
Nausha keluar dari kamar dan langsung menemui Affandi nampak suami nya sedang duduk menunggu dirinya di meja makan. Sampai di meja makan Nausha dengan sigap berdiri melayani Affandi, tangan nya kemudian membalikkan piring lalu mengisi sedikit nasi dan lauk Pauk.
" Silahkan Pak..!"
" Hmm.."
Nausha kemudian mengisi air di gelas untuk Affandi minum, setelah itu Nausha duduk dan hanya menemani Affandi makan.
" Kamu tidak ikut makan sekalian.." mulai memasukkan nasi dengan sendok kemulut.
" Tidak Pak..saya hanya temani Bapak makan saja."
" Kalau kamu sakit..akan merepotkan saya jangan sampai kamu sakit sakitan." ucap nya dengan wajah acuh.
" Tenang saja Pak..saya masih bisa mengurus diri saya sendiri. lagian Bapak kalau mau makan tidak perlu menunggu saya seperti tadi."
" Saya hanya katakan jangan sampai kamu sakit hanya tidak makan malam, kamu senang kalau tubuh kamu sakit?"
Nausha menggeleng.
" Terserah kamu saja, mau makan atau tidak tapi selama kamu jadi istri saya..saya tidak mau kamu sakit sakitan."
Nausha akhirnya tidak hanya menemani Affandi makan dirinya pun akhirnya ikut makan bersama Affandi.
" Bagaimana Cafe kamu?"
" Euh..? kalau lagi makan jangan bicara ya Pak."
" Heuhh.." melirik sesaat. " Terserah saya ini kan rumah saya."
__ADS_1
Nausha tersenyum saja.
" Oiya saya lupa saya cuma numpang.." Kedua bola mata Nausha memutar.
" Bapak mau nambah lagi..?
" Tidak cukup!"
" Saya mau nambah Pak..tiba tiba lapar kalai bicara sama Bapak butuh tenaga juga berhadapan dengan Bapak."
Affandi menoleh pada Nausha.
" Heheheh.." Nausha tertawa nyengir pada Affandi.
" Selesai kan makan mu..saya tungguin."
Affandi sedikit melirik pada Nausha yang mulai mengunyah makanan.
" Habis ini siapkan pakaian tidur saya!"
" Baik Pak..Bapak tidak sekalian saya buatkan kopi?"
" Tidak usah saya mau langsung istirahat.."
Nausha mengangguk.
,
,
__ADS_1
,
Nausha dan Affandi kini sedang berada di dalam kamar, sambil Affandi mengganti baju ganti di kamar mandi, Nausha dengan cepat merapihkan tempat tidur Affandi. Setelah Affandi keluar dari kamar mandi ranjang tidur Affandi kini sudah terlihat rapih kembali, Nausha tak hanya merapihkan tempat tidur Affandi ia membereskan baju kotor sepulang dari kantor ke ranjang pakaian kotor dan meletakkan sepatu Affandi di rak sepatu. Setelah selesai Nausha kembali ke kamar nya dirinyapun ingin istirahat.
" Saya kembali ke kamar saya..ada lagi yang di perlukan?"
" Tidak ada..kamu istirahat saja.."
" Baik Pak Affandi..selamat tidur Pak."
" Hmm.." sahut nya.
Nausha melangkah meninggalkan kamar Affandi dan kembali ke kamarnya.
ππππ
Maaf ya baru update lagi Author sangat sibuk...ok lanjutππ
Pernikahan Affandi kini sudah berjalan 2 Minggu, semalam Affandi menerima telepon dari keluarganya terutama Ibu kandung Affandi meminta untuk pulang dan bertemu dengan Ayah dan Kakeknya. Affandi tidak kekantor karena siang ini dia akan pulang kerumah orang tua nya karena keluarga besar Ellison telah menunggu nya seperti biasa pertemuan Affandi dengan keluarga besarnya akan membicarakan perusahaan dan juga pasangan hidup Affandi.
Nyonya besar Ellison yang bernama Clementia duduk bersanding dengan suaminya Ethan Ellison sedang menunggu kedatangan anak tunggalnya Affandi, Mansion orang tua Affandi sangat lah megah seperti kerajaan. Ellison memang keluarga yang sangat terpandang. Mobil Affandi sudah memasuki halaman yang luas di mansion Ellison. Affandi turun dari mobil dan segera di sambut oleh para pelayan yang berbaris sangat rapih menyambut sang penerus keluarga Ellison.
" Ethan, Affandi sudah datang.." ucap Clementia pada suaminya.
" Biar anak kita duduk dulu sambil menunggu Matteo."
Affandi sudah masuk keruangan khusus keluarga dan segera menemui kedua orang tuanya.
" Apa kabar Ayah dan Ibu..?" ucapnya sambil memberi hormat pada kedua orang tuanya.
__ADS_1