
Pesta kecil itu memang sering di lakukan sudah sejak lama dari sebelum diantara teman teman Affandi masih bujang. Sampai sekarang dan menjadi tradisi mereka sebagai ungkapan mereka mengekspresikan kebahagiaan dan kesuksesan mereka, juga mempererat pertemanan mereka.
Alfonso menuang minuman wine itu di gelas gelas kosong masing masing mengambil nya sebelum meneguk wine. Brian memimpin pesta itu.
" Untuk kesuksesan kita!" Ucap Brian.
Tangan mereka lalu mengangkat gelas tinggi tinggi.
Cling cling.
Suara gelas beradu, dan ke enam orang itu mulai meneguk wine, Affandi sudah kedua kali nya meneguk wine sampai kandas. Saat ingin di tuang kembali oleh Alfonso, Affandi menolak ia cukup kan, sadar ia hanya datang sendirian tidak mau minum sampai mabuk.
" Kau tidak mau tambah?"
" Sudah cukup!"
" Tumben..?" Tanya Alfonso.
Setelah acara bersulang toast, Brian mempersilahkan suguhan wanita wanita cantik seksi bertubuh aduhai. Sederet wanita cantik itu keluar mengunakan
busana yang sangat minim menampakan belahan dada dan sepasang paha mereka yang mulus.
Keenam wanita itu langsung duduk di samping Affandi, Enrico, Brian, Alfonso juga tangan kanan Brian dan Alfonso. Wanita wanita cantik itu melayani mereka. Namun tidak sedikit pun Affandi tertarik dari keenam wanita itu. Bahkan wanita disebelah nya pun yang membelai dada Affandi di biarkan nya Affandi tak menanggapi nya.
Enrico dari sejak kedatangan nya memperhatikan Affandi yang terlihat tidak menikmati pesta. Affandi tidak tersenyum pada nya, Enrico menebak ini pasti ada kaitannya dengan Nausha.
" Ada apa, kau sedang ada masalah?" Tanya Brian yang di samping Affandi.
" Tidak ada.."
Affandi tidak mungkin mau menceritakan nya pada Brian yang sebenar nya bahwa ia sedang kecewa pada Enrico. Affandi tidak mau merusak pesta biarkan mereka menikmati. Pada hal ia juga ingin bersenang senang agar bisa melupakan Nausha tapi sial nya pikiran nya masih saja memikirkan Nausha.
Affandi akhir nya beranjak ia memilih ingin pulang saja.
" Kau mau kemana?"
" Maafkan..aku tidak bisa ikuti pesta ini sampai selesai."
" Fan telpon aku kalau kau mau menceritakannya pada ku, ok!"
" Mungkin..aku akan menelpon mu."
__ADS_1
,
,
,
,
,
,
,
,
Saat Nausha sedang sibuk bekerja melayani pengunjung cafe, Nausha di kejutkan oleh orang suruhan Ayah nya yang mendatangi nya
" Selamat sore Nona, Nausha."
" Sore..ada apa ya?"
Nausha terkejut ketika sebuah kunci mobil di di berikan untuk nya, kunci mobil itu berlogo BMW
" Tuan Leonardo memberikan hadiah mobil untuk Nona.."
" Ayah ku? memberikan hadiah mobil?" Tanya nya terkejut
" Iya Nona, silahkan Nona lihat di luar!"
Nausha langsung ke luar dan benar saja ada sebuah mobil dengan ikatan pita besar berwarna pink. Nausha tersenyum sumringah betapa senang nya Nausha di hadiahkan sebuah mobil BMW keluaran baru dari Ayah nya.
Tak lama Ayah Nausha menelpon saat ia mendekati mobil baru itu.
" Halo Ayah..!"
" Putri ku, apa hadiah dari Ayah sudah sampai?"
" Sudah Ayah."
" Bagiamana kau suka?"
__ADS_1
" Jangan di tanya lagi, Ayah. Nausha sukaak sekali..Ayah, ini mobil impian Nausha."
" Syukurlah kau menyukai pemberian Ayah."
" Terimakasih banyak, Ayah, atas pemberian Ayah."
" Pulang lah kerumah nanti, dengan mobil itu, Ok!"
" Tentu Ayah..Nausha akan pulang!"
" Test Drive mobil mu!"
" Pasti Ayah..!"
" Ok Ayah kembali bekerja dulu.."
" Love you, Ayah."
" Love you too!"
Mobil berstylist sport warna abu abu metalik yang harga nya tidak main main itu, segera Nausha test Drive. Dengan lincah Nausha membawa mobil tersenyum bahagia.
Pagi hari nya, Nausha sudah mandi dan rapih ia akan turun ke bawah untuk sarapan bersama beberapa anak buah nya. Sampai di bawah mata nya tertuju pada meja kasir ada sebuah bouquet bunga mawar merah membuat kelopak mata Nausha mengerjap ngerjap bunga itu terlihat sangat cantik.
Mira yang sudah sampai sebelum Nausha turun, menghampiri Nausha dan menggoda Nausha.
" Cie..cie yang punya penggemar, lihat ada yang mengirimkan Kakak bunga."
" Bunga untuk Kakak?"
" He'em.." Mira mengangguk cepat.
Nausha pun penasaran, tangan nya meraih rangkaian bunga itu. bunga yang masih sangat segar dan harum itu langsung di hirup nya. Namun Nausha belum tahu siapa pengirim nya.
" Ini yang mengrimkan bunga untuk Kakak siapa ya, Mira?"
" Mira juga tidak tahu Kak, tapi ada kartu nya di situ..!"
Nausha pun mendapati kartu itu ia membuka nya dan ada pesan tertulis di situ, I Apologize
Affandi Ellison.
__ADS_1