun sesungguh nya ini adalah berita yang menarik buat Enrico adalah kesempatan peluang untuk memiliki Nausha. Enrico tersenyum kecil.


" Baiklah katakan! aku harus mengantar mu kemana?"


" Ke cafe ku saja, aku ingin beristirahat di sana!" jawabnya menoleh pada Enrico yang fokus menyetir.


" Oke..!"

__ADS_1


__ADS_2