I APOLOGIZE

I APOLOGIZE
Jangan Berharap Lebih


__ADS_3

TOK TOK


Nausha mengetuk pintu kamar Affandi sebenarnya agak ragu, tapi ia memberanikan diri memang sudah saat nya ia harus melayani Affandi dari mulai makan malam di meja tadi kini dan seterusnya.


" Pak Affandi..boleh saya masuk?"


Affandi baru saja melepas kan jas busana pengantinnya melirik ke arah pintu itu ia mendengar suara Nausha dari balik pintu meminta ijin masuk ke kamarnya.


Pintu itu di buka Affandi, Nausha yang berdiri membelakangi pintu langsung memutar tubuhnya menghadap Affandi.


" Boleh saya masuk Pak?"


Affandi melebarkan pintu sambil tangannya masih memegang handel memberi ijin Nausha masuk dengan anggukan kepala.


Langkah Nausha memasuki kamar Affandi matanya sempat melihat lihat isi ruangan kamar Affandi, Affandi menutup pintu lalu ia mendekati Nausha. Affandi sekedar ingin tahu saja tujuan Nausha meminta ijin masuk ke kamar nya walau sebenarnya Nausha tidak perlu meminta ijin padanya karena Nausha sudah menjadi istrinya.


" Sesuai dengan pembicaraan Bapak setelah Bapak menikahi saya..Bapak sudah menjadi suami saya..mulai saat ini saya akan melakukan tugas tugas saya sebagai istri Bapak..itu pun kalau Bapak tidak menolak."

__ADS_1


" Memang seharusnya seperti itu..tapi jangan berharap lebih walaupun kamu sering berada di kamar saya Jagan berharap ada cinta dari saya."


Nausha tersenyum. sudah dua kali ini Affandi mengulang perkataannya tidak ada cinta untuk nya.


" Pak Affandi..saya juga sedang mencintai seseorang " ucap nya berbohong. "Dan saya juga tidak berharap untuk di cintai Bapak, ingat..tujuan awal Bapak menikah hanya ingin punya status saja, kan? Saya sangat ikhlas membantu Bapak kok."


" Lakukan pekerjaan mu melayani saya...saya mau mandi dan ingin keluar." Affandi tidak terlalu menanggapi ucapan Nausha pikirannya hanya menerawang untuk pergi ke pesta kecil saja bersama wanita sexy.


" Saya siapkan baju nya."


Affandi berlalu masuk ke kamar mandi, malam ini ia akan mengadakan pesta kecil di sebuah hotel, teman teman nya sudah menunggunya.


" Saya keluar dulu Pak."


Affandi hanya mengangguk, pintu kamar Affandi di tutup oleh Nausha kembali. Affandi menoleh pada pintu itu Nausha sudah pergi. Affandi tersenyum kecil.


Setelah Affandi berpakaian rapih ia memakai parfume maskulin sambil menatap ranjang tidur nya sangat rapih dan bagus penataan bantal bantal pada ranjang tidur nya yang di rapih kan oleh Nausha. Affandi mengangguk tanda sangat suka dengan ranjang yang Nausha rapihkan ia pun kembali tersenyum kecil.

__ADS_1


Sampai di bawah mata Affandi tertuju pada Nausha yang berdiri, Nausha menghampiri Affandi.


" Bapak mau kemana?"


Kening Affandi mengerut " Apa perlu kamu harus tahu saya mau kemana?"


" Eumm..itu perlu juga agar istri tahu kegiatan suami nya." balas Nausha.


" Saya ada pesta kecil bersama teman teman saya."


" Ohh..apa Bapak pulang telat? jadi saya tidak harus menunggu Bapak pulang, asal Bapak kasih tahu saya kalau Bapak sudah kembali, jadi saya sudah kewajiban menyambut Bapak."


Affandi menatap wajah Nausha ia sedang mencerna maksud Nausha.


" Tidak usah menunggu saya, saya tidak tahu pulang jam berapa."


" Baiklah Pak Affandi..hati hati di jalan."

__ADS_1


Affandi mengangguk. Namun Nausha jalan mengiring Affandi sampai depan rumah. Affandi hanya diam. Affandi sudah masuk ke mobilnya dan mulai melajukan mobilnya. Tangan Nausha melambai pada Affandi walau tidak terlihat dari luar kaca mobil. Namun Affandi sempat melirik pada Nausha yang melambaikan tangan untuk nya.


__ADS_2