I APOLOGIZE

I APOLOGIZE
Perkelahian Nausha dan Soraya


__ADS_3

Saat di meja makan sambil menikmati sarapan kedua nya terdiam, mereka terdiam karena dalam pikiran Affandi dan Nausha sama sama saling kagum. Tapi kedua nya pintar menyimpan rasa kekaguman masing masing.


Nausha melayani Affandi di meja makan dengan tenang padahal dada nya sungguh berdetak berdekatan dengan Affandi. Karena mereka duduk berdampingan.


" Nuasha.." panggilnya sambil mulut nya mengunyah makanan.


" Iya Pak."


" Besok malam dampingi saya."


" Dampingi Bapak kemana?"


" Ada undangan pernikahan."


" Baik Pak.."


Affandi lalu mengeluarkan dompet dan mengambil kartu tanpa batas itu pada Nausha.


" Ini pakailah kartu ini, belilah gaun yang pantas saya tidak mau jangan sampai kamu terlihat norak dan udik."


" Iyaaa..terimakasih Pak." jawab nya sedikit kesal.


Nausha menerima kartu hitam itu, lalu di letakkan di sisi meja.


Affandi memang mengajak Nausha bila ada pertemuan dengan kolega atau klien tapi ia tidak akan pernah mengajak Nausha ke kantor perusahaan nya, ia hanya mengajak Soraya. Ia bermaksud tidak akan pernah memperkenalkan istrinya pada staff kantor. Ia masih menutupi letak di mana gedung perusahaan Affandi pada Nausha. Karena sudah terlanjur mengajak Soraya hingga kekasih nya itu di anggap oleh para staff kantor Soraya adalah istrinya karena Soraya sering datang ke kantor Affandi. Affandi tidak mau di nilai tukang main perempuan ia sangat menjaga image nya demi karir nya.


Nausha setelah mengantar Affandi sampai teras, ia bergegas untuk berangkat ke cafe nya, dan sore hari nya ia berbelanja membeli gaun yang mahal dan pantas sesuai moment nya. Affandi mengajak Nuasha besok malam untuk memenuhi undangan di sebuah hotel mewah relasi nya mengundang Affandi acara pernikahan putri klien nya.


Jam 5 sore Nuasha meninggalkan cafe ia akan belanja membeli gaun untuk acara pernikahan. Sampai di sebuah tempat outlet factory pakaian wanita bermerk dan branded Nausha melangkah masuk outlet mata nya langsung tertuju pada gaun gaun mewah dan bermerk terkenal.


Mata Nausha tertarik pada gaun long dress berlengan sampai sikut wana gold itu sangat anggun pas dan cocok di tubuh Nausha yang ramping ia meminta pada pramuniaga untuk mengemas nya gaun itu, Nausha lalu akan melakukan pembayaran dengan menggunakan kartu tanpa batas.


Saat Nausha ingin melakukan pembayaran ia di kejutkan dengan suara wanita yang menegur Nuasha.


" Hey..kau bukan kah pembantu di rumah Affandi?"


Nausha lalu membalikkan badan nampak Soraya sedang berdiri di belakang nya dengan kaca mata hitam di kepala. Nausha terkejut melihat kekasih suami nya itu wajah nya nampak angkuh menatap diri nya.


" Iya saya sedang berbelanja." balas nya


" Ouh..seorang pembantu bisa berada disini berbelanja pakaian mewah dan terkenal." Soraya menatap heran sekaligus merendahkan Nuasha.


" Hmm..memang nya kenapa, kalau saya seorang pembantu bisa berada disini berbelanja pakaian mewah, heran ya?"

__ADS_1


" Yaa...tidak heran sih! karena kamu pasti menggoda kekasih ku Affandi, hingga bisa memberi mu uang banyak."


" Saya bukan kayak kamu tentunya..maaf!"


Nausha malas meladeni Soraya ia ingin meninggalkan Soraya, tapi tangan Soraya me mencengkeram lengan Nausha membuat tubuh Nuasha ketarik.


" Hey lepaskan tangan mu!" wajah Nausha menatap cengkeraman tangan Soraya.


" Apa maksud perkataan mu?" balas Soraya.


" Anda tentu tau maksud saya, anda itu sudah bersuami tapi masih selingkuh dengan pria lain rupanya kamu lebih rendah dari saya seorang pembantu."


" Hey..jaga mulut mu!" Soraya tidak terima.


" Tapi itu kenyataan kan?"


Soraya semakin heran lagi ketika pramuniaga menghampiri Nuasha memberikan kartu tanpa batas pada Nausha.


