
Makan malam sudah tersedia di meja, Susan yang sedari tadi memperhatikan wajah Nuasha nampak murung, Susan mengerti perasaan Nausha. Susan kembali ke dapur setelah membantu Nausha menyiapkan hidangan dan menata piring sendok dan gelas di meja. Setelah meja itu tertata dengan hidangan makanan Nausha pun menuju keruangan di mana Affandi dan teman wanita suaminya berada ia ingin memberitahukan kalau makan malam sudah siap pada Affandi.
Namun saat Nausha sudah mendekat langkah nya terhenti karena di ruangan itu suaminya sedang bermesraan membuat bibir Nuasha bungkam, matanya seperti terjebak melihat Affandi sedang berciuman bahkan suara decapan yang keluar dari mulut mereka terdengar nyaring di telinga Nuasha, niat hati untuk memberitahukan makan malam pada Affandi pun terjeda.
Namun Nausha segera memalingkan wajahnya tidak mau juga matanya melihat keduanya bercengkrama memadu kasih, kedua kaki Nausha saat masih berpijak segera ingin melangkah menghindar dari kedua nya sebelum Affandi tahu dan melihat nya bahwa Nausha sudah berdiri melihat mereka. Tapi suara Affandi tiba tiba memanggilnya.
Affandi saat berciuman dengan Soraya yang memejamkan mata, merasakan Nausha sudah melihat dirinya ia pun langsung melepas pagutan nya dari bibir Soraya.
" Nausha.."
" Iya Pak Affandi..maaf menganggu kalian." Nausha menjawab tanpa membalikkan badan. Affandi mengerutkan kening nya hal yang Affandi tidak suka karena Nausha menjawab tanpa melihat dirinya.
" Apa makan malam sudah siap?" Affandi sambil beranjak berdiri dari sofa.
" Sudah Pak Affandi.."
Nausha setelah menjawab nya kaki nya segera melangkah meninggalkan ruangan itu.
" Sayang kita makan malam..nanti kita lanjutkan lagi."
" Baiklah Fandi..aku pun sudah lapar."
Di meja itu Affandi dan Soraya makan berdua, Soraya beberapa kali menyuapi Affandi, dan Affandi pun nampak menikmati suapan dari Soraya. Sedangkan Nausha sudah kembali ke kamar nya ia tidak berani untuk keluar, walau ia tahu Affandi selalu membutuhkan nya di meja itu saat makan. Tapi Nausha sudah berpesan pada Susan biar Susan saja yang melayani Affandi bila Affandi membutuhkan.
" Susan.."
" Iya Tuan Affandi."
" Apa Nausha sudah makan?"
" Belum Tuan..Nausha hanya berpesan pada saya kalau Tuan memerlukan bantuan biar saya saja, dan Nausha akan makan setelah Tuan selesai makan."
" Ya sudah.."
Susan pun kembali ke dapur ia akan membereskan perabotan yang digunakan saat memasak tadi.
" Memang nya pembantu kamu kalau makan di meja ini?"
__ADS_1
" Eugh..?
Affandi sedikit gelagapan dengan pertanyaan Soraya yang tiba tiba.
" Kau perhatian padanya menanyakan pembantu mu sudah makan atau belum?"
" Bukan begitu sayang, aku wajar memberikan perhatian pada pekerja di rumah ku agar mereka tidak sakit dan mereka biasa makan di meja dapur atau pantry." balas Affandi memberi jawaban yang masuk akal.
" Oh begitu.."
Affandi mengangguk.
" Masakan pembantu mu sangat enak..kau masih mau tambah?"
" Tidak sayang sudah cukup."
" Baiklah.."
Sampai pukul 10 malam Nausha belum keluar dari kamar, tapi karena rasa haus di tenggorokannya ia pun keluar ingin minum. Langkah Nausha sebelum sampai dapur suara pintu dari kamar Affandi terbuka Nausha reflek menoleh ke atas pada pintu kamar Affandi dari lantai bawah terlihat Affandi dan kekasih suaminya akan keluar dari kamar buru buru langkah Nausha di percepat ia tidak mau Affandi melihat nya.
