I APOLOGIZE

I APOLOGIZE
Surat Surat Berharga


__ADS_3

Nausha melenggang pergi keluar dari kantor pengadilan ia kini sedang menunggu Taxi, Affandi matanya terus mengamati Nausha yang bersembunyi di dalam mobil. Di tangan nya ada beberapa berkas dokumen surat rumah dan tanah yang di tinggalkan Nausha di lemari kamar nya. Susan saat membereskan kamar Nausha menemukan surat surat itu lalu di berikan pada Affandi. Rupanya Nausha sengaja meninggalkan atau memang ingin mengembalikan surat surat yang sudah atas nama kepemilikannya, surat rumah dan tanah untuk istrinya.


" Jackson kau datangi ke cafe Nausha dan berikan ini." Perintah Affandi.


" Baik Tuan..!"


Satu jam kemudian Jackson datang menemui Nausha di cafe. Nausha yang baru keluar dari ruangannya terkejut melihat kedatangan sekertaris Jackson.


" Selamat siang Nyonya."


" Jackson..?" Menautkan kedua alis nya.


" Maaf Nyonya..bisa saya bicara dengan Nyonya?"


" Bicara? kalau ini menyangkut Pak Affandi, maaf saya sibuk!"


" Maaf Nyonya sekali lagi tapi kedatangan saya ini adalah amanat dari Tuan Affandi dan saya harus menyampaikan nya.."


" Saya sudah malas sebenarnya, dengan Tuan anda dan kenapa Pak Affandi tidak hadir di persidangan?"


Jackson hanya mengambil sikap ramah, ia tidak bisa memberi alasan karena bukan wewenang nya.


" Tuan Affandi sibuk itu saja, bisa minta waktu nya sebentar saja Nyonya ?" Pinta Jackson memohon.

__ADS_1


Nausha mengembuskan nafas berat.


" Baiklah..!"


Cafe saat itu belum begitu ramai, Nausha mengajak Jackson dimeja menjorok ke dalam agar tenang bicara.


" Silahkan duduk!"


" Terimakasih Nyonya."


Jackson langsung mengeluarkan berkas berkas itu dalam map.


" Begini Nyonya, saya hanya ingin memberikan ini..!"


" Ini dokumen surat surat kepemilikan rumah dan tanah atas nama Nyonya."


Nausha lalu membaca surat surat dokumen itu ia memang sengaja tinggalkan.


" Owh..ini? maaf Jackson! ini memang sengaja saya tinggalkan karena saya tidak mau menerima ini, karena dulu pun saya sudah menolak surat berharga ini yang Affandi berikan sebagai kompensasi saya."


" Tapi Nyonya..Tuan Affandi memang sudah berniat memberikan ini, tolong di terima!"


Nausha tersenyum tangan nya kembali mendorong surat surat di atas meja itu pada Jackson.

__ADS_1


" Tolong kembalikan saja! saya tidak membutuhkan ini.."


Nausha mengembalikan surat surat itu, ia hanya tidak mau ada kenangan dan bayang bayang Affandi lagi yang memang sudah ia buang jauh jauh, kalau ia menerima itu sama saja ia akan di permainkan lagi dengan Affandi. Surat rumah dan tanah yang Affandi berikan bernilai triliyun tanah yang sangat luas letaknya masih di pinggiran kota dan rumah nya pun yang sangat mewah lengkap dengan isi nya.


Tapi Jackson tetap harus mengikuti perintah Affandi, ini sudah tugas nya kalau sampai Nausha menolak Affandi akan marah padanya karena nanti di katakan tidak becus bekeria.


" Maaf Nyonya..anda harus terima ini, saya hanya menjalankan tugas untuk memberikan ini pada Nyonya."


" Buat apa saya harus menerima nya? bilang saja apa ada nya, saya memang tidak bisa terima ini!" Tolaknya.


" Tapi Nyonya.. sifat Tuan Affandi tidak mau menerima penolakan. Bagaimana nanti kalau ini saya bawa lagi, Tuan Affandi akan marah besar pada saya pasti saya di nilai payah dengan kerja saya.." Ucap Jackson memelas.


Nausha kemudian mempertimbangkan Jackson, bukan Affandi nya, Nausha mengerti Jackson hanya menjalankan tugas, ia pun tidak mau kalau Jackson ikut kena imbas nya, Bisa bisa sekertaris Jackson akan dimarahi oleh boss nya.


" Baiklah..! saya terima! oiya berikan alamat kantor Pak Affandi!"


Jackson memberikan alamat kantor nya, Nausha berniat akan mengembalikan surat surat itu sendiri pada Affandi.


" Ini alamat nya..!"


Terimakasih banyak Jackson..!"


" Sama sama Nyonya, kalau gitu saya permisi dulu."

__ADS_1


Jackson akan melaporkan hal ini pada boss nya, Nausha meminta alamat kantor Affandi bisa saja niat Nausha akan mengembalikan surat surat itu.


__ADS_2