I APOLOGIZE

I APOLOGIZE
Hukuman 3 Bulan


__ADS_3

Sampai di mansion Nausha bergegas masuk ia nampak kesal mengingat kejadian tadi berkelahi dengan Soraya. Sampai di kamar Nausha terduduk lemas isi di kepala Nausha masih teringat terus kata kata Soraya yang sudah menghina diri nya. Namun baru saja duduk di tepi ranjang tiba tiba saja Affandi membuka pintu kamar dengan kencang Nausha kaget ia langsung berdiri melihat Affandi sudah pulang. Affandi melangkah lebar masuk menghampiri Nuasha lalu menarik tangan Nausha kencang dan terus di dorong hingga tubuh Nausha menempel pada tembok.


" Aww..Pak Affandi.." Nausha merasa sakit di kepala dan tubuh nya.


" Apa yang sudah kamu lakukan terhadap kekasih saya?" Affandi menatap Nausha dengan ekspresi marah.


" Pak Affandi maaf..sa-saya."


" Apa kamu seorang preman Nausha? kau berkelahi dengan kekasih ku?"


" Ta-tapi dia yang mulai duluan Pak."


" Hanya karena sebuah pakaian, kamu berkelahi dengan Soraya, jawab Nausha??"


" Kekasih Bapak sudah menghina saya."


" Apa pun alasan kamu..kamu sudah membuat ku malu Nausha, hahh..! dasar kamu kampungan, kamu norak sudah membuat keributan dan di lihat banyak orang." Affandi bicara dengan suara membentak.


Nausha menjadi lemah ia sangat kecewa rupanya Affandi malah membela Soraya.


" Saya hanya membela diri, Pak." ucap nya dengan wajah menunduk.

__ADS_1


" Cukup Nausha saya tidak mau mendengar alasan kamu..dan kamu harus nya tahu posisi kamu sebagai istri saya, kamu merusak image saya, Mengerti!!"


" I- iya Pak."


" Awas saja Nausha..kalau perkelahian kamu sampai tersebar di internet kamu harus membersihkan nya, saya tidak mau reputasi saya hancur karena ini sangat memalukan buat saya."


" Ba- baik Pak Affandi."


" Dan mulai hari ini saya tidak mengijinkan kamu keluar bahkan ke cafe kamu selama tiga bulan ini."


" Apa? tapi Pak Affandi." Nausha menjawab dengan menatap Affandi


Setelah mengancam Nuasha, ia kemudian keluar dari kamar Nausha dengan wajah merah karena sedang marah. Setelah Affandi keluar tubuh Nuasha merosot dan terduduk sambil terisak menangis. Ia merasakan dada nya sangat sesak.


Affandi sendiri melangkah menaiki tangga menuju ruang kerja nya ia akan menelpon sekertaris Jackson.


" Jackson tugas kamu sekarang tutup semua media dan di internet atas perkelahian istri saya dengan Soraya kalau sampai ada yang merekam dan di publikasikan ancam dan masukkan ke jalur hukum atau habisi orang itu."


" Baik Tuan Affandi."


Hingga makan malam di meja itu Nausha diam saja dan wajah Affandi masih nampak kesal pada Nausha. Selesai makan Affandi lebih dulu meninggalkan meja lalu menaiki tangga menuju ruangan kerja nya.

__ADS_1


Pagi hari Nausha melayani Affandi di kamar Affandi, selesai Affandi berpakaian Nausha memberikan kembali kartu tanpa batas itu sebelum keluar dari kamar Affandi.


" Ini kartu nya Pak saya kembalikan." Nausha meletakkan kartu hitam itu pada nakas sisi ranjang tempat tidur.


Affandi melihat kartu yang di letakkan Nausha mata nya lalu menatap Nausha yang melangkah dengan menunduk kan kepala belum sampai pintu, Nausha di panggil Affandi.


" Nausha.."


" Iya Pak Affandi."


" Apa kamu tidak membutuhkan kartu itu?"


" Tidak Pak saya sudah pakai kemarin dan saya kembalikan."


" Kenapa?"


" Kenapa tidak berikan saja pada kekasih Bapak, Kekasih Bapak lebih membutuhkan." Jawab Nausha tanpa melihat wajah Affandi.


Affandi tidak bisa menjawab memang kejadian perkelahian itu yang terekam cctv yang Affandi sudah lihat, dan mendengar percakapan antara Nausha dan Soraya kekasih nya itu cemburu ia memberikan kartu tanpa batas untuk Nausha.


Nausha setelah menjawab ia keluar dari kamar dan tak lama Affandi keluar menyusul istrinya.

__ADS_1


__ADS_2