I APOLOGIZE

I APOLOGIZE
Rasa Sakit Berganti Rasa Senang


__ADS_3

Affandi setelah mengantar Soraya ia langsung menemui Nausha di kamar nya. Tangan Affandi memegang handel pintu namun pintu kamar Nausha di kunci.


Tok Tok


" Nausha.." Panggilnya di depan pintu.


Tok tok


" Sebentar Pak Affandi." balas nya dari dalam kamar.


Mendengar suara Affandi memanggil nya Nausha dengan cepat mengusap air mata nya agar tak terlihat ia menangis di depan Affandi. Sebelum Nausha membukakan pintu ia menarik nafas dalam dalam lalu pintu itu di bukanya perlahan. Nampak Affandi sudah rapih dengan pakaian kantor nya ia berdiri sambil memasukkan kedua tangan nya kedalam kantong celana.


" Iya Pak Affandi."


Tak bisa di tutupi wajah Nausha terlihat Affandi istrinya seperti habis menangis.


" Eum..kekasih ku sudah pulang, temani saya sarapan." ucap nya pelan namun tegas.


" Euh? i- iya baiklah Pak Affandi." Balas nya sambil mengangguk.


Affandi lebih dulu melangkah lalu di ikuti Nausha.


" Apa dia menangisi ku?" ucap nya dalam hati sambil melangkah menuju meja makan.

__ADS_1


Sampai di meja makan Affandi memperhatikan Nausha tangan nya menarik kursi untuk Affandi, Affandi menyadari cara perlakuan Nausha dengan Soraya memang beda hal hal kecil seperti yang Nausha lakukan terhadap nya Nausha memang sangat menghargai diri nya Nausha selalu menarik kursi untuk diri nya, namun Soraya diri nya lah yang perlakukan manis pada kekasih nya, ia yang selalu manarik kursi untuk Soraya duduk kadang Soraya lebih dulu duduk.


" Silahkan Pak Affandi.." Nausha mempersilahkan duduk.


" Terimakasih.."


Nausha sebelum duduk melayani Affandi tangannya menaruh makanan di piring dan mengisi air putih di gelas lalu membuat kopi untuk Affandi setelah itu Nausha baru duduk.


Affandi dan Nausha selama sarapan tak ada yang bersuara, kedua nya hanya menikmati makanan.


" Nausha.."


" Iya.."


Affandi menunggu jawaban sambil menyeruput kopi nya.


" Saya hanya sampai jam 6 pulang dari cafe, memang nya kenapa Pak?"


" Baik jam 6 saya akan jemput kamu."


" Jemput saya pulang dari cafe Pak?" Nausha heran.


" Iya..saya akan mengajak kamu berbelanja."

__ADS_1


" Belanja?" Nausha menautkan kedua alis nya.


" Hari Sabtu ini saya ada undangan, saya mau untuk acara undangan relasi saya..." Affandi berhenti ucapanya sejenak. " Kita memakai baju couple."


Betapa senang nya hati Nausha ia tidak menyangka Affandi ingin belanja berdua dan membeli pakaian couple, terdengar lucu tapi ini malah membuat Nausha sangat terkesan.


" Baik Pak.." Balas nya dengan senang


" Ya sudah..saya berangkat dulu."


Affandi dan Nausha lalu sama sama berdiri, Nausha ingin mengantar Affandi sampai teras dan tak di sangka Affandi, Nausha memegang meraih tangan kanan nya lalu punggung tangan Affandi di tempelkan ke kening nya Affandi seketika langsung tertegun di perlakukan seperti itu oleh istrinya.


" Hati hati di jalan..semoga pekerjaan Bapak lancar dan sukses."


Affandi merasa dua kali lipat sangat senang mendengar nya, ucapan Nausha sangat menghangat di hati nya, ia pun tersenyum pada Nausha.


" Hem.." Affandi mengangguk.


Nausha masih setia berdiri sampai Affandi masuk kedalam mobil dan mobil itu sampai hilang dari pandangan nya. Nausha tersenyum ia sangat bahagia sampai lupa rasa sakit nya dan luka nya dengan ucapan nya sendiri ingin menyudahi pernikahan nya dengan Affandi, malah berganti hati Nausha berbunga bunga ia rasa nya tidak sabar menunggu sampai sore. Ia merasakan ini lah yang Nausha inginkan dari Affandi perlakukan diri nya layak seperti seorang istri yang sebenarnya. Ia ingin merasakan bagaimana rasanya ia berjalan berdua dengan Affandi dan membayangkan memilih milih baju couple.


Sedangkan Affandi di dalam mobil terbayang istrinya yang sangat manis perlakuan Nausha terhadapnya apalagi dengan kalimat Nausha yang menyemangati diri nya.


" Kenapa terdengar sangat indah ucapannya tadi?" Affandi senyum senyum sendiri.

__ADS_1


__ADS_2