" Nyonya ini kartu nya sudah selesai pembayaran nya."


" Terimakasih ya.."


Soraya tercengang melihat kartu tanpa batas di tangan Nausha, diri nya bahkan tidak pernah memakai kartu tanpa batas. Rasa iri didalam diri nya meronta.


" Maaf saya harus pulang."


" Tentu nya Tuan Affandi." jawab Nausha santai.


" Apa..Affandi?" Soraya tercengang.


Soraya merasa tidak percaya yang di katakan Nausha, diri nya saja selama berhubungan dengan Affandi belum pernah Affandi memberikan segala nya apalagi kartu tanpa batas itu berada di tangan Nausha yang hanya seorang pembantu, kenapa kartu tanpa batas itu Affandi tidak memberikan untuk nya saja padahal ia adalah kekasih nya.


" Aku tidak percaya kartu itu dari kekasih ku."


" Terserah anda saja, permisi!"


Nausha ingin segera berlalu dari hadapan Soraya, namun lagi lagi Soraya mencengkeram tangan Nausha kembali.


" Apa apaan sih anda ini." Nausha sambil mencekal cengkraman Soraya.


" Affandi tidak mungkin memberikan ini hanya pada seorang pembantu. kamu pasti menggoda nya dan sudah tidur dengan kekasih ku..atau kau jangan jangan mencuri di rumah Affandi?"


Plakk

__ADS_1


Nausha menampar pipi Soraya.


" Jaga mulut anda, hati hati bicara anda."


Nausha semakin kesal di buat Soraya yang sudah menuduh nya bukan bukan tentang dirinya.


" Kau sudah berani menampar ku, lihat saja apa yang aku buat."


Nausha lengah, tangan Soraya merampas paperbag di tangan Nausha.


" Hey apa apaan anda ini, kembalikan!"


Nausha berusaha meraih paperbag nya dari tangan Soraya namun Soraya berhasil menjauhkan paperbag itu, Soraya lalu mengeluarkan gaun mahal Nausha dari dalam paperbag. Nausha tercengang Soraya merobek gaun itu.


Krek krek


Gaun itu berhasil Soraya sobek pada bagian leher gaun. lalu gaun itu di letakkan di bawah lantai dan di injak injak oleh kaki Soraya yang beralaskan sepatu flat.


Nausha semakin geram dengan perbuatan Soraya, dia tidak menyangka Soraya bisa berbuat hal itu.


" Kau tidak pantas memakai gaun mahal itu, kau hanya seorang pembantu." ucap nya sambil menginjak gaun itu.


Tanpa tedeng eling Nausha kalap ia mendorong Soraya sampai terjungkal di lantai. Nausha lalu segera menurunkan bokongnya duduk diatas perut Soraya lalu menghajar Soraya.


Plak plak


Nausha menampar pipi kanan kiri Soraya berkali kali, membuat Soraya tak berdaya Nausha sangat kuat jiwa psikopat nya tiba tiba muncul.


" Anda sudah keterlaluan menghina dan menuduh saya..hahh.." ucap nya membentak


Nausha masih terus menampar Soraya hingga sudut bibir nya berdarah. Ucapan Nuasha yang kencang membuat perhatian banyak orang berdatangan hingga dua orang security datang dan memisahkan perkelahian mereka.


Saat kedua Security menghampiri rupanya Nausha sedang mencekik leher Soraya. Soraya hampir kehabisan nafas kedua tangan nya sedang berusaha melepas tangan Nausha yang mencekik dileher nya.


" Nyonya hentikan..!"


Dua orang Security itu segera menarik tangan Nuasha dari leher Soraya, Soraya terbatuk batuk dan mengambil nafas dalam dalam. Security berhasil menarik tubuh Nuasha dan berdiri lalu menahan kedua tangan Nausha sedang kan security satu nya lagi menolong membangunkan tubuh Soraya.


" Dasar perempuan gila." ucap Soraya kencang.


" Anda baru tahu kalau saya gila."


Kedua Security itu masih terus menahan Nausha dan Soraya.

__ADS_1


" Sudah sudah! kalau kalian masih berkelahi saya akan laporkan pada polisi sekarang juga.. kalian berdua sudah membuat keributan di out let ini." ucap security bertubuh kurus tinggi.


Nampak wajah Soraya babak belur hasil karya tangan Nausha. Diri nya berjanji akan membalas semua dan setelah ini ia akan melaporkan pada Affandi.


__ADS_2