Nausha menuangkan air ke gelas dan di minum nya sampai kandas lalu di tuangkan kembali air putih itu Nausha minum sampai dua gelas kini rasa haus dan dahaga telah dipuaskan dengan air putih membasahi tenggorokannya. Setelah minum Nausha belum kembali ke kamar dirinya menunggu Affandi masuk kembali ke kamar setelah mengantar kekasih nya pulang di antar supir.
" Nausha.."
" Iya Pak Affandi."
" Siapkan baju tidur saya."
Nausha mengangguk lalu mengekori Affandi menuju kamar Affandi. Sampai di dalam kamar nampak terlihat oleh Nausha kamar Affandi sangat berantakan bantal sudah di bawah berlaskan karpet, jas, dasi, aepasang sepatu dan kaos kaki tergeletak di sembarang tempat matanya menuju ranjang tidur Affandi yang seprey nya acak acakan. Affandi pun sebelum masuk ke kamar mandi ia melepaskan kemeja lalu di lempar ke arah Nausha, Nausha menangkap kemeja Affandi.
Affandi sudah menutup pintu kamar mandi terdengar suara air pancuran menandakan Affandi sudah melakukan kegiatan mandi nya. Nausha langkah nya mendekati ranjang tidur itu matanya lalu tertuju pada sprey yang tercetak jelas basah banyak noda noda hasil percintaan suami nya dengan wanita itu bahkan bau cairan hasil senggama mereka menyengat di hidung Nausha. Nausha menggelengkan kepala dan menarik nafas dalam dalam melihat sprey itu.
Sebelum Affandi keluar dari kamar mandi tangan Nausha buru buru menarik seprey kotor itu dan di ganti dengan yang baru setelah mengganti sprey dan sarung bantal Nausha menata bantal bantal itu dengan rapih tak lupa ia menyemprotkan pengharum ruangan. Setelah itu Nausha membereskan jas dasi di masukkan keranjang baju kotor bersama sprey itu. Sepatu Affandi di letakkan di rak sepatu.
Nampak kamar Affandi sudah rapih dan terakhir Nausha menyiapkan pakaian tidur Affandi dan di letakkan di atas ranjang tidur.. Mendengar suara pintu kamar mandi terbuka Nausha buru buru ingin cepat keluar dari kamar Affandi tapi Affandi sudah keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggang nya.
Nausha mata nya tidak mau melihat tubuh Affandi dengan lilitan handuk di pinggang nya ia hanya menundukkan kepala, Affandi mendekat ingin mengambil pakaian di atas tempat tidur itu kaos oblong dan celana pendek.
__ADS_1
" Sudah selesai Pak, saya keluar dulu."
Affandi memperhatikan wajah Nausha yang tertunduk karena malu pada nya. Affandi Lalau memakai kaos itu.
" Tunggu Nausha!"
" Iya Pak.." menjawab tanpa melihat Affandi.
" Lihat wajah saya! saya tidak suka kalau kamu menjawab tidak melihat saya."
Nausha terpaksa menoleh pada Affandi.
" Ada apa Pak?"
Affandi sambil kedua tangan nya memakai kaos ia ingin bicara pada istrinya.
" Besok kamu ikut saya."
" Kemana?"
" Kau ikut temani saya bertemu dengan klien saya."
Nausha mengangguk setuju.
" Baiklah Pak."
Nausha pun berlalu dari hadapan Affandi, ingin segera keluar.
" Oiya tunggu!"
Nausha berhenti Kembali melihat Affandi tangannya mengambil tas paperbag.
" Ini baju yang akan kamu kenakan besok" tangan nya sembari memberikan paperbag pada Nausha.
" Terimakasih Pak Affandi." sambil menerima paper bag dari tangan Affandi.
" Ya sudah kamu keluar lah!" ucap Affandi datar.
__ADS_1
" Iya Pak Affandi selamat tidur mimpi yang indah." Balas Nausha.
Nausha kemudian melangkah keluar tapi Affandi tubuhnya seketika kaku dengan ucapan Nausha kalimat yang membuat dirinya tertegun kenapa kalimat itu terdengar indah di telinga Affandi. Affandi tidak sadar menarik kedua sudut bibirnya menjadi sebuah senyuman. Lalu matanya melihat ranjang tidur nya yang tertata sangat rapih dan harum. Tubuh Affandi pun segera di baringkan ia merasa nyaman dengan tempat tidur yang di rapih kan oleh Nausha. Affandi pun mulai terlelap.